
'' Tunggu apa lagi, ayo masuk.'' Ajak Daniel lagi.
Seorang pelayan restoran itu yang berjaga menyambut tamu terkejut karena bos nya datang tanpa memberi kabar. Daniel yang tahu wajah kaget dari pelayan nya hanya menaruh telunjuk di bibir nya tanda menyuruhnya untuk diam.
'' Hallo selamat datang di restoran kami, silahkan! Sapa pelayan itu membungkuk hormat.
Daniel mengajak Mutia dan teman-temannya untuk duduk ruangan vip.
'' Sebentar ya dek, mas ke belakang dulu.'' Ucap Daniel untuk izin ke toilet.
Melihat kepergian Daniel, muka mba Vi berubah pucat.
'' Muti, kamu yakin dia ngajak kita keaini?, ini restoran mahal lho.. jangan-jangan nanti dia ninggalin kita lagi, siapa yang mau bayar coba.
'' Mba Vi, jangan suudzon dulu mungkin dia memang ingin ke belakang, kalau pun dia gak bertanggung jawab kalian tenang aja aku bawa duit kok tapi di atm sih heee.'' Ucap Mutia yang masih bisa bercanda.
Sementara itu...
'' Mr Anda kemari...?'' Sapa manager restoran seorang laki-laki muda asli orang negara H.
'' Iya tolong antar makanan ke meja di ruangan A, dan jangan membuka identitas ku.
'' Baik Mr.'' Ucap pelayan yang rata-rata kebanyakan laki-laki ada juga sebagian wanita-wanita muda yang cantik.
Daniel kembali ke ruangan di mana Mutia dan teman-temannya menunggu.
'' Maaf yah lama.'' Ucap Daniel di pintu masuk ruangan itu.
__ADS_1
'' Gak apa kok mas, sini duduk.'' Ajak Mutia.
'' Daniel kamu yakin nih, ngajak kita makan disini?? restoran ini kan terkenal paling enak dan paling mahal tentunya.'' Tanya mba Vi.
'' Heee mba Vi dan yang lain nya tenang aja yah aku yang bayarkan ok.'' Ucap Daniel menenangkan muka-muka tegang di hadapan nya.
'' Syukur deh heee.'' Canda Erna. '' Mutia kamu the best deh punya cowok Tajir.
'' Apaan sih kenal juga baru aja.'' Muka Mutia bersemu merah.
'' Iya juga gak apa-apa.'' Ucap Daniel lagi dan mendapat lirikan tajam dari Mutia.
Tak berapa lama dua pelayan masuk membawa pesanan Daniel.
" Mas, kita kan belum pesan makanan kok udah datang aja ya?" Tanya Mutia.
" Terimakasih mas.''
………
" Eh bos bawa siapa sih, kayak para kungyan(pembantu) yang dari negara yanei(Indonesia) aja.." Ucap pelayan wanita.
" Hust... hati-hati kalau ngomong, bos kita juga dari sana kali, mau kena masalah kamu?
………
'' Ayo mba Vi, mba Tri, Erna di makan donk nanti keburu dingin dan udah jam berapa nih.'' Ucap mutia mengingat kan.
__ADS_1
Selesai makan malam....
'' Mutia, makasih yah berkat mu kita bisa makan enak nih gratis lagi, sering-sering aja heeee...'' Canda Erna dan yang lain nya.
'' Kok aku, sama mas Daniel tuh kan dia yang traktir iya kan mas??'' Ucap Mutia mengakrabkan diri.
'' Tidak usah sungkan.'' Daniel.
'' O ya mas, habis ini kita pulang yah, dan kita mau jalan kaki aja karena udah Deket juga.'' Ucap Mutia.
'' O ya Daniel makasih banyak yah traktiran nya.'' Ucap mba Vi.
" Bener nih gak mau di antar??'' Tawar Daniel lagi.
'' Tidak usah mas terimakasih, kalau gitu boleh kan kita pamit??
'' Iya hati-hati yah di jalan.'' Ucap Daniel dan menarik tangan Mutia pelan untuk berbicara berdua.
'' Dek, ini alamat apartemen mas, kali aja kamu mau berlibur dan bisa datang.''
'' Tapi mas, mas masih hutang penjelasan yah sama Mutia??
'' Iya-iya, nanti mas bisa jelasin semua, ya udah hati-hati!''
Mutia berjalan keluar menemui teman-temannya yang menunggu diluar restoran, dan berjalan melalui taman disamping stadion sepak bola Tseung Kwan O.
__ADS_1