Kisah Cinta Dua Negara

Kisah Cinta Dua Negara
#Bab93


__ADS_3

Rara sedang menonton televisi menemani grandma sore itu, wajahnya nampak murung karena seharian ini tidak dapat keluar apartemen.


'' Grandma, makan malam sudah siap.'' Ucap si mba nya.


'' Ayo Ra.'' Ajak grandma pada Rara yang mukanya ditekuk.


'' Kamu kenapa sayang? Hmmm kenapa murung gitu wajahnya?''


'' Tidak ada grandma, mari makan grandma!! Ucapnya kemudian.


Jam 9 malam Daniel dan Mutia sampai di apartemen.


'' Grandma, kok belum tidur ?'' Tanya Mutia mendekati grandma di ruang tv.


'' Sayang, kalian sudah pulang .''


'' Iya Grandma, apa grandma suntuk dirumah? Maafin Mutia yahh, keasikan maen di luar?'' Ucap Mutia merasa bersalah.


'' Tidak sayang, kalian bersih-bersihlah pasti lelah kan?'' Daniel menggandeng tangan istrinya masuk ke dalam kamarnya.


Rara datang menghampiri sang grandma dan mengajaknya masuk kamar untuk istirahat.


Daniel berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum tanpa sengaja berpapasan dengan Rara.


'' Mas Daniel, sedang apa? Ada yang bisa Rara bantu maa?''


'' Oh, tidak perlu aku hanya ambil air minum untuk istriku dan membuatkannya susu.'' Daniel berlalu meninggalkan Rara setelah selesai dengan kebutuhannya.

__ADS_1


'' Aww....'' Rintih Rara pura-pura terpeleset, Daniel hanya menoleh dan mengingatkan untuk berhati-hati.


'' Ada apa Ra, ada yang luka?lain kali hati-hati yah.'' Ucapnya dan berlalu.


'' Huftt sebel masa iya gitu doank, ihhh...'' Gerutu Rara dan bangun dari jatuhnya yang tidak sakit.


'' Sayang ayo diminum dulu susu nya!'' Mutia menyadarkan tubuhnya ditandatangani tempat tidur.


'' Terimakasih ya mas.''


'' O ya sayang gak apa-apa kan kalau mas tinggal ke ruang kerja?'' Izinnya pada sang istri.


'' Hmm jangan larut-larut ya mas dan cepat rehat!''


'' Iya sayang kamu tidurlah!'' Daniel mengecup kening sang istri dan menuju ruang kerja nya dari pintu kamar yang terhubung langsung dengan ruang kerjanya.


''....


'' OK, besok aku akan menuju kesana, jaga diri kamu dan tetap waspada.!''


'' Siap sir.''


**


" Mas kenapa mendadak banget sih perginya aku masih kangen.'' Manja Mutia.


'' Sayang, maafin mas yah seharusnya disaat-saat seperti ini mas selalu nemani kamu tapi mau gimana lagi, ada hal mendesak yang harus mas selesaikan.''

__ADS_1


'' Tapi mas cepat pulang kan, gak lama kan.?'' Raut wajah Mutia seakan tidak rela dengan kepergian suaminya kali ini.


'' Ada grandma Sayang jadi sementara waktu kamu bisa ditemani mereka.''


'' Mas, hati-hati yah dijalan dan jangan lupa hubungi aku kalau sudah sampai!!''


'' Iya sayang.'' Daniel mengecup kening istrinya setelahnya berpamitan dengan sang nenek.


'' Grandma tolong jaga istriku, temani dia dulu gak apa-apa kan Grandma sayang.'' Tanpa memberi tahu tujuannya kepada Grandma karena Daniel ingin memberikan kejutan untuk sang nenek juga kepada istrinya.


Sementara itu Rara sedang berada di balkon kamarnya.


'' Ok, siap bos sepertinya dia akan pergi sekarang, bos kalau bisa jangan habisi dia! aku....''


'' .....


'' Maaf bos, baiklah.'' Ucap Rara kemudian ia nampak ketakutan mendengar ancaman dari asisten atasannya.


'' Huft... sayang banget seganteng dia mau dihabisi ihhh sebel.'' Setelah memberikan info kepada atasannya Rara kembali ke ruang tengah dimana ada sang Grandma dan juga Mutia yang habis melepas kepergian suaminya.


'' Lho mas Daniel mau kemana mba sepagi ini?'' Tanya Rara pura-pura tidak tahu.


'' Ada kerjaan di luar kota Ra.'' Jawab Mutia tanpa curiga.


'' Ohh...''


Sementara itu, Lee masih saja mengintai musuh-musuh yang masih berjaga di lokasi penyekapan tuan Robert.

__ADS_1


__ADS_2