
Hari ini genap 1bulan umur pernikahan Daniel dan Mutia, hari ini juga mereka sudah berada di bandara internasional Soekarno-Hatta dan akan bertolak ke negara Hongkong.
'' Hongkong ngo yau fanlei a...( Hongkong aku kembali...)'' Batin Mutia, ia merasa bahagia karena akan bertemu dengan sahabat-sahabat seperjuangannya ketika mengais rezeki di negeri beton ini.
'' Sayang, sepertinya kamu sangat bersemangat sekali...?''
'' Iya mas, apa aku boleh jumpa dengan sahabat-sahabat aku yang ada disana?''
'' Pertanyaan yang konyol, tentu saja boleh sayang, mas tidak akan membatasi kebebasan mu asal kamu harus bisa jaga diri dan tentu nya hati kamu...!''
'' Udah pasti donk mas...''
Mereka kini sudah berada dalam pesawat, sengaja mereka menggunakan pesawat komersial walaupun Daniel sangat berkuasa tapi dia pribadi yang baik dan tidak sombong dan mau berbaur dengan masyarakat sekitar.
Kini pesawat sudah lepas landas, Mutia mematikan TV yang ada di depan tempat duduknya dan menyandarkan kepalanya di bahu sang suami.
'' Apa kamu lelah sayang?'' Daniel mengecup lembut kening Mutia.''
'' Tidak mas, aku hanya tidak pernah membayangkan akan menjadi istri seorang pengusaha sepertimu, seorang laki-laki yang lembut dan penuh kasih sayang, kamu tahu mas aku perempuan yang paling beruntung.''
__ADS_1
'' Bukan cuma kamu yang beruntung sayang, begitu juga dengan mas sangat dan sangat beruntung.'' Wajah Mutia bersemu merah mendapat perlakuan yang sangat baik dari suaminya.
Tak terasa empat jam sudah berlalu kini pesawat sudah mendarat di bandara internasional Hongkong.
Disana sudah ada Lee yang sedang menunggu kedatangan bos nya.
'' Hai Lee apa kabar?''
'' Baik Sir, silahkan...'' Setelah mempersilahkan kedua bosnya Lee lekas melajukan mobilnya.
Sementara itu
Sekarang Tuan Robert pindah lagi ke Thailand berkat bantuan dari rekan bisnisnya dan mulai mendirikan lagi perusahaan baru.
'' Apa kamu tidak akan meminta maaf pada anakmu, sebenarnya apa masalahmu sampai-sampai ingin menghancurkan bisnis anak kandungnya sendiri?''
'' Tidak, sampai kapanpun... gara-gara dia Bisnisku hancur.'' Tuan Robert masih belum sadar padahal bisnisnya hancur karwna keserakahan nya sendiri.''
'' Terserah mu, aku tidak akan ikut campur, asal kamu tahu Daniel seorang pemuda yang sukses tanpa bantuan dari mu. Dia bangun bisnisnya sendiri karena dia pemuda yang ulet, kamu akan menyesal Robert.
__ADS_1
William meninggalkan Robert dengan segudang pertanyaan di benaknya...
'' Jhony gimana penyelidikan hari ini?'' Tanya nya pada sang asisten.
'' Maaf Sir dia sekarang sudah kembali ke negara H bersama istrinya.
'' Ok, kau boleh pergi..!''
Tuan Robert nampak berpikir pandangannya mengarah ke gedung di depannya yang menjulang tinggi dan berlogo Radcliffe Lion perusahaan raksasa di negara itu.
'' Andai aku bisa bekerja sama dengan perusahaan itu...'' Angan Tuan Robert melayang jauh, kini ia harus dari awal lagi untuk mengulang usahanya.
Sementara itu pasangan suami-istri yang bisa dibilang lagi romantis-romantianya sudah tiba di apartemen nya.
'' Mas aku buatin minum dulu yah....'' Mutia hendak pergi ke dapur tapi tangannya di tarik langsung oleh Daniel ke pelukannya.
'' Ihhh mas, bersih-bersih dulu sana bau...!'' Mutia pura-pura menutup hidungnya.
'' Mandi bareng ya sayang aku kangen...'' Daniel merengek seperti anak kecil jika di dekat sang isteri.''
__ADS_1
Daniel menggendong Mutia ala bridal style menuju kamar mandi di dalam kamar nya.
Mutia pun bergelayut manja di leher sang suami, ia takkan menolak keinginan suaminya karena sama dengan beribadah.