
Mendengar Mutia akan pulang ke Jawa, Yuni seakan kecewa karena gagal menjodohkan Mutia dengan Roni.
'' Kok tiba-tiba dek kamu mau balik ke Jawa? Tanya Yuni.
'' Iya kak ipar, aku kangen sama bapak dan ibu. Jawabnya.
'' Dek, Abang sudah pesan tiket kapalnya lusa, berarti kamu langsung beres-beres biar besok sore Abang antar ke loket dan kamu bisa langsung naik bis lagi, karena kapalnya berangkat pagi.
'' Iya bang terimakasih.
***
Hamparan laut yang biru disinilah aku, disebuah kapal yang akan membawaku menuju kampung halaman.
Aku merasa bebas dan lega akhirnya bisa menghirup oksigen dengan tidak merasa tertekan akan aturan-aturan dari kak ipar.
Sudah sehari aku ditengah laut, setelah sholat subuh aku berjalan naik ke dek kapal ingin melihat matahari terbit, dan ternyata sudah banyak yang berada di atas aku menyandarkan tubuhku di pembatas sisi kapal melihat luasnya ciptaan Tuhan.
Tanpa aku sadari seseorang sudah berdiri di samping kiriku.
'' Hai, sendirian aja? Tanya nya menyapa ku.
Sekilas aku melirik disebelahku cowok berbadan tinggi dengan rambut panjang dan bergelombang dan di lehernya terkalungkan sebuah kamera Nikon.
'' Eh...iya bang. Jawabku.
Dia mengarahkan kameranya melihat matahari yang mulai terbit.
'' MasyaAllah indahnya. Gumamku.
'' Yah, seindah gadis cantik di sebelah ku. Ucap cowok tadi.
Rambut panjang ku yang tergerai terbang sedikit menutupi wajahku. Aku tidak sadar ternyata cowok disebelah ku mengarah kan kameranya dan mengambil gambar tanpa seizin ku.
'' Wow perfect. Ucapnya dan masih terdengar di telingaku.
'' Boleh kenalan nona? Dia mengulurkan tangannya, dan aku pun menyambutnya.
__ADS_1
'' Sofyan. Ucapnya menyebutkan namanya.
'' Mutia. Ucapku.
'' Oh yah boleh aku menyimpan gambar mu??
'' Maksudnya?
'' Maaf aku tadi sengaja mengambil gambar mu.
'' Terserah asal tidak untuk hal-hal yang merugikan. Ucapku
'' Heeee maaf nona aku memang fotografer ini adalah hobi ku dan juga kerjaan ku. Jelasnya padaku.
Matahari mulai beranjak naik dan aku pun turun ke bawah menuju kantin di dalam kapal untuk membeli sarapan.
'' Kurang sehari semalam lagi baru sampai di pelabuhan Semarang. Gumamku.
Ditempat lain.....
Setelah berapa bulan mencari keberadaan Mutia yang belum diketahui akhirnya Daniel memutuskan untuk kembali ke negara dimana kedua orang tuanya menetap. Walaupun harus sesekali pulang ke Indonesia untuk memantau perusahaan nya.
'' Dad, mom please. Aku belum ingin memikirkan hal itu dulu.
'' Hei son kamu itu sudah dewasa momy dan Dad ingin segera menimang cucu dari keturunan mu!
'' Ayolah Dad, mom nanti kalau aku sudah ketemu sama wanita yang aku cari selama ini aku pasti kenalin sama momy!?
'' Sekali tidak ya tidak, kamu harus menuruti mom kali ini!!
Akhirnya Daniel menyerah atas keputusan momynya.
Di sebuah restoran seorang gadis cantik tengah duduk memainkan gadget-nya.
'' Hai Mon, maaf kalau menunggu lama? Sapa momy nya Daniel.
'' Hai Tante gak apa kok Tan.
__ADS_1
'' O ya Mon ini anak Tante.
'' Hai, aku Monica. Sapa Monica mengulurkan tangannya ke arah Daniel.
Daniel hanya memandangi tangan Monica.
'' Son!!!!
Daniel pun menjabat tangan Monica.
'' Daniel. Melepas tangannya dan duduk.
Momy Daniel memesan makanan dan beralasan menemui teman lama tak jauh dari restoran itu.
Sepeninggal momynya, Daniel terdiam dengan tangannya sibuk memainkan ponselnya.
'' Daniel... Panggil Monica.
'' Yah... Jawab Daniel singkat.
'' Apa kau tahu kalau momymu.....
'' Yah, aku tahu dan aku tidak setuju.
'' Oh. Tapi Monica tak akan mundur melihat Daniel laki-laki yang ganteng apalagi tajir itu tidak bisa ia dapatkan.
'' Apakah kamu ada waktu Minggu ini?? Tanya Monica.
'' Tidak ada. Jawab Daniel memang sedang tidak ada acara dan juga lagi pengen di rumah aja.
'' Bisa kah kau temani aku!?
'' Maaf.
'' Ayolah kalau kau memang tidak setuju rencana Tante setidaknya kita bisa berteman bukan?
'' Betul juga yang dia bilang aku bisa punya alasan sama momy. Dalam hati Daniel.
__ADS_1
'' Baiklah, kita akan kemana??
'' Ok, aku ada pemotretan dan sehabis itu kita bisa jalan sebentar.