
Seminggu berlalu, Mutia diterima kerja sebagai cleaning service di mall di kota Samarinda.
Hari-harinya berjalan seperti biasa tapi tidak dengan hari ini, hari dimana ia libur dari kerjanya.
'' Muti hari ini kamu gak ada acara kan?? Tanya kakak ipar nya.
'' Gak ada kak, kenapa?
'' Nanti siang ada tamu yang akan datang kamu temui dia yah!!
'' Emang siapa kak, kok harus aku yang nemuin??
'' Gak usah banyak tanya turuti aja!!
'' Iya kak. Jawab Mutia.
Hari itu Syarif sudah berangkat bekerja, tinggallah Yuni dan Mutia di rumah. Yuni sedang hamil 3bulan dan bawaannya terlalu manja pada abangnya.
Jam 11 siang terdengar pintu di ketuk, Yuni segera ke depan.
'' Kamu Ron, ayo masuk!!
'' Muti sini dek.
'' Kalau ada maunya aja sok sok panggil dek, huek. Muak Mutia.
Mutia yang hari itu seharusnya kerja disuruh izin untuk tidak masuk oleh kakak ipar nya.
'' Ron, ini adek iparku kenalin!
'' haii aku Roni.
'' Mutia. Ucap Mutia males.
'' Aku tinggal dulu yah. Ucap Yuni, dan datang dengan minuman beserta cemilan.
'' Dek Muti, ada waktu gak gimana kalau kita jalan-jalan?? Ajak Roni mulai pendekatan.
Mutia melirik ke Yuni dan melihat Yuni menganggukan kepalanya menyuruh Mutia bilang iya, padahal Mutia sangat tidak ingin kemana-mana.
__ADS_1
'' Boleh kak.
Roni mengajak Mutia pergi ke bukit dimana banyak pasangan muda mudi disana dengan motor ninja nya.
'' Kenapa aku harus menuruti kemauan kakak ipar, benar-benar menyebalkan. Rutuknya dalam hati.
'' Ayo dek, dah sampai nih. Roni mengajak Mutia ke sebuah restoran di tempat wisata bukit itu, terlihat disana muda mudi sedang asyik bercanda dengan pasangan masing-masing, tapi tidak dengan Mutia yang sebenarnya malas dan dongkol.
Tangan Roni hendak memegang tangan Mutia, Mutia yang menyadari dengan cepat memindahkan tangannya.
'' Ihhh mau apa dia. Ucap Mutia dalam hati.
'' Kak, jangan sampai sore yah takut abangku keburu pulang bisa-bisa aku kena marah. alasan Mutia agar cepat pulang.
'' Baiklah dek. Ucap Roni yang gagal untuk menggenggam tangan Mutia.
Jam 4 sore, mereka pun meninggalkan tempat wisata itu.
Sesampainya di rumah benar saja Abang Mutia sudah pulang dari kerja.
'' Dari mana kamu dek??
'' Maaf bang, tada Mutia aku ajak jalan sebentar. Ucap Roni, yang melihat Yuni mengedipkan matanya.
Seminggu sekali bila ada waktu Roni selalu datang mengajak Mutia pergi tapi Mutia selalu punya alasan menolak nya.
Tiba dimana saat Roni mengutarakan niatnya untuk melamar Mutia.
'' Kak Roni maaf Mutia, belum mau terikat dan Mutia juga masih pengen cari pengalaman dulu. Ucap Mutia. beralasan karena memang dia tidak ada rasa sedikit pun pada Roni.
Hingga pada suatu hari Mutia berucap pada abangnya.
'' Bang, terus terang Mutia sudah gak betah disini, Mutia ingin kembali ke Jawa. Ucap Mutia menunduk.
Mutia tahu Kakak ipar nya berusaha untuk menjodohkan dirinya dengan Roni yang seorang anak dari walikota di kota itu.
'' Kenapa dek?? Tanya abangnya.
'' Mutia kangen bapak sama ibu bang.
__ADS_1
'' Terus kerjaan kamu??
'' Mutia akan berhenti bang, dan tolong belikan Mutia tiket pulang bang. Ucap Mutia seakan air matanya akan jatuh.
'' Ya sudah nanti abang telpon kan.
Mutia tahu kalau Roni berusaha untuk melecehkan nya kalau saja tidak ada orang yang lewat saat itu. Bersyukur waktu itu ada bapak-bapak yang baru pulang dari ladang.
Flasback on.
'' Kenapa motor nya kak?
'' Tidak tau tiba-tiba, berhenti. Ucap Roni padahal sengaja dimatikannya.
'' Kak Roni mau apa??
'' Jangan sok suci dek, masa kamu gak tahu?
'' Kak, ayo pulang udah mau sore ini. Roni mendekati Mutia dan memegangi tangan Mutia, Muti berusaha menghindar ketika Roni akan mencium nya.
'' Lepas kak, kakak mau apa? Muria meronta hingga terdengar orang-orang yang sedang. bercakap-cakap. Seketika Roni melepas tangan Mutia dan pura-pura mengecek motor nya.
'' Kenapa motor nya dek? Ucap salah satu bapak itu.
'' tidak apa-apa pak kayaknya mogok.
'' Perlu kami bantu nak?
'' Tidak usah pak terimakasih. Ucap Roni.
Mutia yang masih ketakutan berdoa dalam hati nya.
'' Jangan lama-lama disini dek daerah sini rawan. Ucap bapak satunya lagi. Roni mencoba menyetater motornya dan berbunyi.
'' Iya pak, ini sudah bisa, kami permisi dulu pak, ayo dek. Ucap Roni.
Mutia berucap syukur.
Flasback end
__ADS_1