Kisah Cinta Dua Negara

Kisah Cinta Dua Negara
#Bab77


__ADS_3

Siang itu saat jam makan siang Daniel pulang ke apartemen pikirannya tidak tenang kerja pun tidak bisa fokus.


Ceklek


'' Sayang.... '' Panggil Daniel mencari keberadaan sang istri. Mutia yang sedang berada di balkon kamar mendengar suaminya pulang dengan cepat keluar menemuinya.


'' Mas, kok sudah pulang apa ada yang kelupaan?''


'' Mas kangen sayang?''


'' Mas ini padahal baru berapa jam berpisah... '' Daniel memeluk Mutia dan mengecupi wajah Mutia.


'' Maaas ihh, mas ini kenapa pulang-pulang kok gini. ''


'' Iya mas kan kangen sama istri mas. ''


'' Aku kan gak kemana-kemana mas, udah makan siang belum?'' Daniel menggeleng.


'' Ya sudah biar aku siapin dulu yah kita makan sama-sama.


Mutia mengajak suaminya makan setelah menyiapkan semua di meja makan.


''Wah masakan istri mas ini memang mantap... '' Puji Daniel.


'' Sayang gimana kalau sore ini kita ke taman yang berada di Taipo. '' Ajak Daniel setelah selesai makan dan Mutia yang sedang membersihkan piring kotornya.


'' Hmm boleh deh... ''

__ADS_1


Satu jam kemudian mereka sudah berada di Taipo Garden berbagai bunga mawar dan yang lainnya tampak indah dipandang apalagi Mutia yang sangat menyukai bunga.



'' Sayang kita foto yuk buat kenangan. '' Daniel mengarahkan kamera ponselnya untuk berfoto selfi.



Sungguh sangat indah dan sejuk dipandang mata, melihat berbagai bunga tumbuh disana.


'' Sayang lihatlah mereka sedang melakukan foto prewedding '' Daniel menunjuk pasangan yang sedang melakukan foto prewedding.


'' Sayang nanti kalau mas pulang dari perjalanan bisnis gimana kalau kita juga begitu?'' Ucap Daniel.


'' Itu terserah mas aja, tapi janji yah mas gak akan ninggalin aku sendirian. !"


" Iya istriku, hari sudah mulai sore yuk kita pulang" Ajak Daniel.


Saat akan masuk Mutia teringat kalau persediaan di kulkasnya sudah kosong ia pun meminta masuk ke supermarket lebih dulu.


Mutia menata belanja nya di dapur dan sebagian masuk ke dalam lemari pendingin.


" Sayang... " Daniel menepuk-nepuk tempat duduk disebelahnya menyuruh Mutia duduk disampingnya.


" Iya mas, ada apa?"


" Maafin mas ya sayang, lusa mas harus berangkat ke Thailand, kamu gak apa-apa kan mas tinggal?"

__ADS_1


" Berapa lama?" Mutia langsung menanyakan berapa lama suami ya akan pergi.


" Tidak lama sayang, paling lama seminggu. "


" Tapi mas, pasti aku akan kesepian. " Raut wajah Mutia terlihat sendu.


" Kali ini mas memang bener-bener gak bisa ajak kamu sayang, terlalu berbahaya. "


" Mas mau perjalanan bisnis atau berperang sih?"


" Ya jelas bis is dong sayang, tapi... "


" Tapi kenapa mas... " Mutia langsung memotong perkataan Daniel.


" Sayang di dalam dunia bisnis juga banyak musuh yang sedang mengintai kelemahan kita, mas tidak ingin kamu kenapa-kenapa.


" Mas, aku takut sendiri... " Mutia langsung memeluk suaminya.


" Mas tidak akan lama sayang, atau kalau ada teman yang bisa nemani ajaklah sayang. "


" Mutia menggeleng.. "


" Sayang tolong mengertilah, kamu percaya sama mas kan?" Mutia tidak pernah membayangkan akan tidur sendirian dan baru kali ini juga akan ditinggal lama.


" Mas cepat pulang yah janji cuma seminggu!"


Daniel mendekap Mutia kedalam pelukannya ada rasa tak tega membiarkan sang istri sendirian di apartemen.

__ADS_1


" Mas pasti akan pulang sayang, mas kan hanya bekerja dan harus pulang karena ada sang istri yang sedang menunggu.


Malam pun kian Larut Daniel memeluk tubuh istrinya dalam tidur hi gga pagi menjelang...


__ADS_2