
Selesai makan Ferra duduk bersandar di tempat tidur, papa dan Mama nya ikut duduk disisinya.
'' Sayang apakah Mama boleh menanyakan sesuatu..?'' Ucap Mama pelan-pelan agar sang anak merasa nyaman.
'' Iya mam, katakanlah!! Papa ikut mendengarkan.
'' Apa papa dan Mama boleh tau siapa ayah dari calon cucu mama???''...
Deg..... Ferra terdiam beberapa saat, pikiran nya melayang.
'' Apakah aku harus jujur, tapi aku tidak mencintai nya aku mengharapkan Daniel tapi apa tidak akan berbahaya??'' Batin Ferra.
'' Nak....'' Elusan tangan sang Mama menyadarkan Ferra dari lamunan nya.
'' Papa, Mama apakah kalian akan marah jika aku mengatakan kebenaran tentang ayah dari anak ini??'' Mengelus perut ratanya.
'' Bicaralah nak, siapa orangnya apa perlu papa yang turun tangan agar dia mau bertanggung jawab??'' Ucap papa.
'' Tidak pap, dia hanya orang biasa dan ....'' Ferra menceritakan kejadian yang dialami ketika di Hk.
'' Begitulah pap,mam aku tidak tau dia tinggal dimana?..''
'' Ya sudah berarti dia anak yang baik papa akan mencari tau keberadaan nya.
*****
Sam sudah memulai aktivitasnya di sebuah restoran ia sekarang menjadi orang penting disana berkat Daniel yang mempercayakan nya untuk memegang kendali beberapa usaha dari Daniel.
__ADS_1
Hari itu Sam disibukkan dengan restoran yang sangat ramai pengunjung.
" Ferra, kenapa aku jadi ingat dengan dirinya, sudah sebulan lebih aku ingin tahu gimana kabarnya, apakah dia baik-baik saja?" Batin Sam yang tiba-tiba teringat kejadian itu.
****
" Mas kita mau kemana?" Mutia berjalan disamping Daniel yang selalu menggandeng tangannya.
Sehabis makan siang di restoran Daniel mengajak Mutia berkeliling mall dan menuju toko perhiasan.
" Mas untuk apa kesini??" Daniel masih melihat-lihat perhiasan yang ada di etalase toko.
" Pilihlah yang kamu suka sayang...!"
" Aku gak mau mas, sudah banyak yang mas beri."
" Mba bungkus yang ini, dan ini...!!! Pinta Daniel pada pelayan toko perhiasan tersebut.
" Sssttt mas makin gemas lihat kamu manja dek..."
" Hissstt ya sudahlah." Rajuk Mutia.
" Sayank kalau gak mau dipakai ya tidak apa-apa disimpan saja Ok."
" Daniel menaruh perhiasan yang sudah di bungkus dengan kotak kecil itu ke dalam tas selempang Mutia."
" Beruntung banget tuh cewek dibelikan perhiasan, sok-sok an jual mahal dia." Bisik-bisik BMI yang pas melihat Daniel sedang memberikan bungkusan pada Mutia.
__ADS_1
Tak terasa Hari semakin sore dan Mutia minta izin untuk menemui teman-temannya di taman.
" Sayang aku antar ke taman yah, sekalian mas juga langsung pulang mau siap-siap keperluan untuk berangkat besok."
" Iya mas, maaf yah aku gak bisa antar mas?."
" Gak apa sayang aku ingin cepat-cepat menyelesaikan pekerjaan ini dan cepat berjumpa dengan pujaan hati mas."
Mobil Daniel sudah berhenti di depan O Ning Garden nampak mutia ingin membuka pintu mobil tapi tangannya di tarik.
'' Aku mencintaimu...'' Daniel mengecup kening Mutia.
'' M mas...aku juga mencintaimu, sudah yah hati-hati dijalan...!" Wajah Mutia terlihat merah menahan malu.
" Ya sayang, gak tega mas mau ninggalin kamu dek."
" Apaan sih mas, mas kan mau kerja, bukan untuk pergi selamanya."
" Iya sayang ya sudah salam ya untuk temanmu...!!"
" Hati-hati mas Daniel.'' Mutia keluar dari mobil Daniel.
Daniel langsung putar balik melajukan mobilnya menuju ke apartemen nya...
*%%%**
Drrrtt drrrt......
__ADS_1
Ponsel Daniel berdering, sengaja Daniel tak mengangkat karena sedang mengemudi..
" Kemana anak nih, aku harus bisa bujuk dia untuk segera terbang ke Singapura."...