Kisah Cinta Dua Negara

Kisah Cinta Dua Negara
Bab 72


__ADS_3

Syarif dan Kamila sudah sampai di toko, Kamila pun segera mengambil semua yang di butuhkan untuk keperluan pembuatan kue-kue nya.


'' Dek, apa sudah semuanya? Biar nanti mas yang antarkan belanjanya ke rumah!''


'' Jangan mas, tidak usah nanti apa kata orang-orang mereka akan semakin membenci dan membicarakan mas yang tidak-tidak.''


'' Kenapa harus dipeduliin, biarkan saja orang mau bilang apa dek.''


'' Tapi mas...''


Akhirnya Kamila pun mau tak mau menyetujui apa yang di lakukan oleh Syarif.


****


'' Minggu pagi yang cerah....'' Mutia berdiri di balkon kamar menatap orang-orang yang sedang beraktifitas di bawah sana.


'' Sayang kita sarapan di bawah aja gimana?'' Daniel melingkarkan tangan kekarnya di perut ramping mutia.


'' Boleh..., kalau gitu aku siap-siap dulu ya mas..''


Cup....


'' Morning kiss sayang...''


'' Hisss....mas Daniel ini....'' Mutia meninggalkan suaminya dan bersiap untuk turun.


Kini Daniel dan Mutia berada di sebuah taman yang sangat indah seperti biasa hari minggu sudah pasti teman-teman BMI sudah ramai memenuhi taman itu.


'' Hei lihat ada segar-segar nih....'' Terdengar bisik-bisik dari beberapa BMI yang melihat Mutia bergandengan tangan dengan Daniel.


'' Ganteng banget ya cowoknya, beruntung banget tuh cewek dapat gendaan seganteng dia.'' Mutia semakin tidak senang mendengar bisikan dari para BMI itu.

__ADS_1


'' Mas ayo cepetan, seneng banget ya jadi tontonan?'' Rajuk Mutia.


'' Ada apa sayang...?'' Daniel semakin gemas kalau melihat kecemburuan istrinya itu.


Tak berapa lama akhirnya mereka sampai juga di pusat perbelanjaan yang dimana di situ terdapat banyak restoran.


Setelah duduk di salah satu restoran dan memesan menu sarapan..


Drttt drttt


'' Ya Hallo ada apa Lee,...


'' .....


'' Hmmm ok baiklah Besok kita bicarakan di Kantor.''


'' Ada apa mas?''


'' Hmmm aku pengen jalan-jalan aja mas mumpung mas juga gak sibuk.''


'' Baiklah untuk istri tercinta apa sih yang gak bisa dikabulkan....''


****


*


*


*


Syarif membawa anaknya pergi ke rumah Kamila, ia tahu hari ini Kamila lagi banyak pesanan kue dan alih-alih ingin lebih dekat dengan gadis itu.

__ADS_1


'' Assalamualaikum...?''


'' Waalaikumsalam...'' Dengan tangan masih belepotan karena tepung Kamila menemui tamunya.


'' Mas Syarif, hei sayang apa kabar?'' Melihat ada Nuri senyum Kamila semakin terlihat bahagia, dia sangat senang karena seperti mempunyai satu keluarga yang utuh.


'' Mari masuk...maaf yah masih berantakan rumahnya.'' Ucap Kamila.


'' Bibi boleh aku bantuin buat kue...''Gadis kecil itu sok sok an pandai membuat karena yang ada akan main tepung hingga tambah berantakan.


'' Hmmm boleh donk...''


'' Eiittts jangan gangguin bibi Mila nanti yang ada gak siap-siap kue nya.'' Ucap Syarif.


'' Heee gak apa-apa kok mas namanya anak-anak dia pasti mau main.'' Kamila mencuci tangannya dan membuat dua gelas minuman syrup rasa jeruk.


'' Mas gak ganggu kan dek..'' Ucap Syarif basa basi.


'' Ehhh gak kok mas, tapi ya gak apa-apa kan aku sambilan bikin kue? soalnya tinggal ini aja.''


'' Iya gak apa-apa, ini Nuri minta main kesini aja jadi ya mau tak mau aku bawa kemari.''


'' Iya, aku malah seneng jadi ada kawan, iya kan sayang?'' Nuri hanya mengangguk dan tangannya sudah putih karena tepung.


'' O ya dek, hmm siang ini ada waktu gak'' Tanya Syarif ragu-ragu pada Kamila.


'' Hmm ada apa ya mas?''


'' Aku ingin ajak kamu jalan-jalan sekalian nemani Nuri minta beli boneka, aku bingung.''


'' Oh... boleh tapi habis aku anterin kue ya mas.?'' Syarif bahagia usahanya tidak sia-sia.

__ADS_1


__ADS_2