Kisah Cinta Dua Negara

Kisah Cinta Dua Negara
22


__ADS_3

Ayah Daniel masih bersimpuh di kaki grandma yang sebenarnya adalah ibu kandungnya.


Tanpa menyuruh tuan Robert atau anaknya grandma yang asli bernama Emely melangkah ke sebuah kamar dimana yang dulunya di tempati sang menantu kesayangan


'' Cucu ku kemarilah!!!" Dengan perlahan grandma membuka kunci kamar itu, kamar dimana bertahun-tahun lamanya tidak ada seorang pun yang boleh masuk terkecuali dirinya.


" Lihatlah nak, ini kamar ibu mu, ibu kandungmu." Terlihat kamar yang masih begitu apik walau tidak berpenghuni didinding atas tempat tidur terdapat foto pernikahan yang cantik nan elegan, seorang pengantin perempuan di peluk dari belakang oleh sang suami yaitu Robert Steve.


Daniel masuk ke kamar itu pandangannya langsung tertuju di bingkai foto kecil di atas nakas disamping tempat tidur.


Wanita itu tersenyum begitu ayu dengan bayi berumur 10 bulan di pangkuannya.


" Grandma apa ini ibu kandungku??" Mengambil dan membelai kaca bingkai itu.


" Dia menantu kesayangan grandma, kalau saja ayahmu tidak menyakitinya mungkin dia masih bersama kita. Dasar anak kurang aja* hiks.... " Tangisan grandma pecah dan menghambur di pelukan cucunya.


Mata Daniel pun basah oleh air mata dengan erat memeluk tubuh grandma.


Setelah beberapa saat Daniel melepas pelukan neneknya, Daniel masih asyik melihat benda-benda dari almarhum ibunya sementara itu tuan Robert masih terduduk mengharap ampunan dari sang Ibunda.


" Grandma, aku ingin melihat makam ibu!!" Pinta Daniel.


" Sayang kamu pasti akan melihat dan ketempat peristirahatan terakhir ibu kamu, tapi untuk hari ini istirahatlah dulu besok grandma akan kesana bersamamu." Ucap neneknya.

__ADS_1


" Grandma apa ini semua??"...


" Nanti akan grandma ceritakan semua tentang ibu mu sebelum kamu akhirnya dibawa Dady mu ke sana." Jelas sang nenek.


Grandma dan Daniel keluar dari kamar itu dan sekarang kunci kamar itu di serahkan ke Daniel, karena grandma akan pelan-pelan menjelaskan kepada cucunya tentang ibunya.


'' Bangunlah kau anak sialan!! Seru grandma.


Tuan Robert pun bangun dan mendudukan dirinya di sofa ruang tamu.


'' Jangan sekali-kali kau masuk ke kamar itu paham!!


'' Baik mom.


Tuan Robert dengan berat melangkahkan kakinya menuju kamar tamu, sebenarnya ia pengen sekali masuk ke kamarnya yang dulu ia tempati bersama istri tercinta sebelum si pengganggu datang.


………


Makan malam itu terasa sunyi padahal anak dan cucu sudah kembali, tapi hati grandma masih belum menerima tentang semua itu.


Setelah selesai makan malam grandma mengajak Daniel kembali memasuki kamar ibu nya.


Sejenak sang nenek termenung mengingat kenangan bersama anak dan menantu juga cucu kecilnya, hingga tak terasa pipinya sudah basah dengan air mata.

__ADS_1


" Selama ini apa yang kamu dapat dari momy mu disana nak??" Tanya gandma.


" Maksud grandma apa?


" Yah, apa yang di ajarkan dia kepadamu?


" Tidak grandma tapi sudah pernah aku ceritakan semua kalau,selama ini aku hanya di urus oleh Ayi (bibi).


" Hmm grandma hanya ingin tahu saja ternyata wanita ular itu tidak becus menjaga anak dan cucuku." Ucap grandma dan diteruskan dengan cerita ibu Daniel.


" Ibu mu bernama Maylin dia perempuan yang sangat cantik.


# Beberapa tahun yang lalu #


'' Siapa namamu nak?'' Tanya Ny.Emely pada pembantu baru nya.


'' Nama saya Maylin Nyonya.'' Ucap gadis keturunan Chinese Indonesia tapi hidupnya tidak beruntung sehingga dia harus rela jadi tulang punggung keluarga walau sebagai pembantu.


'' Nama yang cantik seperti orangnya.'' Puji Ny.Emely


'' Terimakasih Ny atas pujiannya.


# off #

__ADS_1


__ADS_2