
'' Sayang....'' Panggil Daniel pelan.
Mutia kaget tiba-tiba dipeluk dari belakang.
'' Mas, jangan gini nanti dilihat mereka kan aku malu.
'' Makanya kalau ada masalah tuh cerita jangan di pikul sendiri!
'' Bisa aja kamu mas, ini masalah aku gak ada kaitannya sama mas.
'' Masalah kamu masalah mas juga sayang.'' Menyentil hidung Mutia.
'' Iloveyou my sweetie.'' Ucap Daniel di telinga Mutia yang masih dia dekap dari belakang.
'' Mas....
'' Ayo pergi kita makan di luar aja...!
Mereka pun keluar bersama-sama menuju restoran di lantai bawah.
'' Mutia sweet bangettttt sih...'' bisik Erna.
'' Erna pengen tuh digituin heee.'' kata mba Tri.
'' Sayang seribu sayang cowok aku jauh di Indonesia sana.'' Ucap Erna lesu.
'' Halah bentar lagi kan jumpa tuh sabar neng sabar berapa bulan lagi.'' ledek mba Vi dan mba Tri dan di senyumin Mutia.
Mereka pun sampai di restoran setelah menunggu berapa menit barulah giliran mereka dapat tempat duduk.
'' Tulisan nya gedek semua mba Vi mana bisa di baca.'' Ucap Erna yang membuat semua jadi tertawa.
'' Kan ada English nya sih Er.'' Potong Mutia.
'' Iya Erna ini macam tak biasa aja.'' Ucap mba Tri.
'' Pesan lah apa saja yang ingin di makan...! Sela Daniel yang duduk di samping Mutia.
'' Aku mau ceker asam manis yang pedas itu ah Hmm pasti sedap.'' Kata Erna membayangkan.
__ADS_1
Hampir 2jam lebih mereka menghabiskan waktu makan di restoran.
'' Mutia maaf yah, aku dapat telpon dari teman satu kampung katanya pengen ketemu di north point.'' Ucap mba Vi setelah mereka keluar dari restoran.
'' Heee aku juga mau ikut mba Vi yah mutia.'' Sela Erna.
'' Pasti mna Tri juga nih??'' Ucap Mutia.
'' Heee iya Mutia aku mau sekalian nyari baju disana.
'' Ya udah deh kalian hati-hati yah sampai ketemu pas mau pulang nanti.''
'' Oke boss....'' Ucap mba Vi, Erna dan mba Tri berbarengan.
'' Bye...
………
" Apa mau langsung ke sana dek?" Tanya Daniel.
" Iya mas biar gak kesorean.
" Ya sudah mas antar yah, mas ambil mobil dulu!
" Gak ada yang namanya merepotkan untuk kamu sayang!
" Tapi...
Daniel menggandeng tangan Mutia dan membawanya ke parkiran apartemen.
" Sayang ceritakan ada masalah apa??
" Gak ada mas, cuma masalah keluarga aja kok.
" Betul???
" Iya..."
" Terus tujuan ke Causeway Bay mau ngapain??"
" Hmm..., aku..., aku mau narik uang mas untuk dikirim ke Indonesia.
__ADS_1
" Ya ampun sayang kenapa gak bilang dari tadi, ayo...!!
" Kemana mas kok gak jadi naik mobil??
" Kita ke atas dulu!!" Ajak Daniel
" Emang mau ngapain??? Ucap Mutia ragu.
" Jangan berpikir yang aneh-aneh ayo...!, mas gak bakal ngapa-ngapain kamu sayang.
Daniel menekan sandi pintu masuk, setelah sampai di depan apartemen nya.
" Duduk lah!!
Mutia menuruti perintah Daniel, ia duduk di sofa ruang santai.
" Berapa no rekening bapak??
" Maksud mas??
" Hmm apa mas harus cium kamu dulu dek biar konek.
" Tidak.. tidak " Ucap Mutia gugup. " Tapi mas... aku gak mau nanti dikiranya aku memanfaatkan mas.
" Mas gak keberatan sayang, berapa yang bapak butuh kan??
" Sebenarnya aku gak tau sih minta berapa nya tapi.... " Mutia pun akhirnya menceritakan tentang masalah dalam keluarga nya dan tentang kakak ipar nya yang memaksa.
" Dek, jangan pernah pergi dari mas!! Setelah sekian lama mas menunggu dan mencari, syukurlah kamu bisa selamat saat itu dek. Ya sudah telpon bapak aja perlu berapa.
" Sebentar mas."
Setelah berapa menit ngobrol dengan orangtuanya Mutia pun menanyakan perihal uang itu.
" Mas, bapak butuh 30juta tapi kalau aku gak ada juga gak memaksa." Ucap Mutia pada Daniel.
" Sayang sayang mas kan ada.. sekarang tidak usah dipikirin lagi, mana no rekening nya.
" Ini mas...
" Siip sudah masuk sayang."
__ADS_1
" Mas apa aku gak membebani mas??
" Tidak sama sekali...sayang, aku mencintaimu dan mas juga berharap mendapatkan cinta dari kamu dek...