Kisah Cinta Dua Negara

Kisah Cinta Dua Negara
Bab 48


__ADS_3

Tiba-tiba...


'' Hei mau dibawa kemana bos kami??


Dua pengawal suruhan Lee datang menghadang dua pelayan tadi yang hendak membawa tubuh Daniel.


'' Siapa kalian jangan ikut campur dia kekasihku dan sedang tidak enak badan jadi aku akan membawanya untuk istirahat.


'' Maaf nona kami akan membawa bos kami untuk pulang permisi!


Dua orang suruhan Daniel segera membawa Daniel pergi dari tempat itu.


'' Br****k gagal lagi Arghhh." Geram Ferra frustasi.


Setelah membayar semua tagihan Ferra beranjak dari tempat itu dan menuju club malam untuk melampiaskan kekesalannya.


Sementara itu...


" Apa yang terjadi dengan cucuku huh??" Tanya grandma khawatir.


Lee memapah bos nya masuk kedalam kamar dan membaringkan tubuh bosnya di atas tempat tidur.


" Maaf grandma Mr sepertinya dalam pengaruh obat tidur." Jelas Lee


" Apa yang terjadi sebenarnya???" Tanya grandma penuh kekhawatiran karena ia tahu cucunya sudah jadi orang hebat dan sudah pasti akan ada banyak musuh yang menginginkan bisnisnya.


" Saya kurang tahu grandma, baiknya grandma tanya langsung kalau Mr sudah bangun.


" Baiklah kamu boleh pergi dan terimakasih Lee, sudah melindungi cucuku.


" Itu sudah jadi tugasku grandma permisi.


" Yah pergilah.


Malam mulai menuju pagi... tampak Daniel mulai terbangun dari tidurnya...


'' Awww....'' Daniel memegangi kepalanya yang terasa sakit dan berat.


'' Cucuku kamu sudah bangun nak, sebenarnya apa yang terjadi pada mu nak?'' Tanya grandma, Daniel masih berusaha mengumpulkan kesadarannya.

__ADS_1


'' Grandma aku dimana?...


'' Kamu dirumah nak, minumlah dulu...'' Grandma memberikan Daniel air putih yang sudah tersedia di meja samping tempat tidurnya.


'' Terimakasih grandma..., aku tidak menyangka teman yang selama ini aku anggap baik akan tega berbuat hal sekeji ini.'' Ucap Daniel yang sudah mulai ingat sepenuhnya.


'' Siapa yang kamu maksud nak?..


'' Grandma sudahlah ini urusanku aku akan. buat perhitungan dengan nya nanti.


'' Terserah kamu, grandma harap kamu lebih waspada lagi.'' Nasehat nya.


****@@@@****


Diwaktu yang sama


Entah kenapa pikiran Mutia malam itu begitu cemas, ia pun meminta izin pada majikannya untuk beristirahat dan masuk ke kamarnya.


" Yeo cece emsifuk(tidak enak badan) malam ini kamu tidur sama momy yah!" Ucap Dadai.


" Ya mom, Cece faiti yausik lah(cepat istirahat) semoga cepat sehat ya Cece.


" Mas Daniel ada apa dengan dirimu? semoga tidak terjadi hal buruk padamu mas." Gumam Mutia.


Pagi pun tiba seperti biasa Mutia mengerjakan rutinitas hariannya, menjelang siang setelah mengantar sekolah Yeo Mutia menyempatkan diri berkunjung ke apartemen Daniel.


Mutia langsung menekan sandi pintu masuk seperti biasa.


Ceklek


Saat itu grandma sedang menonton siaran TV dan hari itu juga Daniel tidak ke kantor ia menyerahkan pekerjaan semua pada Lee.


" Grandma maaf aku kira grandma berada di apartemennya Dady..


" Sayang kamu datang masuklah tidak usah sungkan bukankah ini juga apartemen kamu." Ucap grandma tersenyum menyambut kedatangan Mutia.


" Ada apa sayang pasti kamu kangen yah sama calon suami mu hmm???...


Blusssh...

__ADS_1


Pipi Mutia merona mendengar sang nenek menggombalinya.


" Grandma..., apaas Daniel hari kerja?? entah kenapa sejak semalam pikiran Mutia tidak tenang..


" Kalian memang berjodoh ada apa-apa dengan pasangan pasti salah satunya akan merasakan." Ucap sang nenek


" Maksud grandma?? Mutia sedikit terkejut dan menduga-duga apa yang terjadi dengan calon suaminya.


" Lihat sendiri dikamar nya nak! Suruh sang nenek.


" Mutia ke kamar mas Daniel dulu grandma.." Mutia berjalan menuju kamar Daniel.


" Tok tok tok...Klek.


Mutia mengedarkan pandangannya dikamar Daniel.


" Kemana mas Daniel, kok sepi kamarnya.


Ceklek...


Daniel baru saja keluar dari kamar mandi dan kaget melihat Mutia berada di kamarnya.


" Sayang, kapan kamu datang?? Mutia masih terpejam dan membalikkan badannya.


" Mas, maaf aku sangat khawatir padamu tapi bisakah mas cepat berpakaian..!


Daniel malah semakin mendekati calon istrinya itu.


" Kenapa malu hum..., sebentar lagi kita akan menikah juga, bukalah matamu!


" Mass aku keluar saja...


" Ok Ok, kamu tunggu sebentar mas ganti baju dulu.


Mutia duduk di sofa yang ada di kamar Daniel, tak berapa lama Daniel keluar dari ruang ganti Daniel memakai kaos oblong dengan celana pendek.


" Mas gak ke kantor hari ini? apa yang terjadi mas? Tanya Mutia sudah tidak sabar ingin tahu


" Sayang, memang nya apa yang terjadi sama calon suami mu ini huh.." Mendekati Mutia dan mengangkat dagu yang sedikit lancip itu mata Daniel memandangi mata bening Mutia.

__ADS_1


" Mas...


__ADS_2