Kisah Cinta Dua Negara

Kisah Cinta Dua Negara
Hari mutia


__ADS_3

Dua Minggu sudah Mutia bekerja di rumah majikannya, setiap hari nya Mutia bangun pagi membuat sarapan dan mengantar jemput sekolah.


Siang itu Mutia pergi belanja keperluan dapur di supermarket dekat tempat tinggal majikannya. Sebelum nya Mutia harus mengantar Yeo berangkat sekolah dan pulangnya baru mampir belanja.


'' Ternyata teman-teman semua negara ku banyak diaini jadi berasa masih di negara sendiri.


Setelah penuh troli belanjaannya Mutia berjalan menuju kasir untuk membayar.


Mutia


'' Mba orang Indonesia?? Tanya perempuan cantik di depanku.


'' Iya, kenapa ya mba?? Tanya ku.


'' Boleh minta tolong gak mba?, aku lagi nunggu majikan ku tapi aku gak punya hp.


'' Aduh kalau hp maaf mba, aku juga baru berapa hari kerja aku baru dari Indonesia, jadi belum punya hp. Jawab ku.


'' Oh, ya sudah makasih ya mba.


'' Iya Maaf yah. Ucapku lagi.


Sebelum jam menjemput anak asuhku aku menyiapkan bahan-bahan untuk masak makan malam.


Jam sudah menunjukkan pukul tiga sore aku bersiap untuk turun menjemput anak asuhku.

__ADS_1


Rumah tempatku kerja ada di lantai 35 sangat tinggi memang kadang aku merasa takut kalau lagi bersihin kaca jendela takut jatuh kebawah tapi syukurnya semua ada terali besi.


Tempat sekolah anak asuhku harus turun sampai ke lobi dan keluar dari gedung dengan melewati beberapa toko dan restoran menurut ku rumah majikanku berada di tempat yang bagus tapi belum semewah tempat para bos bos besar di depan gedung Flat tempat ku kerja.


Hanya butuh waktu 5 menit aku sampai di depan sekolah anak asuhku.


Selama dua Minggu ini kedua kalinya aku menjemput sendiri biasanya aku di temani oleh adik majikanku yang mengajariku gimana menjemput dan aturan apa yang harus aku ingat.


Aku mulai mengantri berbaris panjang ke belakang hingga sampai giliranku menyerahkan kartu nama anak yang akan di jemput.


'' Yeo wan ayo sini ni Cece sudah datang jemput. Ucap guru anak asuhku.


'' Terimakasih lousi. Ucapku.


Aku menggandeng tangan Yeo Wan berjalan menuju rumah.


---


Pukul 19:00 waktu Hongkong majikan Mutia pulang dari kerjanya.


'' Hai Dadai, sinsang leitei fanlei lah... ( Halo nyonya dan tuan kalian sudah pulang)


" Hai Muti muimui haipinto a? Tanya Dadai.


" Lagi di kamar nyonya.

__ADS_1


Majikan Mutia bergegas ke kamar untuk membersihkan diri.


" O yah apa makan malam sudah siap??


" Sudah nyah, silahkan makan!


" Muti panggil muimui yah kita makan.


" Hai.(Baik)


Setelah selesai makan Mutia membersihkan meja dan peralatan dapur.


" Muti kamu kan sudah hampir sebulan kerja dan besok hari Minggu apa kamu mau berlibur?


" Hmmm saya kan belum hafal tempat ini nyonya takut tersesat.


" Besok saya antar kamu ke agen kamu kali aja kamu bisa jumpa teman-teman kamu disana.


" Boleh nyonya kalau tidak merepotkan.


" Ya sudah kamu istirahat lah ajak muimui tidur!


Mutia menuruti perkataan majikannya, selesea beberes ia pun menuju kamar.


" Cece yang nainai!. ( Mba minum susu)! Pinta muimui.

__ADS_1


" Sebentar yah. Mutia menuju meja kecil di kamarnya dan membuat kan susu untuk anak asuhnya.


Sejak sampai di rumah majikan Mutia langsung tidur dengan anak asuhnya. Mutia sangat bersyukur anak asuhnya tidak rewel atau bandel seperti banyak orang cerita kalau anak-anak yang di asuhnya bandel dan melawan.


__ADS_2