Kisah Cinta Noura

Kisah Cinta Noura
bab 100


__ADS_3

Pesta pernikahan Noura dan Joaquin berakhir dengan lancar dan begitu berkesan untuk tamu undangan. Joaquin dan Noura pun mengantarkan para tamu undangan pulang dengan senyuman yang begitu lebar. Menampakkan betapa bahagianya mereka hari ini..


Sesuai dengan apa yang dijanjikan oleh Joaquin pada Noura, mereka setelah ini akan mengadakan liburan keluarga. Anak-anak juga akan diajak, begitu pula dengan kedua orang tua Noura. Mereka akan kembali mengunjungi Hawaii. Mansion indah milik Joaquin dan Noura sudah selesai dibangun di Hana, Pulau Maui.


Malam ini mereka akan langsung berangkat menggunakan pesawat pribadi milik daddy Adeard. Noura dan Joaquin saling membantu untuk mempersiapkan semua keperluan mereka yang akan tinggal di Hawaii selama dua minggu. Liburan keluarga yang dinantikan oleh mereka selama ini.


" Sayang, apa semua keperluan anak kita sudah siap? " tanya Joaquin. Dia memasukkan pakaian yang akan dikenakannya selama masa liburan keluarga ini.


" Sudah, mommy tadi membantu ku untuk menyiapkan semua keperluan mereka. Lagipula anak kita juga ikut membantu meski masih tidak begitu rapi, tapi bukankah suatu kebanggaan kita memiliki anak-anak yang mandiri. " jawab Noura sedikit bercerita kegiatannya tadi bersama anak-anak nya mengemas pakaian.


" Ehmm... Anak-anak memang sangat begitu membanggakan kita yang adalah orang tuanya. " ujar Joaquin tersenyum.


Setelah semua selesai mengemas semua keperluan mereka selama di Hawaii, satu keluarga ini berangkat menuju ke bandara. Pesawat pribadi milik daddy Adeard sudah menunggu tuan mereka untuk terbang bersama menuju ke Hawaii.


Karena malam sudah tiba, si kembar lima nampak mulai mengantuk. Noura mempersiapkan tempat yang nyaman untuk anak-anak nya berbaring. Toh tiga puluh menit lagi mereka akan sampai di bandara.


" Nanti kita gendong satu-satu saja. Daddy dan mommy masih kuat kan? " canda Joaquin.


" Kau meremehkan ku nak. Aku masih kuat menggendong mommy kalian ini naik turun tangga. " ujar daddy Adeard bangga.


" Hem... lalu kau akan memintaku untuk melihatmu semalaman. " kelakar mommy Rita membongkar aib suaminya.


" Hish... Bisa tidak kau membanggakan aku, bukan malah mengatakan kebenarannya. " protes daddy Adeard pura-pura merajuk.

__ADS_1


" Sayang, kita harus mengajarkan kepada cucu kita sikap yang baik. Jangan menjadi pembohong ya. "


Joaquin dan Noura terkekeh mendengar orang tua mereka sedang berdebat. Rasanya lucu saja, keduanya sudah tidak muda lagi, tapi masih saja bisa berdebat layaknya cucu-cucu mereka.


Tepat jam sembilan malam, mobil yang membawa Joaquin dan keluarganya sudah sampai di bandara. Mereka hanya perlu check in lalu langsung menuju ke pesawat pribadi mereka, yang menurut pilotnya sudah siap lepas landas.


Beberapa anak buah daddy Adeard dan Joaquin mengawal keberangkatan keluarga besar ini. Keamanan tuan mereka harus mereka jaga selama keluarga ini berlibur. Mungkin sekitar sepuluh sampai lima belas orang anak buah daddy Adeard dan Joaquin akan ikut. Mereka naik pesawat yang berbeda dengan keluarga tuan mereka.


Pesawat pribadi milik keluarga Robinson telah lepas landas dari bandara sekitar sepuluh menit yang lalu. Waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke Hawaii bisa mereka gunakan untuk beristirahat. Beruntung di dalam pesawat pribadi ini ada dua kamar tidur yang bisa digunakan kedua orang tua Noura dan anak-anak nya.


