Kisah Cinta Dua Negara

Kisah Cinta Dua Negara
#Bab95


__ADS_3

'' Mas, jelasin yang tadi! aku masih kepikiran dan gak bisa tidur!'' Desak Mutia.


'' Sayang sepertinya ada yang ingin mencelakai mas tapi usahanya gagal, akhirnya Rara lah yang jadi korban.''


'' Apaa...ja jadi, mas apa mas punya musuh?'' Tanya Mutia semakin khawatir.


'' Sudahlah sayang kamu harus istirahat lihat kamu sedang mengandung jadi jangan berpikiran yang tidak-tidak! banyak yang berjaga-jaga di luar dan besok mas akan ajak kamu ikut mas ke negara T ada yang harus mas selesaikan disana!''


'' Mas, aku takut..''


'' Hustt cup-cup sekarang kita tidur yah!'' Daniel mendekap istrinya lembuta sampai Mutia tertidur dan ia pun ikut tidur.


Sedangkan di Negara T


'' Bos Lee, komplotannya sudah diamankan oleh pihak yang berwajib dan mereka salah satu musuh dari tuan Robert yang ingin menguasai kerajaan bisnis tuan Robert dan juga tuan Daniel.'' Ucap mata-mata yang dipekerjakan oleh Lee.


'' Ok, pastikan semuanya aman.!!''


'' Siap bos.'' Pesuruh Lee pun pergi dengan senyum kemenangan.


Lee masih berjaga di depan kamar tuan Robert, melihat tubuh ringkih itu Lee merasa sangat kasihan dan bersalah pernah mengira kalau tuan Robert lah yang mencelakai Daniel.


'' Semoga tuan cepat pulih dan sehat seperti sediakala kala.'' Doa Lee.


Daniel dan Mutia dengan di dampingi beberapa bodyguardnya sudah sampai di bandara negara T dan langsung menuju rumah sakit dimana tuan Robert dirawat.


'' Lee....'' Panggil Daniel.

__ADS_1


'' Sir, Anda... apa anda baik-baik saja?''


'' Iya, ada sedikit kendala semalam sehingga aku membatalkan keberangkatan ku kemari.''


'' Nona, apa kabar?'' Tanya Lee menyapa Mutia.


'' Aku sehat Lee, Terimakasih.''


'' Gimana keadaan Daddy?'' Tanya Daniel.


'' Sir Anda boleh menjenguknya, silahkan!''


'' Daddy?,ada apa dengan Daddy mas?''


'' Ayo sayang kita jenguk Daddy?''


Daniel menggenggam tangan istrinya dan memasuki ruangan ayahnya. Terlihat tubuh ringkih sang ayah yang terbaring lemah di brangkar rumah sakit.


Tangan tuan Robert terlihat gerak-gerak di genggaman Daniel.


'' Dad, maafkan aku hiks..., maafkan tidak bisa lebih awal mengetahui ini semua.'' Ucap Daniel sedikit terisak.


'' Dan....'' Panggil ayahnya lemah.


'' Son, Terimakasih kamu sudah menyelamatkan nyawa Daddy.'' Ucap ayahnya masih terbata-bata.


Lee yang melihat tuan Robert dari luar dan mengetahui kalau tuan Robert sadar pun segera memanggil dokter.

__ADS_1


Dokter datang dan segera memeriksa keadaan tuan Robert.


'' Dokter Gimana kondisi Daddy-ku?'' Tanya Daniel.


'' Syukurlah tuan Robert sudah melewati masa kritisnya dan tinggal pemulihan saja.'' Ucap dokter dan setelahnya dokter itu izin keluar untuk bertugas lagi.


'' Dad,...'' Mutia ikut mendekati ayah mertuanya.


'' Sayang...'' Ucap tuan Robert.


'' Daddy harus cepat sehat, Daddy tahu?,Daddy akan jadi seorang kakek?'' Ucap Mutia.


Tuan Robert yang mendengar itu semakin terharu dan menangis.


'' Kenapa Dad,apa Daddy tidak suka akan menjadi kakek?'' Tanya Daniel.


'' Daddy bahagia nak, Daddy bersyukur masih diberi kesempatan untuk melihat cucu Daddy.''


Di luar Lee sedang menerima telpon dari suruhannya yang berada di Indonesia.


'' Hmm jadi gadis itu suruhan mereka, apa sudah tertangkap siapa yang menyuruhnya?''


'' ....


'' Bagus, kalian memang bisa diandalkan.'' Lee merasa lega mendengar informasi yang diberikan oleh Pesuruh nya.


'' Semoga tidak ada lagi gangguan serta halangan untuk kebahagiaan tuan muda.'' Gumam Lee.

__ADS_1


------Sampai sini dulu yah ceritanya Terimakasih yang sudah berkenan mampir, tetap dukung yah!!!!------


Salam


__ADS_2