
Daniel menjadi pendengar yang setia, dimana sang nenek sedang kembali ke masa lalu nya.
'' Kamu tahu cucu ku? ibu mu menjadi gadis yang sangat periang selama bekerja dengan grandma, dia mengajarkan akan semua hingga grandma tahu adanya Tuhan.'' Jelas sang nenek
'' Ibu mu seorang muslim hingga setahun kemudian dadymu meminta pada grandma untuk menikahinya dan dadymu pun sangat patuh pada ibu mu tapi setelah kelahiranmu dan di usiamu yang masih sangat belia ibu mu sering sakit-sakitan.'' Nenek mengusap air mata yang sudah mengalir di kedua pipi nya.
'' Ibu mu terluka ternyata Dady mu mengkhianati nya tapi ibu mu hanya memendam nya sendiri tanpa mau berbagi cerita. Hingga pada umur mu setahun lebih dia meninggalkan grandma. Karena terpuruk waktu itu sampai-sampai grandma tidak mengingat adanya kamu.'' Tangis nenek pecah.
'' Maaf kan grandma sayang.'' Terisak. '' hingga akhirnya kamu di bawa dadymu dan tinggal dengan wanita itu. '' Daniel memeluk erat nenek nya.
'' Grandma tidak salah tapi aku malah bersyukur yang akhirnya aku tahu semua, jangan merasa bersalah grandma aku tidak pernah membenci kalian semua berkat kalian lah aku ada.'' Ucap Daniel.
Malam semakin larut, Daniel mengajak neneknya untuk beristirahat karena esok dia ingin ke makam ibu nya.
Di dalam kamar Daniel hanya berguling-guling di tempat tidur karena tidak bisa memejamkan kan mata nya, ia pun memaksakan diri bangun dan mendatangi kamar tamu dimana ayahnya berada.
Tok tok tok
'' Dad apa Dady sudah tidur??'' Seru pelan Daniel.
'' Belum nak masuklah! Daniel masuk dan duduk di sofa kamar tamu
'' Dad, adakah yang ingin Dad jelasin ke daniel??
__ADS_1
Ayah Daniel sejenak terdiam menyusun kata-kata yang akan diucapkan.
'' Son, maafkan Dady, jika dulu Dady tidak di jebak mungkin kejadian ini tidak akan pernah ada. Selama tuan Robert menjelaskan pengakuannya tanpa mereka sadari Ny Emely mendengarkan dari balik pintu yang sedikit terbuka.
'' Son maukah kamu memaafkan kesalahan Dady, Dady sudah menceraikan wanita itu, semoga kedepannya tidak ada lagi yang akan mengganggu mu.
'' Mau tak mau aku harus memaafkan semua kesalahan mu Dad.
'' Dady tahu ini sulit, dan Dady masih menunggu maaf dari grandma mu Son.
Ny Emely menitikkan air mata nya, ternyata selama ini anaknya pun menderita di negerinya sana.
'' Besok boleh kah Dad ikut bersama kalian??
………
Pagi hari semua sudah siap akan menuju pemakaman umum di daerah Jakarta pusat.
Mobil itu berhenti di sisi jalan tpu mereka keluar dan berjalan menuju makam yang selalu terurus rapi.
" Mom, maafkan Daniel yang baru bisa mengunjungi makam mom." Daniel terisak di pusara ibu kandung nya. Selama satu jam mereka berada di tempat itu, grandma mendekati petugas kebersihan makam.
" Pak, gimana kabar anda? apakah selama ini selain saya ada lagi yang sering berkunjung ke makam menantuku??
__ADS_1
'' Hmm...'' Petugas kebersihan makam tampak ragu untuk berucap matanya melirik ke arah tuan Robert.
'' Tidak usah takut, katakan saja.'' Ucap Ny Emely
'' Betul nyonya setiap tahun tuan Robert selalu berziarah ke sini.
'' Deg.... Ny Emely terkejut ternyata anaknya tidak pernah melupakan mendiang istrinya.
Tak berapa lama mereka meninggalkan tempat itu dengan Ny Emely memberikan sejumlah uang pada petugas kebersihan makam.
Sesampainya di rumah...
'' Mom, maafkan aku untuk sekarang belum bisa berlama-lama di sini ada telepon dari asisten yang mengharuskan aku harus balik secepatnya.
'' Hmmm.'' Ny Emely hanya berdehem menjawab ucapan anaknya.
Sebenarnya dia tidak tega mendiamkan anaknya terlalu lama yang di karenakan perempuan berbisa itu.
Tapi setelah mendengar kalau anaknya sudah bercerai dia pun luluh.
'' Hati-hatilah di perjalanan.
Seketika tuan Robert langsung bersimpuh di kaki grandma.
__ADS_1
'' Bangunlah nak, kita mulai dari awal lagi.'' Ucap Ny Emely.