Untuk Noura dan Joaquin sendiri, mereka berdua akan tidur di kursi penumpang yang bisa disetting menjadi mirip dengan sofa tidur. Keduanya sudah siap-siap untuk terbang ke alam mimpi. Kegiatan padat hari ini membuat pasangan suami istri itu kelelahan dan dengan mudah nya mereka terbang ke alam mimpi setelah memejamkan kedua matanya.


Ketika matahari menyinari bagian pesawat pribadi keluarga Robinson yang masih mengudara itu. Penumpang sekaligus pemilik pesawat ini mulai menggeliatkan tubuhnya karena adanya sinar matahari yang menelisik masuk ke dalam jendela pesawat yang tertutup dalam itu.


Joaquin pun mulai membuka matanya setelah mendengar bunyi-bunyi yang ditimbulkan oleh para pramugari yang siap bekerja. Menyiapkan sarapan dan juga beberapa makanan ringan yang akan menemani Noura dan keluarganya melewati sisa waktu sampai pesawat pribadi ini mendarat di bandara Hawaii.


" Sayang bangun! Ini sudah waktunya untuk sarapan." Joaquin menggoyang-goyangkan lengan Noura agar sang istri bangun.


" Egghh..." Noura merenggangkan otot-ototnya. Tidur dengan posisi yang kurang nyaman ini menyiksa setiap bagian tubuhnya. Apalagi kemarin adalah hari yang cukup melelahkan.


" Pergi ke kamar mandi dulu sana!" titah Joaquin.


Masih dengan menahan kantuknya, Noura menuju ke kamar mandi. Rupanya kamar mandi sedang antri karena kelima anaknya dan juga orang tuanya sudah terbangun lebih dulu darinya. Sambil menunggu giliran untuk masuk ke dalam kamar mandi, Noura menyandarkan punggungnya di sekat pembatas antara area kamar mandi dengan area dapur mini. Noura menyambung pejaman matanya yang tadi sempat terganggu karena dibangunkan oleh suaminya.

__ADS_1


Sekitar sepuluh menit lebih sedikit, giliran Noura masuk ke kamar mandi tiba sudah. Seperti kegiatan di pagi hari biasanya, membuang hajat, cuci muka dan menggosok gigi. Lima menitan Noura berada di dalam kamar mandi, akhirnya keluar setelah melaksanakan ritual paginya.


Melangkah menuju ke kabin yang tadi dia jadikan sebagai kamar dadakan. Kursi penumpang sudah kembali ke bentuk semula, juga di atas meja sudah ada beberapa menu sarapan ringan untuk mereka.


" Sayang, kalian ingin croissant rasa dengan isi apa?" tanya Noura menatap ke arah kelima anaknya secara bergantian.


" Daging dan sayur." Galen yang bersuara.


" Coklat.." ganti Gafar.


" Keju dan mentega mom." Gaffi merequest.


" Meses mix keju mom." Ghadi mengangkat tangannya.


" lalu Gege ingin isi apa?"tanya Noura karena hanya tinggal anak perempuannya yang belum meminta rasa untuk croissant miliknya.


" Ehmmm.. Enaknya apa ya? " gumam Geya memilah mana yang menurutnya enak.


" Memangnya Gege paling suka yang rasa apa sayang? " tanya Noura. Mendengar pertanyaan Noura yang ditujukan pada Geya putri mereka, Joaquin sedikit tersenyum meski samar.


" Dia suka yang isinya daging tanpa sayur sayang. " Joaquin menjawab, menggantikan sang anak.


Geya nampak bingung karena memang apa yang menjadi favoritnya tidak tersedia di meja tersebut. Ada croissant isi daging dan sayur, tapi Geya tidak terlalu suka sayur yang diolah seperti itu. Ingin memilih rasa yang lain, dia sendiri masih bingung apa yang lebih enak dari croissant isi yang ada di depannya itu.

__ADS_1


" Pilih yang rasa coklat saja. Bukankah kau tak masalah dengan rasa coklat. Jangan terlalu lama berpikir ingin makan dengan apa, kau jadi terlihat seperti anak yang memiliki keluarga tidak mampu. Atau kau bisa meminta hidangan yang lain pada kakak itu. " ujar Galen menasehati adiknya.


__ADS_2