
Setelah bercerita-cerita akhirnya mba Vi dan Mutia berpisah karena gak mungkin Mutia menahan Mba Vi lama-lama.
Mutia berjalan tanpa semangat menuju apartemennya lebih tepatnya apartemen suaminya dan pastinya udah jadi apartemen nya juga.
'' Sunyi gak ada kamu mas, pasti aku akan sangat merindukanmu.'' Mutia menatap langit-langit kamarnya karena kelelahan hingga tertidur.
Jam 3 sore Mutia terbangun perutnya mulai berteriak minta dikasih jatah.
'' Kok udah laper aja sih padahal tadi kan udah makan siang bareng mba Vi.'' Mutia menuju dapur ingin memasak mie instan yang hanya butuh waktu sebentar menyiapkannya.
Baru mengupas bawang putih untuk menumis agar wangi tapi perutnya bergejolak ingin memuntahkan sesuatu.
'' Huekkkk huekkk. ihh aku kenapa yah tiba-tiba mual gini, dari pagi tadi biasa aja.'' Gumamnya.
'' Huekkk-huekk ..'' Mutia memuntahkan isi perutnya lagi, karena sedari tadi muntah badannya pun terasa lemas.
Mutia tidak jadi memasak mie dan akhirnya merebahkan dirinya di sofa diruang keluarga.
Malam harinya Mytia merasakan kepalanya sakit dan berat.
'' Mas apa kamu sudah sampai kok belum ada kabar nya..'' Mutia bergumam.
'' Sudah pukul tujuh malam, ahh apa aku delivery aja yah tapi...'' Mutia termenung.
Drrrt drrrt
Mendengar ponselnya berbunyi dengan cepat Mutia mengangkatnya.
__ADS_1
'' Assalamualaikum mas, aku kangen hiks....'' Ucap Mutia sedih.
'' Waalaikumsalam Sayang kok nangis sih kan baru mas tinggal?'' Daniel menatap ponselnya dengan iba melihat wajah istrinya menangis.
'' Sunyi mas gak ada kamu, aku kangen, kenapa mas gak ngajak aku hiks...''
'' Cup cup cup istri mas tercinta sudah donk nangisnya mas gak tega lihatnya jadi gak bisa fokus nanti nangani kerjaan.''
'' Maafin aku mas.''
'' Sayang kamu sudah makan?'' Mutia menggeleng.
'' Kenapa belum sayang kalau malas masak delivery aja yah, kamu harus makan mas gak mau lihat kamu sakit.''
'' Iya Mas nanti aku makan, mas cepet pulang yah!''
'' hmm...'' Mutia mengelus wajah suaminya di layar ponselnya.
'' Aku mencintaimu istriku...'' Ucap Daniel.
'' Aku juga mencintaimu mas, ya sudah mas hati-hati yah disana jaga diri dan juga jangan telat makan!''
'' Iya Sayang, kamu juga yah harus makan terus tidur. Asaalamualaikum istriku 😘''
'' Waalaikumsalam mas 😘.''
Setelah mengakhiri teleponnya Mutia beranjak menuju ke kamarnya mengambil dompet dan jaket dia berencana makan diluar.
__ADS_1
'' Coba ada kawan jadi gak kesepian gini kalau ditinggal.'' Batin Mutia, dia kini sudah berada di lobby apartemennya.
'' Syukurlah gak ngantri banyak.'' Ucapnya di depan mc donald.
Mutia membawa nampan yang berisi pesanannya menuju tempat duduk yang baru saja ditinggal oleh kostumer, tak berapa lama ada pegawai yang membersihkan meja tempatnya duduk.
'' Emkoisay yiyi.'' Ucap Mutia sopan.
'' Emsai hak hei.'' Ucap Yiyi itu.
****
" Pak,Mutia kan lagi di Hk ikut Daniel, dan lagi katanya Daniel lagi perjalanan bisnis ke luar negeri apa ya bisa dia datang pak."
" Ya sudah toh bu, kalau pun gak bisa pulang yang penting kita doakan saja semoga dia disana baik-baik aja.''
'' Iya pak, hmm...kangen juga sama Mutia pak.'' Ucap ibu lirih.
'' Rif, gimana persiapan besok malam?'' Tanya ibu.
'' Bu, Mila bilang tidak usah pakai acara lamaran karena dia kan hidup sendiri, ibu tahu sendiri kan gimana tetangga sekitarnya.''
'' Jadi maunya gimana Rif?''
'' Kalau aku mau nya langsung nikah aja bu, Mila juga tidak keberatan.''
'' Ya sudah lihat besok yah ibu mau kesana.''
__ADS_1
'' Iya bu..''