Kisah Cinta Dua Negara

Kisah Cinta Dua Negara
Masa itu


__ADS_3

Seminggu setelah kelulusanku dari sekolah menengah pertama, aku meminta izin kepada orang tua ku untuk mencari kerja di Jakarta.


Sebenarnya nilai ku sangat bagus tapi karena terkendala dengan biaya dan aku juga tidak ingin menyusahkan kedua orang tua ku, akhirnya aku putuskan untuk bekerja.


Aku berangkat ke Jakarta bareng teman sekampung, dan yang mengajak ku kerja juga masih tetangga di kampung atau bisa di bilang saudara jauh.


Di Jakarta aku bekerja di rumah makan pinggir jalan alias warteg. Gaji ku pada saat itu terbilang lumayan, sesekali aku dan temanku juga di ajak jalan-jalan oleh yang punya warung aku memanggilnya dengan sebutan mas Ipong dan mba Ida.


'' Dek makan donk, pakai telur dadar sama sayur pare yah. Ucap si pembeli.


Aku ditempatkan di warung untuk melayani pembeli dan temanku di bagian dapur.


Warteg tempatku bekerja berada di depan gedung Bank BCA di Menteng Jakarta pusat.


Di depan warung terdapat pom bensin yang tidak begitu besar tapi selalu padat dengan kendaraan-kendaraan yang akan mengisi bahan bakar.


Suatu hari pom bensin di depan warung terjadi kebakaran karena ulah perokok yang membuang puntung nya sembarangan, api begitu besar menjulang seketika riuh mobil-mobil pemadam kebakaran berdatangan.


Sebulan sudah aku bekerja di warung ini, dan di depan mulai pembangunan pom bensin sehingga warungku selalu ramai pengunjung.


Hal inilah yang membuat iri warung disebelahku yang sepi oleh pembeli padahal pelayannya terbilang cantik.


Setiap hari aku kewalahan melayani pembeli dan mas Ipong pun turun tangan membantu.

__ADS_1


Mungkin karena kecapaian aku jadi sakit tiga hari aku tidak ke warung.


'' Dek Muti ini ada surat untukmu. Ucap mas Ipong yang baru pulang dari warung.


'' Dari siapa mas?? Tanya ku


'' Mas tidak tahu dek sepertinya dari pengagummu.


'' Mas ini bercanda aja.


-----


Keesokannya aku mulai berangkat lagi ke warung, dan pembangunan pom bensin di depan sepertinya sebentar lagi siap.


'' Dek, kayaknya ada yang tresno jalaran Soko kulino. Ucap mas Ipong, Terus terang aku waktu itu tidak tahu apa artinya


'' Memang apa artinya mas? Tanyaku


Mas Ipong pun bilang cinta karena terbiasa, aku masih berfikir emang biasa apa??


'' Cinta karena terbiasa, biasa sering jumpa. Ucap mas ipong lagi. Banyak juga sek penggemar mu.


'' Mas ini bisa aja.

__ADS_1


Setiap jam 9 pagi di hari biasa mobil mewah itu memasuki pelataran gedung Bank BCA tersebut, pernah terbersit rasa penasaran siapakah gerangan yang berada di dalam mobil mewah itu.


Mobil itu berhenti sebentar seperti melihat sesuatu dan akhirnya jalan lagi masuk ke pelataran gedung.


Jam makan siang pun tiba, inilah waktunya dimana aku sedang sibuk-sibuknya melayani pembeli.


Seorang OB datang ke warung dan selalu pesan menu sayur yang sama yaitu pare pait yang ditumis Pakai cabe merah iris.


'' Dek dapat salam dari penggemarmu? Ucap mas Ifan yang jualan majalah dan cemilan di samping warungku.


'' Waalaikumsalam. Jawabku singkat.


'' Gak kirim salam balik dek?


'' Gak ah nanti dikiranya aku cewek apaan mas. Ucap ku.


Hari mulai beranjak sore, sehabis ashar biasa aku akan pulang berjalan kaki menuju rumah tempatku beristirahat dari lelahnya seharian bekerja.


Tak terasa empat bulan sudah aku bekerja di warung ini, aku putuskan untuk berhenti dan pulang kampung.


Banyak yang merasa kehilangan dan bertanya kenapa aku berhenti kerja.


Aku pun membuat alasan akan ikut Abang yang berada di kota Kalimantan.

__ADS_1


__ADS_2