
Laki-laki paruh baya itu mondar-mandir di kediaman nya yang berada di Singapura.
Hatinya gelisah sejak dari tadi menghubungi ponsel anaknya yang tidak di angkat.
Daniel baru saja masuk ke apartemen nya dan segera melihat notifikasi di ponselnya.
'' Daddy,....hm ada apa menelponku'' Gumamnya, dan segera menelpon balik.
'' Assalamu'alaikum Dad, ada apa bukannya besok aku harus terbang kesana?..
'' Waalaikumsalam, Dan ini darurat bisakah sekarang kamu ke bandara dan terbang ke Singapura??'' Sebisa mungkin ayah Daniel membujuk anaknya agar sesegera mungkin hari ini bertolak menuju negara tetangga.
'' Apa se urgent itu Dad, ya baiklah...Dad.'' Setelah mengakhiri teleponnya Daniel pun mengambil koper kecil yang sudah Mutia siapkan untuk nya.
Drrrtt drttt drttt
'' Mba Vi sebentar yah ada telpon...'' Mutia sedikit menjauh untuk menerima telpon dari calon suami nya.
'' Assalamu'alaikum mas...''
'' Waalaikumsalam sayang maaf yah, mas sekarang harus terbang ke Singapura karena Daddy tadi menghubungi mas ada hal yang sangat penting katanya.''
'' Iya mas, mas hati-hati di jalan yah..?''
'' Aku mencintaimu Mutia Ramadhani..
'' Aku juga mas...''
Mutia berjalan kembali untuk bergabung dengan teman-temannya.
'' Ada apa Mutia??'' Tanya mba Vi.
'' Gak apa-apa mba, mas Daniel pamit kalau malam ni langsung terbang ke Singapura.''
'' Hmm... duh yang ditinggal sama yayangnya.'' Goda mba Vi.
'' Mba Vi nih apaan si.''
Beberapa jam kemudian....
__ADS_1
Daniel sudah berada di apartemen ayahnya yang di Singapura, ia merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu.
'' Hmm sepi kemana Daddy??'' Tanya nya dalam hati.
Ceklek
'' Kamu sudah sampai Son, kenapa gak langsung menghubungi Daddy??''
'' Maaf Dad aku capek, kalau gak penting banget gak mungkin aku langsung terbang kesini.''
'' Ok Ok sekarang istirahatlah besok kita ke kantor Daddy untuk bertemu dengan klien penting dari Korea.''
'' Ok Dad.'' Daniel menuju kamar yang biasa ia tempati kalau sedang ke Singapura.
Sebenarnya tanpa sepengetahuan Daddy nya Daniel mempunyai apartemen sendiri di Singapura ia tidak ingin terganggu jika sedang berada disana.
*****
" Baiklah Son aku gak rela jika kamu harus menikah dengan perempuan kampungan itu jadi Daddy terpaksa menjodohkan mu dengan anak dari teman Daddy." Kata hati ayah Daniel.
'' Ada apa denganmu Dad, aku tahu perusahaan Daddy sedang tidak ada masalah, Hmm aku ikuti permainan mu Dad.
Beberapa hari sebelumnya
'' Maaf Sir, setahu saya perusahaan ayah Anda tidak ada masalah apa-apa tapi yang Saya tahu tuan Robert akan mengadakan pertemuan dengan klien dari Korea.
'' Hmm baiklah hati-hati lah kamu bekerja disana.''
'' Saya sir, terimakasih.
****
Keesokan nya pada waktu makan siang waktu Singapura...
" Dad apa penampilan ku sudah ok?" Tanya nya pada sang ayah.
" Wow sempurna sayang, kamu memang anak Daddy yang paling cantik, pasti anak dari teman Daddy akan tergila-gila padamu.'' Pujinya
'' Daddy bisa aja, kapan nih berangkat?''
__ADS_1
'' Ok lets go .'' Ucap sang ayah pada putrinya.
So Yuen wanita cantik anak dari kolega bisnis ayah Daniel.
Di restoran berbintang Daniel dan ayahnya sudah berada di ruangan vip.
'' Silahkan tuan dan nona...!'' Ucap seorang pelayan mempersilakan kedua orang tersebut masuk ke ruangan dimana Daniel dan ayahnya sudah menunggu.
'' Hallo Mr Dave lama tidak berjumpa apa kabar mu, wow ini kah Putri mu itu sangat cantik.'' Puji ayah Daniel yang menjabat tangan sahabat lamanya.
'' Hallo juga kawan senang akhirnya kita bisa berjumpa lagi, iya ini putriku.''
'' Dear, salam sama uncle!!.''
'' Hai uncle saya Yuen , senang bertemu dengan uncle.''
'' Son, kenalin ini teman Daddy.''
'' Hi Paman saya Daniel.'' Sapa Daniel datar.''
'' Hi, aku Daniel senang bertemu denganmu salam kenal.'' Ucap Daniel menjabat tangan Yuen.
'' Hi juga, saya Yuen.'' Ucap nya.
'' Dave ternyata cantik sekali putrimu, apa dia sudah punya pasangan??''
''Terimakasih uncle.'' Ucap Yuen yang senang karena di puji.
'' Ha ha Putri ku belum ada pasangan sepertinya akan berjodoh dengan putranya Robert.''
'' Wah wah kebetulan sekali...'' Ucap ayah Daniel.
'' Dad...'' Panggil Daniel, tapi sang ayah tetap berada basi yang semakin membuat muak bagi Daniel.
'' Apa maksud Daddy, apa pertemuan seperti ini Daddy anggap penting???'' Daniel bangun dari duduknya, tak berapa lama beberapa pelayan datang membawa hidangan.
'' Duduklah dulu Son kita makan siang bersama.''
__ADS_1
Daniel dengan menahan kesabaran nya pun duduk kembali.
Yuen sesekali melirik ke arah Daniel, tapi Daniel tak menghiraukan nya dia asyik menyantap hidangan di depannya.