
Kapal yang Mutia naikki pagi itu mendarat di pelabuhan Tanjung emas Semarang.
Mutia memanggil kang ojek untuk mengantar sampai ke loket bus.
2jam lebih bus yang di tumpangi Mutia sudah berhenti di terminal kota Kendal.
----
'' Ahh rasanya lega sekali aku bisa pulang ke kampung halaman lagi. Ucapnya.
Pintu rumah Mutia terbuka tapi tak terlihat penghuninya.
'' Assalamu'alaikum ibu. Tak ada jawaban Mutia masuk ke dalam hingga ke dapur dan melihat sang ibu sedang bersih-bersih gudang padi.
'' Ibuuuu Muti kangen. Memeluk ibunya dari belakang.
'' Ya Allah nak kamu pulang?? Dengan siapa?? Berondong ibu Mutia.
'' Iya Bu Muti pulang dan Muti pulang sendiri.
'' Abangmu gak nganterin kamu nak? teganya. Ucap ibu.
'' Ibu, Abang kan kerja jadi gak bisa ngantar Muti pulang lagian Muti berani kok pulang sendiri buktinya sekarang Muti dah sampai rumah. Ibu Muti memeluk anaknya haru.
'' Jadi gimana sekolahnya nak??
'' Ibu Muti kan baru sampai, Muti istirahat dulu yah nanti Muti cerita semua, hmmm bapak mana bu??
'' Masih ke sawah nak.
__ADS_1
'' Oh, Muti ke kamar dulu Bu.
---
'' Mba Yuni ini gimana sih, aku sudah kasih uang banyak ya ke mba tapi mana malah si Muti udah pulang aja ke Jawa, aku tidak mau tahu balikan uang yang sudah aku kasih ke mba!! Ucap Roni kesal.
'' Ini juga karena ulahmu kan Ron, coba kamu mau bersabar ngadepin sikap Muti, kamu terlalu buru-buru jadi Muti takut sama kamu jadi kabur dia, gak mau yah aku balikin duit kamu. Ucap yuni di telpon.
'' Apa maksud kamu Yun?? Duit? duit apa?? Tanya Syarief, Yuni yang kaget dengan cepat menutup teleponnya.
'' Bukan apa-apa mas, ini teman aku beli barang gak sesuai masa duitnya minta di balikin. Bohongnya.
'' Kamu tidak bohong kan??
'' Gak lah mas, mana berani aku. Ucap Yuni lagi.
---
'' Bu, Muti mau ke rumah teman ya? Ucapnya minta izin.
'' Iya jangan lama-lama.
Mutia mengambil sepedanya yang masih terlihat bagus, sepeda itu kenangan di waktu sekolah dulu, suka dukanya bareng teman-teman berangkat dan pulang sekolah di kampungnya.
Tidak berapa lama, Muti sampai di rumah temannya.
'' Assalamu'alaikum??
'' Waalaikumsalam, eh Mutia mari masuk nak, dengar-dengar kamu lanjut sekolah ikut Abang mu yah? Ucap ibu temannya.
__ADS_1
'' Iya bi tapi karena gak betah disana Muti minta pulang dan putus sekolah. oh ya bi mana Sri??
'' Lho kamu gak dengar ya, Sri udah berangkat ke negara HongKong baru dua Minggu yang lalu kami ikut mengantar di bandara.
'' Haaaa ke Hongkong bi? Kaget Mutia, raut mukanya nampak sedih
'' Ternyata banyak yang sudah berubah ya bi, aku sampai tak tahu kalau teman aku ke Hongkong. Ucap Mutia lesu.
'' Iya begitulah hidup nak, kamu juga harus semangat.
'' Iya bi. ya sudah Muti pamit pulang bi.
Dalam perjalanan pulang Muti terus kepikiran soal temannya yang merantau sampai ke negara Hongkong.
Sesampainya di rumah...
'' Sudah pulang nak? Sapa ibu.
'' Iya Bu, ternyata Sri sudah berangkat ke Hongkong.
'' Oalah nak, iya ibu lupa ngasih tahu kamu kalau temanmu itu menjadi TKW ke sana.
'' Kalau gitu Muti juga pengen ke Hongkong ya Bu.
'' Hei, jangan asal ngomong nak, harus dengan keyakinan karena kerja kesana butuh waktu yang lama. Ibu takut nanti kamu gak betah minta pulang, yang ada bapak sama ibu bingung nyari uang kemana untuk menebus mu bisa pu lagi ke Indonesia.
'' Segitunya ya bu???
'' Iya nak pikirkan matang-matang dulu sebelum melakukan sesuatu!
__ADS_1