
Sebulan kemudian~
Indonesia
Bandara Soekarno-Hatta
Laki-laki tampan berkacamata hitam berjalan menuju tempat penjemputan dengan menarik koper kecilnya.
'' Kak, gimana ya tampang kak Sam pasti lebih ganteng dari yang di foto nya.'' Ucap Seno adik bungsu Sam yang masih sekolah kelas 6 SD.
'' Udah pasti donk siapa dulu kak Sam.'' Ucap Sania adik perempuan Sam.
Sam melihat ke kanan dan kiri mencari keberadaan dua adiknya yang sebelum melakukan perjalanan dia sudah mengabari kalau akan pulang ke Indonesia.
'' Seno lihat sepertinya itu kak Sam.'' Tunjuk Sania pada cowok ganteng yang berjalan ke arah mereka.
'' Kakak...'' Sania dan Seno menghambur ke pelukan kakak yang beberapa tahun ini tak pernah berjumpa.
Sam memeluk kedua adiknya dengan haru air mata nya tak terasa menetes.
'' Adik, kakak sangat merindukan kalian gimana kabar kalian??'' Ucap Sam disela pelukannya.
'' Kakak tenang aja kami baik-baik saja kak,itu juga berkat kakak yang selama ini selalu mengirimkan kebutuhan kami.'' Ucap Sania
'' Ayok kakak sudah sangat merindukan ibu.'' Ajak Sam menuju parkiran mobil dan sudah ada sopir yang menunggu.
'' Apa kita naik taxi kak, apa gak mahal??'' Ucap Seno polos.
'' Sudah Ayok pengen cepat sampai kan??''
'' Iya kak.
'' Selamat sore apa ini dengan tuan Sam??'' Ucap laki-laki yang umurnya berkisar 45tahun.
'' Iya pak saya Sam.''
'' Mari tuan, tadi Tuan Daniel sudah menyuruh saya menjemput anda.
'' Terimakasih pak.'' Ucap Sam dan menunjukkan alamat yang akan dituju, sedangkan kedua adiknya merasa heran kalau kakaknya di hormati seperti itu.
__ADS_1
Flasback on
'' Apa kamu yakin Dan memberikan aku posisi sepenting itu??''
'' Yah aku yakin, kamu dapat aku percaya untuk menangani restoran ku yang berada di Bandung.
'' Tapi....
'' Sam, tolong terima dan ini juga kesempatan kamu agar bisa dekat dengan keluarga.
'' Terimakasih Dan sungguh mulia hatimu.''
'' Sudahlah bukan kah kita berteman, jadi jangan berterima kasih lagi, dan ku harap dengan ini kita akan lebih akrab untuk kedepannya.'' Ucap Daniel
'' Dan, hmmm boleh aku menanyakan sesuatu??''
'' Ada apa Sam, katakanlah!!
'' Hmm...gimana kabar hubungan mu dengan Ferra??
'' Ferra?? Ferra siapa yang kamu maksud Sam??
'' O Ferra, yah kita sih berteman sama seperti kita tak ada yang lebih.
Sam pun menceritakan semua kejadian dimana ketemu dengan Ferra dan apa yang sudah terjadi.
'' Aku tak pernah ada rasa sedikit pun padanya Sam, dan aku juga sudah bertunangan mungkin sebentar lagi kami akan menikah, jadi perjuangkan lah cintamu semoga Ferra akan luluh denganmu semangat sobat...
Flasback off
***
" Hoek....Hoek... Kenapa dengan diriku, perasaan aku gak pernah telat makan kok bisa mual gini sih hmmm mungkin hanya masuk angin aja." Gumam Ferra.
" Sayang ada apa dengan muka mu kenapa pucat gitu apa kamu sakit??" Tanya Mama Ferra.
" Gak apa-apa mam, mungkin masuk angin aja, o yah apa Mama akan pergi lagi hari ini??"
" Iya sayang Mama akan keluar kota papa kamu menyuruh Mama menyusul kesana."
__ADS_1
" Jadi aku kesepian lagi dong mam??" Ucap Ferra sendu.
" Hmmm kan masih ada bibi dirumah sayang, sudah yah Mama udah telat, bye sayang hati-hati di rumah oke!" Mama Ferra pun keluar menuju mobil yang sudah standby dengan sopir.
" Hufttt...." Dengus Ferra kesal.
" Bi, apa makanannya sudah siap?"
" Sudah non." Ferra menuju meja makan seperti biasa sunyi lengang bak tak ada kehidupan. Baru berapa suap perut Ferra balik serasa di aduk-aduk dan dia pun segera menuju wastafel dan mengeluarkan yang tadi di makannya.
" Non, apa non sakit mau bibi antar ke rumah sakit??" Ucap sang bibi yang sudah lama bekerja di keluarga itu.
" Tidak usah bi aku hanya pusing dan mual aja." Ucap nya
" Apa non butuh sesuatu??
" Tidak bi, aku mau ke kamar aja istirahat."
" Ya sudah kalau ada apa-apa bilang saja sama bibi..!"
Ferra berjalan menjauh dari meja makan dan menuju ke kamar nya di lantai atas.
Sudah tiga hari berturut-turut setiap pagi Ferra akan merasakan hal yang sama pusing dan mual.
" Deg....
" Tidak, tidak mungkin tapi bagaimana kalau ini benar." Ferra masih berasumsi sendiri di kamar nya.
" Daniel aku mencintaimu kenapa kamu tak pernah mengerti perasaanku." Ucap nya lirih.
" Aku harus memastikan nya..." Gumam Ferra
Pagi itu Ferra sudah rapi dan sudah membuat janji dengan dokter kandungan disalah satu klinik.
" Bi, Ferra ada urusan di luar mungkin makan siang diluar aja sekalian, kalau Mama papa pulang bilang Ferra ke rumah teman yah.
" Iya non hati-hati yah di luar apa non sudah baikan?
" Iya bi, aku pergi dulu...
__ADS_1
Ferra melajukan mobilnya dijalan menuju sebuah klinik.