Kisah Cinta Dua Negara

Kisah Cinta Dua Negara
Bab 75


__ADS_3

'' Ayah lihat, aku mau boneka itu...!'' Ucap Nuri menunjuk boneka teddy bear yang berwarna biru muda dengan pita di telinga kanannya.


'' Bibi Mila, tolong ambilkan itu!''


'' Wah yang ini yah, hemmm bolehbjuga tapi apa gak terlalu besar sayang?'' Nuri menggeleng dan tetap mau boneka itu.


'' Ya sudah bibi ambilkan yah...'' Kamila menuju etalase itu tapi karena tempatnya tinggi dan dia tidak bisa mengambilnya.


'' Biar aku aja dek...'' Sela Syarif.


'' Horeee....'' Teriak Nuri kegirangan.


'' Nah karena udah beli boneka dan jalan-jalan juga udah gimana kalau kita makan?''


'' Mau-mau, ayo bibi aku pengen makan disitu, bolehkan ayah?'' Syarif mengangguk dan menggandeng tangan kanan Nuri sedangkan tangan kiri digandeng oleh Kamila, mereka bak keluarga bahagia.


'' Ayah, Boleh gak aku panggil bibi Mila mama?'' Pertanyaan polos anak berumur tiga tahun lebih itu membuat Syarif terkejut, Bicaranya Nuri masih belum jelas kadang penyebutan R pun belum jelas x tapi karena sudah sekolah paud makanya kecerdasannya bertambah.


'' Sayang, tanya sendiri sama bibi Mila mau gak?'' Raut wajah Kamila bersemu merah, malu yah dia merasa malu tapi kata-kata anak kecil itu sungguh menyentuh hatinya, dia sesikit tahu kalau anak kecil di depannya memang sangat membutuhkan kaaih sayang dari seorang ibu kandung.


'' Boleh sayang....'' Ucapnya kemudian.


'' Horeeee Nuri punya mama...''


Ada kesedihan tersendiri di hati Syarif dan merasa tidak enak.


'' Ayo dimakan dulu nanti keburu dingin makanannya.


Hari sudah beranjak sore Syarif dan kamila yang menggendong Nuri yang tertidur karena kelelahan menuju parkiran.

__ADS_1


'' Biar mas yang gendong dek nanti kamu capek!'' Tawar Syarif,ia kini membawa barang belanjaan dan boneka Nuri.


'' Tidak usah mas, mas udah bawa barang banyak.''


Mereka kini sampai di mobil pick up, Syarif menaruh belanjaan di belakang dengan ditutup plastik.


Syarif membukakan pintu depan samping kiri dan Kamila masuk dengan Nuri yang sekarang di pangkunya.


'' Dek, maaf yah jalan-jalannya pake mobil yang untuk kulakan.?''


'' Gak apa-apa lho mas, yang penting kan udah bikin Nuri senang, lihatlah sampai dia kelelahan.'' Ucap Kamila, dia pun jarang jalan-jalan ke kota apalagi ke pusat perbelanjaan.


'' Kamu tidak malu dek..?''


'' Kenapa musti malu mas, ini kan mobil mas kan bukan hasil yang gak bener?''


'' Iya sih, tapi Mas gak enak, doain mas ya dwk biar bisa beli mobil jadi lain kali kita jalan-jalannya bisa santai.


'' Aamiin..., kapan jalannya mas keburu petang lagi.''


'' O yah.'' Syarif melajukan kendaraannya menuju pulang.


" Sayang kamu dimana? apa masih sama teman-teman kamu?'' Bunyi pesan yang Daniel kirim ke no whatsaap Mutia.


'' Aku udah pulang mas, kamu dimana?''


'' Ok mas pulang sekarang.''


Mutia tengah berada di dapur menyiapkan makan malam.

__ADS_1


'' Hmmm harum banget masak apa nih istriku?'' Daniel memeluk Mutia dari belakang, mengecup leher jenjang Mutia.


'' Mas Daniel bikin kaget aja, geli mas ahk....''


'' Mas udah laper sayang...''


'' Iya, mas duduk dulu yah bentar lagi siap ok...cup.'' Mutia mengecup bibir suaminya sekilas.


'' Wah udah mulai nih, makan yang mana dulu yah...?'' canda Daniel.


'' Hissst....


Mutia menyajikan makan malam dan mengambilkan untuk suaminya...


'' Sayang...ada yang mas ingin bicarain?'' Ucap Daniel disela-sela makannya.


'' Mas, kalau makan jangan sambil ngomong ok.!''


'' Siap Tuan putri...


Hai pembaca setia noveltoon gak terasa yah bentar lagi lebaran udah pada bikin kue apa nih...?


Maaf yah kalau nanti up nya lama, habis sibuk ngurus si kecil mohon dimaklumin yah.


O yah kalau ceritanya ngebosenin yah maaf aja kan bukan penulis yang udah handal, karena aku ini hanya sekedar menorehkan sedikit cerita sehari-hari aja.


Terimakasih atas kesetiaannya.


( ◜‿◝ )♡( ◜‿◝ )♡

__ADS_1


__ADS_2