Kisah Cinta Dua Negara

Kisah Cinta Dua Negara
Bab 46


__ADS_3

'' Grandma sebentar lagi cucu menantu grandma datang...'' Ucap Daniel pada sang nenek.


'' Iya aku sudah sangat ingin memeluk nya, pasti yang aslinya lebih cantik lagi.'' Sumringah neneknya.


Mutia melihat Daniel dengan seorang wanita tua tapi masih terlihat sisa-sisa kecantikannya disana, Mutia pun berjalan sedikit cepat mendekati Daniel...


'' Dan tolong aku....'' Tiba-tiba Ferra datang langsung menghambur memeluk tubuh Daniel.


'' Hai Ferra ada apa kenapa ditempat seramai ini kamu ketakutan??'' Ucap Daniel dan melepas pelukan Ferra.


'' Dan ada yang ingin mencelakai ku..'' Ucap Ferra ketakutan.


'' Mana teman kamu Ferr?? Tanya Daniel.


Sang nenek yang tak suka melihat cucunya di peluk wanita lain hanya memalingkan wajahnya.


Saat itu Daniel melihat sekilas keberadaan Mutia yang tak jauh dari tempat nya berada.


'' Mutia...'' Gumam nya. '' Oh Shitt... apa dia melihat kejadian tadi...? Daniel bertanya-tanya dalam hati.


'' Grandma tunggu disini jangan kemana-mana!! Pinta Daniel dan segera berlari mencari Mutia.


Ferra yang melihat Daniel meninggalkan nya pun merasa diabaikan.


'' Aku tahu wanita seperti mu, tapi sayangnya cucuku sudah mempunyai tambatan hatinya.'' Ucap sang grandma.


'' Maksud grandma apa?? Ucap Ferra sedikit dibodoh-bodohi.


'' Sudahlah sebaiknya kamu jauhi cucuku!!


'' Huft dasar nenek tua, lihat aja aku akan rebut perhatian Daniel.'' Batin Ferra, ia sengaja berpura-pura sedang dikejar orang jahat padahal hanya akting semata.


***


'' Sayang....'' Daniel memegang pergelangan tangan Mutia.


'' Ehh mas Daniel, tadi aku sedang mencari keberadaan mas, malah mas yang menemukanku terlebih dahulu.'' Ucap Mutia dibuat sebiasa mungkin.

__ADS_1


'' Ayo ada yang ingin bertemu dengan mu!'' Merangkul pundak Mutia. " Aku tahu kamu pasti sedang salah faham dengan ku." Batin Daniel sambil menggandeng tangan Mutia.


'' Ya Allah kuatkan aku.'' Doa Mutia di dalam hatinya mengikuti ritme langkah Daniel.


" Grandma...," Daniel memanggil neneknya.


" Lihatlah...!! Mendekatkan Mutia dihadapan neneknya. " Sayang inilah wanita pertama yang mas sayang dan cintai..., Grandma.."


Grandma langsung memeluk Mutia, sedangkan Ferra yang masih berada disitu semakin dibuat jengkel karena Daniel sama sekali tidak peduli dengan keberadaan nya.


" Ternyata kamu lebih cantik dari yang ada di foto.." Grandma melepas pelukan nya dan memandangi Mutia.


" Heii apa kamu tidak mengenal grandma hmmm???


" G grandma..." Panggil Mutia kaku.


Sementara itu Daniel mengambil kotak kecil berwarna merah hati dikantong celana nya.


'' Sayang aku ini grandma mu kenapa harus kaku seperti ini hmm??


Mutia merasa malu ini kali pertama jumpa dengan orang yang paling disayangi kekasihnya.


'' Mas, kamu ngapain bangun!!


'' Sayang sekarang di depan grandma mas ingin sekali mendengar langsung dari kamu...


'' Maukah kamu menjadi istriku menjadi calon ibu untuk anak-anak kita kelak???'' Mohon Daniel, seketika Ferra terbelalak kaget..


'' Dan..., apa yang kamu lakukan dengan perempuan kampungan itu???'' Seru Ferra memegang bahu Daniel.


Daniel hanya menepis tak menghiraukan Ferra.


'' Sayang....'' Lirih Daniel, Orang-orang yang berlalu lalang ada yang berhenti untuk melihat adegan itu.


Dari jauh tampak juga Angel yang menyaksikan.


'' Huftt....'' Dengus Angel.

__ADS_1


Daniel masih berlutut di hadapan Daniel dan di saksikan sang nenek.


'' Mas aku malu bangunlah, bukankah mas sudah melamar ku langsung pada orang tua ku???


'' Aku ingin mendengar langsung dari kamu sayang...!


'' Iya mas aku mau, tapi bangunlah kita dilihatin banyak orang!


Daniel mengambil cincin yang berada di kotak tadi dan menyematkan dijari Mutia lalu mengecupnya serentak tepuk tangan dari penonton yang ada disitu.


'' Malunya aku..'' Batin Mutia.


Ferra tidak habis pikir kenapa Daniel memilih wanita yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan dirinya.


'' Arghhh br****k kau Daniel..'' Gerutu Ferra.


Daniel mengajak Mutia dan sang nenek pergi dari festival bunga itu dan menuju restoran.


Sementara itu teman-teman Mutia yang ikut menyaksikan adegan tadi ikut bahagia.


'' Semoga Mutia bahagia yah, dan langgeng...?


'' Aamiin iya mba Vi. sahut yang lain.


'' Tidak ku sangka Mutia nasib mu mujur banget.'' gumam Sri.


Di restoran


'' Grandma seneng banget akhirnya bakalan ada cucu buyut yang akan lahir di dunia ini...


'' Huk-huk...'' Mutia tersedak air liurnya sendiri kalau mendengar ucapan sang nenek..


'' Kamu kenapa sayang ayo minum dulu!! vb Daniel memberi Mutia minuman punyanya.


Grandma tersenyum senang melihat cucu dan calon cucu menantu nya terlihat sangat romantis.


'' Hmm mas aku lupa teman-teman ku masih disana aku harus ngabarin mereka dulu nanti nyariin.

__ADS_1


'' Iya sayang.


__ADS_2