Kisah Cinta Dua Negara

Kisah Cinta Dua Negara
Bab 59


__ADS_3

Selesai makan siang Daniel sengaja melajukan mobilnya ke jalan dimana dulu Mutia bekerja di warung makan pinggir jalan alias warteg.


'' Sayang...apa kamu ingat tempat itu?'' Daniel menunjuk ke arah depan dimana terdapat sebuah warung makan.


'' Mas ini kan...?''


'' Yah disinilah pertama kali mas melihatmu setiap pagi mas selalu memperhatikanmu dari dalam mobil.'' Kenang Daniel.


'' Jadi mobil yang tiap kali berhenti di depan gedung Bank itu kamu ya mas??''


'' Hum....


Sang nenek hanya tersenyum melihat cucu dan calon cucu menantu saling mengenang kisahnya.


'' Semoga kalian selalu bahagia dan tak terpisahkan...''


'' Aamiin...'' Jawab Daniel dan Mutia bersamaan.


Tak berapa lama mobil sudah berada di mansion grandma.


'' Sayang kamu istirahatlah pasti lelah setelah perjalanan dan ditambah keluar makan tadi.''


'' Baik grandma.'' Jawab Mutia karena memang dia sangat lelah. Dengan di bantu asisten disitu Mutia pergi ke kamar tamu.


'' Terimakasih ya mba..''


'' Sama-sama nona, mari.'' Sepeninggal sang asisten itu Mutia memasuki kamar yang sangat besar menurutnya.


'' Wah, besar banget mungkin 1 kamar ini ukurannya sama dengan rumah yang di kampung.'' Gumam Mutia dan merebahkan tubuhnya di kasur empuk itu, tak berapa lama iapun tertidur.


***%%%***


" Mama lain kali jaga sikap Mama, Daniel itu orang baik-baik ma, hampir saja waktu itu aku ingin berniat jahat padanya tapi aku cepat disadarkan.


" Iya sayang, maaf Mama sungguh ingin kamu segera bertemu dengan orang yang menghamili kamu." Ucap sang Mama, mereka kini sudah sampai di depan rumah mewahnya.

__ADS_1


" Mah kapan kita ke Bandung??" Tanya Ferra ketika sudah di ruang tv.


" Mama sih mau nya secepatnya sayang, Mama nggak mau menunda lagi, nanti bisa dibicarakan dengan papa.


" Tapi mah tolong jangan marahin dia, sebenarnya disini Ferra lah yang salah." Ucap Ferra sendu.


" Sayang.... dia juga salah kenapa pergi menghilang."


" Ferra yang melarang dia menemui Ferra mah, bahkan dia mau bertanggung jawab jika aku hamil tapi aku yang mengusirnya."


" Kenapa kamu jadi bo*** Ferr , kamu tahu kalau seperti ini papa kamu yang akan menanggung malu, apalagi sekarang kandungan kamu sudah dua bulan."


" Maafin Ferra mah...!!"


" Assalamu'alaikum..." Ucap papa Ferra yang baru pulang kerja.


" Waalaikumsalam, papa sudah pulang." Mama.


" Iya mah mana Ferra..?"


" Papa bersih-bersihlah dulu yah nanti sehabis makan malam kita ngobrol lagi." Ucap Mama menggandeng tangan suami menuju kamarnya.


'' Mah ada kabar baik, ada investor baru yang akan menanamkan modalnya di perusahaan kita, ini akan mempengaruhi usaha kita dan akan semakin maju.'' Ucap papa antusias.


'' Alhamdulillah pah, Mama senang mendengar nya semoga sukses ya pah ya udah Mama ke dapur dulu bantuin bibi.''


'' Iya mah.. gimana dengan Ferra hari ini ??''


'' Ada yang kita harus bicarakan papa sekarang mandi aja dulu.'' Mama Ferra berlalu ke luar kamar setelah menyiapkan baju ganti untuk suaminya.


****%%%%***


" Kakak, kenapa akhir-akhir ini sering ngelamun sih ?" Tanya adik Sam.


" Gak apa-apa dik, kakak lagi teringat dengan seseorang."

__ADS_1


" Siapa dia kak, hmmm pacar kakak yah kenalin donk!!!, yah yah."


" Kakak aja gak tau dia dimana..." Sam berucap sendu.


" Yahhh kirain." Ucap sang adik lagi.


Kini Sam sudah menjadi orang yang sukses hidupnya sudah tidak susah lagi seperti dulu, Sam sangat beruntung mengenal Daniel hingga ia bisa seperti sekarang.


" Ayo makan malam dulu nak.." Seru sang ibu dari arah meja makan.


Sam dan adik-adiknya menuju meja makan, mereka menikmati makan malam dengan disertai candaan.


'' Gimana pekerjaan kamu nak?'' Tanya ibu.


'' Alhamdulillah bu lancar dan besok Sam akan ketemuan dengan pimpinan perusahaan dari Jakarta kami akan bekerjasama.'' Terangnya.


'' Semoga lancar ya nak, ibu bangga sekali padamu walau baru beberapa bulan tapi kamu bisa seperti ini.''


'' Iya Bu, Sam bersyukur mempunyai teman baik seperti pak Daniel.'' Tampak Sam memandang kosong ke depan mengingat kebaikan teman kuliahnya dulu.


'' Kapan kamu bawa calon menantu untuk ibu nak..?''


'' Uhuk...huk...


'' Pelan-pelan donk makannya ayo minum dulu..!'' Sang ibu memberi minum pada Sam.


'' Terimakasih Bu.''


'' Kakak nih ditanya gitu aja langsung keselek heee.'' Ledek adik perempuan nya.


'' Hust lanjutkan makan kalian.'' Ucap ibu.


'' Bu aku udah selesai makan, aku ke kamar dulu yah.'' Sam meninggalkan meja makan dan menuju ke kamarnya. Di dalam kamar Sam termenung duduk di tepi ranjang nya.


'' Ferr selamanya aku akan merasa bersalah, dimana kamu??'' Batin Sam galau...

__ADS_1


@@@@****@@@@


__ADS_2