Kisah Cinta Dua Negara

Kisah Cinta Dua Negara
#Bab87


__ADS_3

'' Mass.... '' Panggil Mutia lagi.


'' Sayang, aku dimana ini?''


Airmata Mutia lolos begitu saja tanpa bisa di cegah.


'' Sayang kenapa kamu menangis hum..?'' Ingin rasanya Mutia langsung memeluk tubuh suaminya tapi karena Daniel baru sadar,setelah dua bulan lamanya koma di rumah sakit Thailand.


'' Syukurlah, aku sangat bahagia akhirnya kamu sadar mas.'' Mutia menggenggam tangan suaminya dan menciumnya.


'' Lee apa yang terjadi?''


'' Maaf tuan, sebaiknya anda banyak beristirahat dulu kalau, anda sudh baikan saya akan ceritakan semua.


'' Hmmm baiklah. ''


Mata Daniel memicing melihat berita di TV manakala sedang ramai diberitakan seorang pebisnis yang terlibat dengan kejahatan dunia.


'' Dad, benarkah dia...?'' Lee yang tidak menyadari kalau tv sedang ramai berita mengenai mr Robert yang tertangkap oleh kepolisian global Thailand .


Ada raut kesedihan diwajah Daniel,walau bagaimanapun dia adalah ayah kandungnya.


'' Lee,...'' Lirih Daniel.


'' Iya Sir, anda membutuhkan sesuatu ?'


'' Segera urus keperluan untuk keluar dari rumah sakit ini!''


'' Tapi sir?''


'' Mas, apa kamu sudah benar-benar sehat?''


'' Iya Sayang, mas ingin melihat keadaan Daddy.''

__ADS_1


'' Mas, bisakah besok saja?!, aku..aku sedikit lelah.'' Mutia tampak ragu.


'' Sayang, maafkan mas, memangnya berapa lama mas koma?''


Lee langsung menceritakan kejadian yang menimpa majikannya itu dan juga dirinya, Lee juga tidak lupa memberitahu bahwa dalang dibalik kecelakaan sirinya adalah ulah dari sang ayah.


Sedih yang dirasakan Daniel ternyata ayahnya belum sepenuhnya sadar.


'' Awws....'' Mutia merasakan kram diperutnya.


'' Sayang....ada apa denganmu?'' Lee yang sudah tau kondisi Mutia sesang hamil pun cepat-cepat memanggil dokter.


Mutia masih meringis menahan sakit diperut bawahnya.


'' Sayang kamu tidak apa-apa kan, muka kamu pucat banget.''


Dokter tiba dengan cepat menyruh Mutia berbaring di brangkar disamping brangkar Daniel.


Daniel terlihat cemas melihat istrinya kesakitan.


Selesai memeriksa Mutia, sang dokter memberi resep vitamin untuk kandungan Mutia.


'' Nyonya tidak apa-apa tuan, ia hanya kecapean dan juga karena kondiainya yang sesang hamil.'' Sontak Daniel terperanjat kaget bercampur bahagia.


'' Apaa....sayang kamu, kamu beneran hamil?'' Daniel bangun dari tempatnya baring dan mendekat ke brangkar dimana istrinya berbaring.


'' Tuan hati-hati anda masih baru sembuh...''


'' Lee, kamu tahu aku sangat bahagia mendengar istriku sedang hamil, sayang terimakasih....'' Daniel memeluk Mutia bahagia.


Ponsel Lee berdering, ia pamit keluar untuk mengangkat panggilan itu.


'' Hallo Grandma,....''

__ADS_1


'' Lee, gimana keadaan cucu ku disana?''


'' Daniel sudah sadar dari koma grandma sekarang dia lagi sangat senang mendengar kehamilan nona.


'' Syukurlah akhirnya cucuku sudah kembali, tapi apa dia tahu tentang Daddynya?''


'' Benar grandma, Daniel sudah tahu semua berita itu tersiar di tv.


'' Hmmm ya sudahlah jaga sia untukku Lee dan kapan kalian akan kembali?''


'' Secepatnya grandma.''


Sambungan pun terputus, Lee mengetuk kamar ruangan Daniel dengan Mutia.


'' Tuan, saya permisi ada yang harus saya urus di luar?''


'' Baiklah Lee hati-hati di luar!''


***


Seminggu setelah keluar dari rumah sakit di Thailand kini Daniel dan Mutia tengah berada di Bandara Bangkok dan akan menuju ke Hongkong.


" Sayang mulai sekarang kamu tidak boleh melakukan kegiatan yang bisa membahayakanmu dan calon anak kita hum..!!"


" Iya mas."


Setelah berapa jam pesawat yang merwka naiki sudah mendarat di bandara lnternasional hongkong.


" Lee kita ke restoran biasa...!"


" Yes sir."


" Berhenti....!" Seketika Lee mengerem mobil dengan mendadak mendengar seruan Mutia.

__ADS_1


" Sayang ada apa?"....


__ADS_2