Kisah Cinta Dua Negara

Kisah Cinta Dua Negara
28


__ADS_3

'' Mutia, bulan depan sinsang sudah merencanakan kalau kita akan pindah rumah, karena masa sewa di sini sudah mau habis.''


'' Pindah Dadai?, kemana?''


'' Kamu gak usah khawatir Mutia kita pindah juga gak jauh-jauh banget kok, jadi mulai besok kamu tolong kemasi semua barang yah dan nanti ada orang yang datang ngantar kotak-kotak untuk menaruh barang yang akan di bawa.''


'' Oh..'' Jawab Mutia.


'' O ya Mutia gak apa-apa kan kalau kamu gak libur dulu?''


'' Iya Dadai gak apa-apa kok.'' '' Hmmm bakal lama nih gak bisa jumpa kawan.'' Ucap Mutia dalam hati nya.


Selesai makan malam Mutia langsung membersihkan dapur dan segera mandi karena sudah jam 10 malam.


………


'' Selamat malam dek, sudah istirahat belum??''. Isi pesan dari Daniel.


Setengah jam berlalu belum juga mendapat balasan.


" Hmmm mungkin dia sudah tidur." Gumam nya.


………


Mutia sudah selesai mandi dan membuat kan susu untuk Yeo.


" Hallo Yeo, minum susu nya yah,habis tuh gosok gigi terus tidur.


" Ok Cece.

__ADS_1


Mutia, duduk dipinggir tempat tidur dan memeriksa ponsel nya.


" Mas Daniel." Gumam nya, dan mengetikan balasan.


'' malam juga mas, maaf yah tadi masih mandi jadi baru sempat balas.'' Mutia.


'' *Tidak apa-apa dek, o ya kapan nih bisa main ke tempat mas?''


'' Belum tahu mas, sebulan ini kayaknya aku gak libur karena majikan akan pindah rumah jadi sibuk deh.''


'' Oh, ya udah jaga kesehatan yah mas selalu menunggu kedatangan mu.''


'' Lebay... udah ya mas, aku mau istirahat?''


'' Iya cantik met bubu yah... Codau.


'' Codau.(selamat tidur/mimpi indah*).


………


'' Hmm istirahat dulu deh Alhamdulillah dapat 3 kotak.'' Gumam nya.


'' Yeo ayo siap-siap sudah waktunya ke sekolah.'' Seperti biasa Mutia mengantarkan Yeo ke sekolah dan pulangnya mampir belanja di pasar.


'' Mas Daniel sedang apa dia disini.'' Mutia berbicara sendiri sambil jalan melihat di samping stadion sepak bola terlihat ada seng-seng yang berdiri kokoh menghalangi pembangunan di dalam nya agar para pekerja tidak terganggu dengan lalu lalang orang lewat.


Saat itu Daniel memakai helm proyek yang sedang mengawasi pembangunan apartemen yang kesekian kalinya, dia turun langsung ke lokasi karena ingin melihat sendiri kinerja para pegawai nya.


Semenjak pulang dari Indonesia bisnis Daniel berkembang pesat dan merambah di berbagai negara.

__ADS_1


Daniel baru keluar dari pintu dalam proyek itu dan pas pula Mutia biasa lewat situ jika mengantar jemput Yeo.


'' Mas,..'' Sapa Mutia sambil membawa tas belanjaan nya.


'' Kamu dek, kenapa gak bawa payung panas gini?'' Tanya nya.


'' Tunggu sebentar...!! '' Lee, Pongo Lei Lo Pace Hai kaje !! (tolong ambil payung di mobil).


Lee segera mengambil payung dan menyerahkan pada Mutia.


" Mas Daniel, aku kan sudah bilang gak usah. Dekat aja nya nanti lewat jembatan udah gak panas lagi." Ucap Mutia.


" Sudah sana pakai, o ya dek tadi malam bilang mau pindah emang kapan?" Tanya Daniel, beberapa orang yang lewat tampak melihat ke arah mereka.


" Liko Hai pingko timkai wui gengkai dungmai ko Yan geh( siapa dia, kenapa bisa ngobrol sama orang itu)?" Ucap ibu-ibu yang lewat pada teman disampingnya yang tidak sengaja di dengar Mutia.


" Timwui ngo ci a, holang Liko Hai goe kungyan o (Mana aku tau, mungkin pembantu nya lah)." Ucap ibu satu nya.


" Udah yah mas, aku pulang dulu nanti kalau udah pasti kapan pindah nya, aku kasih tahu ke mas Daniel.."


" Ok lah, siusam a (Hati-hatilah)!!"


Mutia pun memakai payung yang diberi oleh Daniel, dia berjalan menjauhi kawasan itu.


" Sebenarnya mas Daniel kerja apa sih, Hmm sudah lah bukan urusan ku sih." Gumamnya terus melangkah dan tidak terasa sudah di lobi apartemen majikannya.


…………


Sedikit info rata-rata rumah di Hongkong adalah apartemen yah.

__ADS_1


Kalau yang cuma 3 tingkat bisa disebut vila dan itu letaknya jauh kaya di pedesaan gitu.heeee....


__ADS_2