
Seminggu sejak pindahan...
'' Ughh...terasa capeknya.'' Mutia masuk ke kamarnya hendak merebahkan tubuhnya.
Tok tok tok
" Hai,...'' membuka pintu. '' Dadai yau mesi hoyi ponglei a ??(Dadai, apa ada yang perlu di bantu??."
" Mutia, sanfu Lei lah Lei dengyat hoyi fongka dungmai dengyat leh ngo dung sinsang yiu fan tailok liongyat...( kamu pasti lelah, besok kamu boleh libur dan juga besok sinsang dan saya akan pulang ke Chi*a dua hari).
" Apa mendadak ya Dadai terus Yeo?
" Yeo kami bawa, jadi kamu bisa istirahat ini gaji kamu dan bonus nya." Majikan Mutia memberikan amplop coklat.
" Terimakasih Dadai .
………
Pagi-pagi sekali majikan Mutia sudah berangkat pulang ke kampung nya.
" Tapi badanku pegel semua ada gak yah tukang pijat disini?'' Berkata-kata sendiri.
'' Assalamu'alaikum, Hallo mba Vi.'' Sapa Mutia di telepon.
'' Waalaikumsalam, Mutia kamu libur hari ini??
'' Iya, tapi badanku remuk semua ada gak yah tukang pijat??
'' Ada sih tapi pijatnya di taman Mutia nanti kamu gak nyaman lagi.
'' Gitu yah. Mba Vi dah keluar rumah?
'' Belum, masih buatin susu untuk si kecil. Ucap mba Vi
'' Ok deh aku juga jam 9 aja keluarnya.
'' Ok aku tunggu yah, assalamu'alaikum Mutia.
'' Waalaikumsalam.
__ADS_1
………
" Kalau di taman mana bisa rileks pijatnya." Gumam nya, dan mengambil kertas yang bertuliskan alamat apartemen Daniel.
" Lohas park ini kan alamat apartemen mewah itu, nanti coba aku tanya mba Vi kali aja tahu. Mutia mengecek chat di WhatsApp nya.
'' Lho chat dari mas Daniel sejak dari semalam, kenapa aku lupa ngcek yah.'' Merutuki kebodohannya.
" Dek, kalau hari ini libur datang yah ke apartemen mas, bawa teman mu juga gak apa-apa biar seru."
Setelah membaca pesan dari Daniel Mutia bersiap untuk keluar menemui teman-temannya.
'' Segar nya udara pagi ini...'' Mutia berjalan di samping taman yang penuh dengan orang sedang berolahraga.
' Hai mba Vi...'' Sapa Mutia yang melihat mba Vi sudah duduk di depan stasiun mtr HangHau.
'' Hai Mutia, kemana kita hari ini? jadi mau pijat nya??
'' Sebenarnya memang capek banget tapi kalau pijat di taman kurang nyaman juga jadi ya kapan-kapan aja lah.''
'' Assalamu'alaikum...'' Sapa Erna yang baru datang.
'' Hmmm mba Vi , Erna temani aku yuk ke alamat ini kalian gak ada acara kan??''
'' Alamat siapa mutia??''...
'' Udah nanti kita juga tahu...''
'' Ok lah sekarang???''... Tanya Erna.
'' Tahun depan Erna aaa heee....
Mereka bertiga berjalan melalui taman O Ning, dan taman Tseung Kwan O yang berhubungan.
'' Heiii foto-foto dulu yuk bagus banget pemandangannya.
Foto hanya sebagai pemanis aja yah...
__ADS_1
'' Ngomong-ngomong mba Tri gak libur???'' Tanya Erna juga di iya kan oleh Mutia.
'' Iya, Tri biasalah nengok konser dia kan ngefans banget tuh sama kekasih nya si Lu*a m**a.
" Oo heee, ya udah sih biar lah kan lagi happy juga." Ucap Mutia.
" Tunggu-tunggu Muti, bener nih alamat nya kok aku ragu ya, ini bukan nya apartemen mewah?? emang siapa yang nyuruh kamu??''
'' Gak tahu.'' Jawab Mutia asal.
'' Mutia, jangan buat orang berfikir yang bukan-bukan yah.
'' Yeeee mba Vi apaan coba gak boleh suudZon loh.
Mereka sampai di lobi apartemen Daniel.
'' Emkoi suk suk (Permisi paman)." Penjaga apartemen pun mendekati mereka.
" Ada yang bisa di bantu nona-nona??
'' Apakah benar alamat ini di sini tempatnya??'' Mutia memberikan kertas itu.
'' Oh, apa kalian tamu nya Mr Daniel yah.
Mutia mengangguk iya, dan mereka pun di persilahkan masuk dan disuruh langsung naik ke tingkat 6 gedung apartemen itu.
'' Waww Mutia, lobi nya aja mewah banget apalagi dalam nya yah.'' Puju mba Vi.
'' Iya mba Vi.'' Saut Erna.
Ting....
Lift sudah berhenti di lantai 6, Mutia mencari no yang tertera di alamat itu.
'' Cuma ada 3 pintu berarti besar banget.'' Gumam Mutia pelan.
'' Ini dia.'' Ucap Mutia.
'' Awas Muti jangan salah orang lho.''
__ADS_1
'' Iya mba Vi.'' Mutia memencet bel di samping pintu. Padahal sudah ada sandi yang dikirim langsung oleh Daniel di chat what's app nya kalau sewaktu-waktu datang bisa langsung masuk tapi Mutia masih ragu takut salah kamar.