
Hari itu Daniel dan Mutia akan melakukan perjalanan menuju ke kampung halaman Mutia, Mutia menolak memakai helikopter karena dia tidak ingin membuat heboh masyarakat di kampungnya.
'' Mas kita naik mobil aja yah, aku gak mau di bilang sombong sama orang kampung...!''
'' Hmm baiklah sayang...'' Setelah selesai menyiapkan segala sesuatunya Daniel sudah menyiapkan 2 mobil sekalian membawa seserahan.
Dengan beberapa asisten rumahnya yang ikut serta untuk membantu dan dua supir.
" Sudah siap semua??" Tanya Daniel pada orang nya.
" Ok baiklah kita akan berangkat." Ucapnya lagi " Grandma apa tidak sebaiknya ikut kita??"
" Tidak nak, grandma menunggu disini saja Karena ada meeting penting nanti."
" Ok lah grandma, jaga diri yah." Daniel dan Mutia mencium punggung tangan sang nenek.
Dua mobil itu sudah keluar dari mansion grandma... Setengah jam perjalanan, terlihat ada dua mobil hitam dari kejauhan yang mengikuti mobil yang ditumpangi Daniel dan Mutia.
" Mas, Hmm... boleh gak kita naik kereta api pulang ke kampung nya yah??" Mutia melihat stasiun dan terlintas pikiran ingin naik kereta api pulang ke kampung halamannya.
" Ada apa sayang kok tiba-tiba pengen naik kereta api?? Tanya Daniel mengerutkan dahinya.
" Gak tau mas pengen aja, aku kan belum pernah."
" Pak berhenti." Seketika sang supir pun menepikan mobilnya mendapat perintah dari majikannya.
" Apa ada yang tertinggal tuan muda?" Tanya si supir.
Sedangkan mobil yang satunya masih terus melaju di depan kare tidak tahu kalau mobil yang Daniel naiki tengah berhenti.
Dari kejauhan mobil yang mengikuti pun berhenti karena terhalang mobil lain jadi orang yang berada di mobil hitam itu tidak melihat Daniel dan Mutia turun.
__ADS_1
" Tidak pak, o ya bapak lanjutkan aja perjalanan ikuti saja peta itu." Daniel dan Mutia menaiki taxi menuju stasiun kereta api.
Pak supir pun melanjutkan perjalanan, begitu juga dua mobil yang mengikuti mereka.
Sementara itu...
" Pak apa sudah ada kabar dari Mutia?" Tanya ibu sambil menggendong sang cucu yang tertidur.
" Belum Bu katanya hari ini melakukan perjalanan, kita berdoa aja Bu semoga mereka selamat dalam perjalanan."
" Aamiin iya pak, ya sudah ibu mau naruh Amel di kamar dulu."
" Assalamu'alaikum pak.." Ucap Syarif.
" Waalaikumsalam sudah pulang nak, gimana keadaan toko mu hari ini?"
" Alhamdulillah setiap hari ramai pembeli pak, o ya apa ada kabar dari adek?"
" Aamiin, Syarif masuk dulu pak." Bapak mengangguk dan berjalan ke halaman melihat ke jalan kalau-kalau ada tanda-tanda kedatangan anaknya.
***
" Astaghfirullah..." Ucap Mutia.
" Ada apa sayang?"
Kini mereka sudah berada di dalam kereta api menuju ke kampung halaman Mutia, Daniel duduk berdampingan di kursi penumpang di gerbong no tiga.
" Aku lupa ngasih kabar ke bapak mas, pasti mereka khawatir."
" Astaghfirullah, mas juga gak ingat dek."
__ADS_1
Mutia segera menghubungi orang tua nya, karena beberapa jam lagi mereka akan tiba di stasiun di kota kelahirannya.
****
" Bos kami sudah melakukan perintah Anda, mobil yang mereka tumpangi terguling dan kami pastikan tidak ada yang selamat." Ucap laki-laki diseberang sana.
'' Bagus, Aku ingin wanita itu celaka, dan aku tidak ingin mendengar kata gagal...!!'' Ucapnya.
'' Kamu sudah menghancurkan bisnis Daddy Son jadi kamu harus terima akibatnya..'' Gumam ayah Daniel yang sudah memerintahkan beberapa orang untuk mengikuti pergerakan Daniel.
Ayah Daniel masih dendam dengan sang anak sehingga tega ingin mencelakai nya dan yang utama mencelakai Mutia.
Tuan Robert tersenyum puas ia mengira anak buahnya sudah berhasil menjalankan perintah nya.
***
" Bu tadi ada kabar katanya Mutia naik kereta api bareng nak Daniel, siapkan makan malam ya bu pasti mereka lapar."
" Iya pak..."
Beberapa jam kemudian Daniel dan Mutia sampai di stasiun kota kelahiran Mutia.
" Apaaaa..... innalilahi wainnalillahi rojiun" Ucap Daniel gusar dan mendudukkan dirinya di kursi tunggu yang berada di dalam stasiun.
" Ada apa Mas??"...Mutia ikut terkejut dengan ucapan Daniel yang sedikit kuat.
'' Maaf sayang supir yang tadi akan membawa kita kecelakaan.''
'' Innalilahi wainnalillahi rojiun, terus gimana keadaan nya sekarang??''
'' Sudah tidak apa-apa sayang, polisi sudah membawa nya ke rumah sakit terdekat biar orang mas yang mengurus nya.''
__ADS_1
'' Oh...'' Daniel dan Mutia melanjutkan perjalanan menggunakan taksi. Tiba di rumah bapak dan ibu Mutia menyambut nya dengan haru.