
Indonesia
Sore itu Syarif dengan sang buah hati digendongnya baru turun dari bus.
'' Alhamdulillah sayang kita sudah sampai di kampung ayah, bentar lagi kita jumpa sama nenek.'' Ucap Syarif pada anak nya, ia sangat bersyukur selama diperjalanan anaknya tidak rewel, dikarenakan semenjak Syarif terkena PHK dia yang mengurus anaknya sendiri sedangkan istrinya Yuni hanya sibuk dengan urusannya diluaran sana.
Dengan menenteng tas yang berisikan baju-bajunya dan juga baju anaknya Syarif berjalan menyusuri gang rumah orangtuanya.
'' Syarif kok cuma berdua mana yuni??'' Tanya tetangga.
'' Iya Bu Yuni gak bisa ikut, sekarang dia sibuk dengan urusannya.'' Jawab Syarif.
'' Oh, apa gak rewel anakmu?
'' Alhamdulillah tidak Bu, mari!!
'' Ya..''
Tak berapa jauh berjalan Syarif sampai di depan rumah orang tua nya.
'' Assalamu'alaikum....?
'' Waalaikumsalam, Syarif kamu pulang kok gak kabar-kabar nak?? Ya Allah cucu nenek sini nak...! Ibu menggendong cucunya.
'' Istirahatlah dulu nak pasti kamu capek, lho mana yuni apa dia gak ikut pulang?
'' Iya pak, biar Syarif rehat dulu ya pak capek banget.
Syarif menuju kamar yang dia tempati waktu pulang pertama bersama istri dan anaknya.
'' Pak, ada apa dengan rumahtangga anak kita?? Tanya bapak.
'' Entahlah Bu, tunggu dia bercerita saja, ibu suapi dulu cucu Ibu pasti dia lapar!
'' Iya pak.'' Ibu mengambil makan dan menyuapi cucunya.
Malam pun tiba, bapak dan ibu sedang duduk menonton televisi sedangkan cucunya sudah ia tidur kan dikamar.
Syarif mendekati kedua orang tuanya....
'' Pak, Bu....'' Syarif terdiam sesaat, bapak dan ibu masih menunggu kelanjutan ucapan anaknya...
__ADS_1
'' Syarif dan Yuni sudah berpisah...'' Ucap Syarif dan tertunduk lesu.
'' Innalilah...
Perlahan Syarif menceritakan semua kejadian yang menimpa rumahtanya dan Yuni yang meminta cerai.
'' Ya sudah mungkin itu semua sudah kehendak Nya nak, sekarang rawatlah anakmu hingga ia jadi anak yang baik dan tidak kurang kasih sayang, mungkin hanya sampai disini jodoh kalian.'' Nasehat ibu.
'' Syarif harus cari kerja lagi Bu, untuk melanjutkan hidup.
'' Iya nak bapak sama ibu pasti mendukungmu mana baiknya kamu sudah bisa memilih nya.
Drrrtt drttt drttt
'' Assalamu'alaikum...'' Ucap bapak.
'' Mutia, iya nak bapak sama ibu sehat kami sedang nonton TV, o yah ini ada Abang mu apa mau ngomong??
'' Hallo dek, gimana kabar mu? iya Abang sehat ponakanmu juga sehat.., mau ngomong sama ibu? bentar yah.
Hingga satu jam kemudian telpon pun berakhir...
'' Ibu tidak tahu nak tapi alangkah baiknya bersabarlah apalagi adekmu sudah dilamar dan mungkin sebentar lagi dia akan menikah.
'' Dilamar bu?? Dengan siapa orang mana? apa dia baik?'' Cerocos Syarif.
'' Yah sepertinya dia orang baik, buktinya dia jauh-jauh langsung datang melamar, ceritanya panjang Rif.
Ibu mulai bercerita dimana nama baik keluarga menjadi bahan ejekan dikampung itu.
'' Astaghfirullah segitu nya Bu kenapa gak ada yang ngasih tau aku bu??
'' Sudahlah sekarang sudah tidak ada lagi yang harus di khawatirkan lagi, pasti ini yang terbaik untuk adikmu.
'' Semoga Bu, o yah kapan Mutia pulang Indonesia?
'' Belum tahu pastinya tapi mungkin tidak lama lagi, nak rehatlah sana sudah malam nanti anakmu terbangun nyariin kamu.
'' Baik Bu...''
***
__ADS_1
Hongkong
'' Dan, kita bisa ketemuan gak? Please yah sebelum aku balik ke Indonesia!" Mohon Ferra di telpon.
" Hmm kapan kamu mau balik ke Indonesia?'' Tanya balik Daniel tidak menanggapi ajakan Ferra.
" Lusa Dan, kumohon apa kamu tidak menganggap ku sahabat mu lagi??'' Ucap Ferra sendu.
'' Dimana Ferr?? Ucap Daniel kemudian.
'' Ok besok malam yah aku sMs kan alamat nya. Bye Daniel. Ferra segera mematikan panggilan telepon nya.
'' Yess aku harus menyusun rencana matang-matang aku tidak ingin gagal lagi.'' Gumamnya girang.
Keesokannya setelah Daniel mendapat sMs tentang alamat tempat ketemuan dengan Ferra...
'' Dan, kamu datang? Aku kira kamu tidak akan memenuhi undangan ku.'' Ucap sedikit merajuk.
'' Maaf sedikit terlambat...
'' Duduk Dan, ini minuman mu..'' Ferra menyodorkan wine di hadapan Daniel.
'' Terimakasih tapi maaf Ferra kamu kan tahu aku tidak minum-minuman beralkohol.
'' Hanya sedikit saja please yah kamu gak pernah deh hargai aku sebagai sahabat.
'' Hmmm tidak terimakasih kalau kamu ingin aku tetap tinggal ambilkan aku minuman dingin lainnya.'' Pinta Daniel datar.
'' Ok Ok, Pelayan! Seru Ferra memanggil pelayan di tempat itu untuk meminta minuman non alkohol dan mengedipkan matanya.
Pelayan itu yang sudah tahu kode dari Ferra segera mengambilkan minuman.
Makanan sudah siap terhidang di meja mereka, Daniel dan Ferra mulai menikmati makanan tersebut.
Tanpa merasa curiga Daniel meminum jus dingin tadi sampai habis.
'' Shittt.... Kepalaku kenapa tiba-tiba berat seperti ini.'' Batin Daniel memegangi tengkuk kepalanya yang tiba-tiba berat dan ambruk di meja makan restoran yang sudah Ferra sewa.
Saat tubuh Daniel sudah sudah tidak bergerak Ferra memanggil dua pelayan untuk mengangkat tubuh Daniel ke kamar yang sudah disiapkan..
Tiba-tiba...
__ADS_1