
'' Mas,...'' Mutia terdiam ketika wajah Daniel mendekatkan pada wajahnya hingga jaraknya yang tinggal satu centi.
'' Mutia,..ap... maaf grandma tak melihat apapun.'' Panggil grandma yang seketika membuat Mutia sadar dan langsung menjauhkan wajahnya, wajah Mutia merona malu hampir saja berciuman dan di pergoki sang nenek.
Grandma sudah berlalu pergi yang tadi berada di pintu kamar Daniel.
'' Sayang grandma pasti tahu dia kan pernah muda juga..'' Menarik tangan Mutia.
'' Lepas mas...!" Mutia berlari keluar dan menemui nenek yang sedang duduk, melihat kedatangan Mutia nenek tersenyum penuh arti.
" Gimana kalau kita makan siang diluar??" Tanya sang nenek.
" Maaf grandma Mutia harus segera pulang mungkin kalau hari libur baru bisa.''
'' Sayang,...mas antar yah!
" Tidak usah mas lagian aku juga harus belanja dulu." Ucap Mutia
" Hmm ya sudah, o ya sayang kapan kontrak kerja kamu habis?
" Masih 2 bulan lagi mas.
" Semoga cepat berlalu mas sudah gak sabar ingin menikahi mu.
Blushh...
" Dasar cucu grandma ini tidak sabaran sekali." Umpat neneknya.
" Grandma, mas Daniel kalau gitu Mutia pulang dulu." Mutia melangkah menuju pintu keluar.
" Tunggu sayang sekalian mas juga mau keluar kita sama aja, grandma tak apa kan. aku tinggal?
" Hmm ya sudah sana hati-hati kalian diluar." Daniel mencium pipi neneknya dan menggandeng tangan Mutia keluar menuju lift.
@@@……
__ADS_1
" Awwh.. dimana aku?" Ferra merasakan sakit di sekujur tubuhnya dia berusaha mengingat apa yang terjadi dengan dirinya.
" Aaaaa.... " Ferra teriak kaget mendapati dirinya tidak memakai sehelai baju pun yang menempel di badan nya.
" Ferr kau sudah bangun??" Suara laki-laki yang baru keluar dari kamar mandi itu mendekati Ferra.
" Ka kamu....kenapa bisa ada disini dan apa yang sudah kamu lakukan padaku? Tanya Ferra.
" Kamu lupa Ferr, semalam kamu mabuk berat ?
Flasback
" Bre*********k" Ferra terus mengumpat marah karena sudah gagal menjebak Daniel dan akhirnya ia menuju club malam menumpahkan kekesalan nya pada minuman hingga ia mabuk dan tidak sadarkan diri seorang pelayan bingung harus menghubungi siapa, pada akhirnya....
" Ferra..." Laki-laki itu langsung membawa Ferra ke hotel dengan mobilnya dibantu pelayan yang membawakan tas Ferra ke mobil laki-laki itu.
" Kau tak pernah berubah Ferr selalu saja menyelesaikan masalah dengan minum." Ucap Sam ya laki-laki itu adalah Sam teman kuliah Ferra dan juga laki-laki yang selama ini menyukai Ferra.
Sesampainya di hotel Sam membaringkan tubuh Ferra dan hendak mengambil air untuk membersihkan tetapi tiba Ferra menarik tangan Sam.
" Dan... apa Daniel yang dia maksud?" Gumam Sam.
Ferra menarik tangan Sam agresif tidak membiarkan Sam meninggalkan nya.
" Ferr sadarlah ini aku Sam..." Ferra masih dalam pengaruh minuman keras sehingga tidak sadar kalau yang ada di hadapannya bukanlah Daniel.
Ferra menarik-narik Sam sehingga kemeja Sam pun kancingnya terlepas, Ferra menciumi bibir Sam dengan rakus.
" Dan aku mencintaimu jangan tinggalkan aku.." Tangan Ferra masih bekerja untuk menanggalkan pakaian Sam.
Sam laki-laki normal diperlakukan seperti itu pasti saja kejan****nya menyeruak ingin keluar.
" Kau yang memulainya Ferr " Sam mengimbangi permainan dari Ferra....
Flasback off
__ADS_1
" Awwh " Ferra hendak bangun dari tempat tidur tapi di **** ***** nya merasakan sakit dan pedih...
'' Istirahatlah dulu Ferr kamu pasti capek dan lelah!'' Pinta Sam.
'' Anggap semua ini tak pernah terjadi dan kau Sam jangan berharap lebih karena aku tak pernah mencintaimu..
'' Ferra aku akan bertanggung jawab tentang apa yang sudah aku perbuat.
'' Tidak aku tak butuh...." Ferra memaksakan dirinya untuk bangun Sam yang ingin membantu nya pun ditepisnya. Ferra menuju kamar mandi.
" *****ttt" Umpatnya. " Kau harus bertanggung jawab dengan apa yang menimpaku Daniel.." Geram Ferra di kamar mandi.
Setelah beberapa menit dikamar mandi Ferra keluar dan sudah terlihat lebih fresh.
" Sam kenapa belum pergi??
" Ferr, aku akan menikahimu jika mungkin benih yang ku tanam akan menjadi janin jangan pernah gugurkan dia!!?" Sam memohon.
" Ciihhh... aku menikah denganmu, apa yang bisa kamu berikan untukku hah???..
Sam memang laki-laki sederhana dia bukan orang kaya dia berada di negara ini karena bantuan dari teman kalau ada pekerjaan dan Sam pun bekerja di sebuah restoran Indonesia di negara itu sambil kuliah.
Flasback
Di pesawat tujuan Jakarta-Hongkong beberapa tahun lalu.
'' Hai..nona. '' Sapa Sam pada gadis yang duduk disebelah nya.
Gadis itu terlihat angkuh tak menanggapi sapaan Sam.
'' Jutek bener....boleh kenalan namaku Sam '' Mengulurkan tangannya dan dengan terpaksa Ferra menyambut uluran tangannya.
'' Ferra...'' Ucapnya dan dari situlah mereka berteman, tidak disangka juga Sam satu universitas dengan Ferra.
flasback off
__ADS_1