Kisah Cinta Dua Negara

Kisah Cinta Dua Negara
#90


__ADS_3

'' Lee, gimana penyelidikannya, apa ada kabar lainnya?''


'' Mr sepertinya kita telah di tipu, ada orang yang sengaja menyamar menjadi daddy anda mr.'' Selama ini Lee berusaha menyelidiki kasus yang menimpa bos ya, hingga mulai menemukan titik terang, siapa musuh sebenarnya.


**


" Sayang, gimana kabar kamu dan calon anak kita?" Ucap Daniel di telepon.


" Mas, kapan kamu pulang, aku kesepian?" Manja Mutia.


" Iya sayang secepatnya mas pulang, ingat hati-hati dirumah yah, kalau butuh teman panggil teman-teman kamu yah!''


'' Iya mas, aku mau nya kamu cepat pulang!''


'' Iya, ya sudah jaga kesehatan kalau ada apa-apa hubungi mas yah, atau penjaga di lobi.!!''


'' Iya, mas disana hati-hati juga yah!, missyou assalamualaikum.


'' Waalaikumsalam.


Malam itu Mutia tidur dengan nyenyak, tanpa sepengetahuan Mutia Daniel menempatkan orang-orang suruhannya untuk menjaga sang istri.


***


Pukul 11 siang, grandma dengan ditemani Rara ki i sudah sampai di bandara chek lap kok Hk.


" Waww.... Besar banget dan bersih lagi." Kagum Rara matanya terus berkeliling dengan tangannya menarik koper sedangkan grandma di dorong oleh asisten rumah yang juga diajak bareng untuk menengok sang cucu menantu.


Ting tong


" Siapa yah yang datang?" Kata Mutia dalam hatinya, ia mengintip dari lubang pintu.


" Grandma?? Gumamnya.


Ceklek

__ADS_1


" Assalamualaikum...


" Waalaikumsalam, grandma m


Mutia kangennnn..." Mutia memeluk sang nenek yang berada di kursi roda dengan senang.


" Ayo masuk mba dan ini siapa?" Tanya Mutia yang baru pertama x melihat kehadiran Rara.


" Saya Rara mba."


" Oh hai aku Mutia yok masuk.


" Cucu grandma apa kabarmu sayang?"


" Alhamdulillah grandma, aku baik dia juga baik." Sambil mengeluh perutnya.


" Oh, jadi dia lagi hamil toh." Kata hati Rara merasa tak suka.


" Syukurlah, grandma berharap bisa melihat cucu buyut lahir."


" Aamiin, udah pasti dan harus grandma! Grandma juga harus jaga kesehatan !"


" Iya gak apa-apa mba, terimakasih."


Mutia dengan dibantu mba Santy tengah memasak di dapur untuk makan malam, grandma dengan ditemani Rara sedang menonton televisi.


'' Grandma, aku ke kamar sebentar yah?'' Ucap Rara.


'' Iya nak. ''


Selang beberapa menit masakan sudah siap dimeja makan.


'' Grandma, mana Rara?'' Tanya Mutia.


'' Oh tadi dia pergi ke kamar.''

__ADS_1


'' Mba Santy tolong temani Grandma aku mau panggil Rara dulu!!''


'' Iya Mba.''


*


" Hei kalian tau tidak aku lagi dimana?" Ucap Rara yang sedang beebicara di telepon.


" Aku lagi di negara Hongkong guys wuih, ternyata nenek yang menolongku itu ora g yang bener-bener tajir bah... Hidup aku bakal bahagia banget.


Mutia tanpa sengaja mendengar obrolan Rara ditelepon, Mutia tidak menanggapi ucapan Rara, ia hanya berfikir positif saja.


Tok tok tok


Rara segera menyudahi obrolannya dan beranjak dari duduk ya yang. Ersila ditempat tidur.


" Mba Mutia."


" Makan malam sudah siap yuk gabung!" Ajak ya.


" Mbaik mba.


*


Tengah malam ponsel Mutia berdering, Mutia yang sudah tertidur merasa terusik dan membuka matanya.


" Hallo... " Ucap Mutia dengan suara khas orang bangun tidur.


" Sayang, maaf yah mas ganggu kamu tidur, mas rindu samamu sayang?"


" Mas Daniel, kok belum tidur apa mas masih lembur?"


" Iya ini sudah selesai kok sayang, hmm gimana kabar anak kita?"


Hingga dini hari Mutia mengakhiri obrolannya.

__ADS_1


" Hati-hati disana ya mas, iloveyou "


" Iloveyou to sayang.


__ADS_2