
Hari sudah berganti kegundahan hati Mutia karena gosip di kampungnya yang semakin memanas, ia takut keadaan orang tuanya akan semakin drop jika belum ada kejelasan atau bukti kalau dia bukan perempuan yang seperti di gosipkan.
'' Ya Allah, semoga bapak dan ibu kuat dengan berita yang tidak benar itu.'' Batin Mutia seakan ingin berontak dan segera terbang ke Indonesia tapi kontrak kerja yang belum selesai membuat nya harus bersabar.
Sementara itu diruangan kerjanya Daniel tengah membaca email laporan mengenai penyelidikan di kampung kekasihnya.
'' Maafkan mas dek yang sudah membuat mu seperti ini, mas pasti akan tuntaskan masalah ini.'' Gumam nya.
'' Lee uruskan penerbangan ku 2 jam dari sekarang!!'' Perintah nya pada asisten kepercayaan nya di negara ini.
''''''
Daniel berada di dalam pesawat untuk terbang ke Indonesia...
4jam 10menit pesawat yang di tumpangi Daniel mendarat mulus di bandara Soekarno-Hatta... ( Jangan samakan sama cerita-cerita yang lain kalau seorang CEO harus pakai pesawat pribadi yah heee ini cerita biasa saja karena tak semua orang yang berduit punya pesawat pribadi wkwkwk )
1jam berlalu kini Daniel sudah berada di mansion nenek nya.
" Dasar cucu durhaka main datang dan pergi sesuka hati kamu yah..." Marah Ny Emely alias grandma.
" Maafkan cucu durhaka mu ini grandma, please help me grandma!!!
" Hei ada apa nak?...
__ADS_1
" Grandma bantu aku melamar seorang gadis!!" Rengek Daniel.
" Ha ha cucu grandma ternyata sudah dewasa rupanya, Hmm gadis mana yang akan kamu lamar nak??
" Grandma....." Daniel menceritakan semua pada neneknya tanpa ada yang tertinggal.
" Kasihan calon cucu menantu ku..." Ucap grandma.
" Baiklah apa yang akan kita bawa?? kenapa tak pernah menceritakan jauh-jauh hari pada grandma huh...." Ucap grandma sedikit marah.
Daniel bingung harus berbuat apa, pasalnya dia tidak tau apa-apa saja yang harus dibawa untuk melamar gadis langsung pada orang tua si gadis.
" Aku bingung grandma...
" Ya sudah besok saja kita berangkat ke kampung cucu menantu ku, apa kamu capek nak?
'' Ya sudah bawa istirahatlah badanmu itu, grandma akan keluar sebentar sebelum malam pasti grandma sudah balik.
Daniel mematuhi ucapan neneknya ia segera merebahkan tubuhnya di kasur empuk yang sudah lama ia tinggalkan.
'' Sayang, aku pasti akan menutup mulut orang-orang yang sudah mencemarkan nama baik kamu dan juga keluarga mu.'' Batin Daniel dan terlelap menuju mimpi.
Menjelang malam grandma pulang dengan bantuan beberapa irt nya membawa barang-barang yang akan di bawa untuk calon besan nya.
__ADS_1
Pagi pun tiba....
Dua mobil Alphard sudah terparkir di halaman mansion itu, Daniel sudah sejak subuh terbangun setelah sholat subuh ia mengaji sebentar untuk menangkan hatinya.
Semenjak dia memutuskan untuk mendalami agama yang dianut ia mencari guru ngaji sendiri tanpa sepengetahuan Mutia karena ia pengen jadi orang yang bisa di andalkan dan menjadi imam untuk istrinya kelak.
'' MasyaAllah cucuku sekarang sudah semakin maju.'' Ucap grandma di pintu kamar Daniel.
'' Grandma...'' Daniel mengakhiri bacaannya.
'' Ayo bersiap-siap lah agar kita sampai kesana tidak kemalaman...!!
'' Terimakasih grandma, aku sangat menyayangi mu.'' Daniel mengecup kening nenek nya.
Daniel segera bersiap, setelah sarapan grandma dan Daniel keluar menuju dimana sudah ada dua mobil yang siap untuk di jalankan.
'' Grandma apa tidak sebaiknya kita naik helikopter saja?? usul Daniel.
'' Terus barang-barang ini apa bisa di bawa ke helikopter?
'' Apa semua ini grandma yang belanja??
'' Kalau bukan grandma siapa huh??, ya sudah biar supir yang bawa ke alamat calon besanku dan kita bawa yang perlu dibawa saja terus naik helikopter.
__ADS_1
Dua mobil yang tadi sudah berangkat duluan karena jarak tempuh yang cukup memakan waktu berjam-jam, sedangkan Daniel bersama Grandma pergi ke hotel nya dimana ada heli pribadi untuk perjalanan yang tergesa-gesa...
( Terimakasih untuk yang masih setia baca cerita halu ku yah semoga terhibur)