
'' Sayang.... grandma sudah baik-baik saja kamu gak usah bersedih hmm!''
Grandma mengelus rambut kepala sang cucu menantu dengan raut wajah yang tidak menentu.
'' Sayang, gimana calon buyut grandma apa dia sehat?''
'' Alhamdulillah kandungan Mutia sehat grandma.'' Jawab Mutia.
'' Kamu harus jaga kesehatan sayang, ingat jangan terlalu banyak pikiran hmm!''
'' Lee jaga cucu grandma selama diperjalanan dan disana nanti!!''
'' Siap grandma...''
***
***
Lee dan Mutia sudah berada di bandara Thailand seperti biasa Lee memakai rambut palsunya untuk mengelabui musuh yang setiap saat akan menyerang dan Mutia juga menggunakan masker.
Tiba dirumah sakit Lee mengajak Mutia menuju ruangan dimana Daniel dirawat.
" Dokter gimana dengan keadaan Tuan ?'' Tanya Lee yang berpapasan dengan dokter yang merawat Daniel.
'' Maaf Tuan Kondisi tuan masih seperti hari-hari sebelumnya.''
Mutia yang mendengar percakapan asisten suaminya dengan dokter pun hanya bersedih.
'' Mas Daniel kenapa bisa begini mas, bangun mas aku udah datang... '' Mutia menahan isak tangisnya.
__ADS_1
'' Kamu tahu mas, disini... '' Mengelus perutnya sendiri. '' Disini ada calon anak kita, aku tidak mau sendirian merawat anak kita, aku harap mas mendengarku bangunlah sayang hiks...'' Mutia menciumi tangan suaminya.
'' Nyonya sebaiknya anda beristirahat ! sejak dari tadi Nyonya belum makan, ini sudah saya pesankan makan malam.''
'' Terimakasih Lee aku belum lapar.. '' Ucap Mutia lelah.
'' Nyonya harus makan ingat ada kehidupan lain di perut nyonya.'' Bujuk Lee..
Mutia berjalan menuju sofa diruangan itu dan membuka bungkusan yang dibawakan oleh Lee, air matanya perlahan menitik di pipi mulusnya.
'' Mutia kamu harus kuat, semangat... '' Gumam Mutia menyemangati dirinya sendiri.
Dua minggu berlalu, pagi itu Mutia yang tidur disebelah suaminya merasakan ada pergerakan pada tangan Daniel.
'' Mas...'' Mutia segera bangkit dan menuju pintu.
'' Dokter..... dokter....'' Panggil Mutia mencari dokter, Lee yang mendengar teriakan sang majikan segera menghampiri.
'' Lee, mas Daniel....'' Buru-buru Lee masuk ke ruang rawat tuannya.
'' Tuan....'' Tak berapa lama datanglah dokter dengan didampingi perawat segera memeriksa keadaan Daniel.
'' Nyonya dan Tuan Lee, keadaan Tuan Daniel ada sedikit kemajuan, dia sudah sadar dari komanya.'' Ucap dokter.
Ada secercah harapan bagi Mutia mendengar kalau suaminya sudah sadar dari koma dan sekarang masih dalam pengaruh obat tidur.
'' Daddy....'' Lee yang mendengar ucapan nonanya memanggil Daddy segera mencari tahu keberadaan ayah dari tuannya.
'' Nona apa yang nona katakan tadi ???
__ADS_1
'' Lee, lihat beriya di tivi, itu bukannya Daddy yah?''
'' Astaga nona, saya kira ada mr. Robert disini.''
Yah selama Daniel dirawat Lee tidak berhenti mencari tahu dimana keberadaan ayah dari majikannya yang sudah tega mencelakai anaknya sendiri hanya karena harta.
'' Lee,...'' Panggil Mutia.
'' Iya Nona...''
'' Benarkah yang diberitakan itu?'' Lee bingung harus menjawab apa dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh nonanya.
'' Haus...'' Mutia dan Lee terkejut mendengar suara yang berasal dari brangkar suaminya.
'' Masss....''
'' Tuan.... '' Lee dengan cepat menekan tombol di samping tempat tidur Daniel.
'' Syukurlah kamu sudah sadar mas.'' Mutia memberi minum pada suaminya tak berapa lama dokter segera memeriksa Daniel.
'' Tuan, apa ada yang dirasakan?'' Dokter itu dengan seksama bertanya pada Daniel.
'' Aku dimana, ahhk....'' Daniel merasakan kepalanya sedikit berdenyut.
'' Kepalaku sedikit sakit... Tapi tidak apa-apa .''
'' Mas Daniel... '' Mutia takut kalau-kalau Daniel tidak mengenalinya...
Maaf ya lama up nya, sibuk banget habis ada hajatan kakak.
__ADS_1
Si baby juga lagi aktif jadi gk bisa up banyak