
Kembali ke beberapa hari yang lalu, seorang pria yang sekarang ini tengah duduk di kursi kebesaran di sebuah kantor tengah terkejut kalau mendapatkan telefon dari seseorang. Tangannya langsung gemetar memperlihatkan bahwa sekarang ini dia tengah gugup.
" Dan, apa Dani Ella sudah kembali? Apa dia sudah keluar dari penjaranya? " tanya Theo. Ya seseorang pria yang gugup itu adalah Daniel.
" Kenapa kamu nanya gitu The? " tanya Daniel berusaha untuk setenang mungkin.
" Aku sama Gilbert sudah selidiki masalah yang dibicarakan oleh kakak semalam. Tentang kasus hipnotis lima tahun yang lalu. Kepolisian dan kejaksaan mengatakan bahwa Daniella adalah saksi kunci dalam kasus ini. Tapi aku dan Gilbert curiga ini semua adalah perbuatan Daniella. " jawaban Theo sukses membuat Daniel lemas.
" Dia keluar seminggu yang lalu, kata anak buahnya dia ke negara yang sama dengan tuan dan entah mereka bertemu atau tidak aku tak tahu. " ujar Daniel setelah lama sekali dia diam. Tapi dia tak akan bisa diam terlalu lama karena sangat tahu bagaimana peringai saudaranya.
" Kau sudah minta seseorang membuntuti nya? " tanya Theo.
" Sudah, aku minta Roy untuk membuntutinya. " jawab Daniel lemas.
" Jika terbukti Daniella yang melakukannya aku mohon kau tak akan mencegah kakak tertua ut uk menanggani nya, apa kau mengerti? "
Pembicaraan yang lama terjadi diantara keduanya. Hingga semua sudah tersampaikan barulah Daniel menutup telefonnya. Dia menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi, memejamkan matanya dengan sebelah tangannya memijit pangkal hidungnya. Rasanya apa yang terjadi sejak kemarin justru membuatnya sangat pusing.
Daniel ingat lima tahun yang lalu saat dua puluh enam meninggal bunuh diri karena hipnotis dia dan Joaquin mengirim seorang gadis ke sebuah pulau pribadi milik Joaquin. Sengaja gadis remaja itu diasingkan dan ditemani psikolog dan tenaga medis di sebuah rumah yang terletak di tengah hutan di pulau pribadi itu.
Gadis itu diisolasi dari luar agar tak menyakiti orang lain lagi. Gadis yang Daniel dan Joaquin ketahui adalah pelaku sebenarnya dari kasus gadis remaja yang bunuh diri karena dihipnotis. Mengisolasi gadis itu di tengah pulau yang jauh dari daratan lainnya mungkin sama saja dengan memenjarakannya. Karena jika diletakkan dipenjara yang bercampur dengan yang lainnya, takutnya gadis ini berulah kembali.
__ADS_1
Psikopat adalah sebuah penyakit gangguan mental yang menyebabkan penderitanya kurang memiliki empati dan cenderung berperilaku buruk atau impulsif. Sikap ini membuat penderitanya menjadi antisocial , cenderung melanggar aturan hingga melakukan tindakan kriminal, termasuk kekerasan.
Daniella menderita gangguan mental itu. Dia yang akan berbuat nekat jika dia sudah tidak menyukai seseorang. Terlebih lagi Daniella memiliki kemampuan untuk melakukan hipnotis. Hipnotis itulah yang selama ini menutupi kejahatannya karena akan dilemparkan pada orang lain yang dihipnotisnya.
" Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku perlu mengatakan ini pada tuan? " monolog Daniel.
Pagi menjelang siang hari ini dia mendapat dua telefon dari kedua saudaranya dan keduanya menanyakan tentang Daniella. Dia sendiri sampai bingung harus menjawab apa ataupun berbuat apa, semuanya terlalu mendadak untuknya.
" Aarggghhhhh. " raungan frustasi dari Daniel.
Sedang sekarang ini di kota M, Theo dan Gilbert sudah bertemu kembali untuk membahas apa yang baru saja mereka berdua ketahui. Gilbert menceritakan apa yang dia dengar dari Mr Douglas tadi. Dia mengatakan bahwa Mr Douglas juga merasa ada kejanggalan di dalam kasus ini.
" Aku rasa kakak tahu sesuatu. " ujar Theo sambil menyeruput kopi latte miliknya.
" Mungkinkah begitu? Apa perlu kita mengatakan masalah ini padanya? " tanya Gilbert.
" Jika dia tahu juga percuma kita mengatakan padanya. Lebih baik kita selidiki saja bukti bahwa gadis menyebalkan itu yang menjadi dalang dibalik peristiwa kakak ipar. " saran Theo. Menurutnya mengatakan pada Joaquin hanya buang-buang waktu. Jika Joaquin sudah tahu tentang masalah ini lalu kenapa juga mereka mengatakan apa yang mereka ketahui pada Joaquin. Tanggapannya juga pasti tak mengenakan.
Sepakat dengan apa yang dikatakan oleh Theo, kini mereka berdua kembali ke perusahaan masing-masing. Gilbert akan mengadakan rapat dengan klien, sedangkan Theo akan mengkoordinasi anak buahnya untuk menyelidiki masalah tentang Daniella ini.
Theo mengerahkan empat tim dimana satu tim akan menyelidiki yang ada di negara tempat kakak iparnya tinggal sedangkan satu tim ke pulau pribadi Joaquin dan dua tim lainnya mengikuti Daniella. Theo berharap segera mendapatkan petunjuk untuk masalah ini agar secepatnya bisa menentukan rencana.
__ADS_1
Beberapa hari kemudian, Daniel yang biasanya akan kembali ke kota M saat akhir pekan kini sudah sampai di mansion de Niels. Daniel melihat Gilbert sedang membaca koran sambil menikmati kopi di sore hari yang indah ini. Menyapa sebentar Daniel langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri dari penuhnya yang sudah banyak itu.
Gilbert masih asyik dengan aktivitasnya sampai Theo datang bersama Vinda. Kandungan Vinda sudah sangat besar, karena berbeda dua bulan dengan Noura berarti jika Noura empat bulan maka Vinda sudah enam bulan. Theo memang selalu menginap di mansion ini untuk sengaja berkumpul dengan saudaranya. Joaquin sudah pergi ikut suaminya setidaknya mereka bertiga harus tetap solid dalam persaudaraan.
" Eh.... Sejak kapan kalian di sini? " Gilbert terperanjat saat tahu tiba-tiba Theo dan Vinda sudah duduk di depannya.
" Sejak lima menit empat pilih tiga detik yang lalu. " ujar Theo melihat jam tangan baru miliknya. Tentunya itu jam tangan mahal dengan harga selangit.
" Ya elah yang pamer jam tangan baru. " ledek Gilbert.
Mereka bertiga mengobrol seru menceritakan hal yang lucu-lucu yang mereka alami selama satu minggu ini. Gilbert sampai terpingkal kalau mendengar cerita Theo yang menceritakan kalau dia hampir saja masuk selokan saat dengan asyik bermain ponsel. Jika tak ada pekerjaan jalan yang menghentikan Theo sudah pasti dia akan terjatuh ke dalam selokan. Tapi naasnya dia selamat tapi ponsel mahal miliknya terjatuh ke dalam selokan.
" Hahahahahahahahahahahaha" Gilbert terpingkal mendengar ucapan Theo. Gilbert tahu ponsel Theo itu adalah ponsel baru yang dibeli bersamanya tiga hati sebelum kejadian itu.
" Sialan kami kak, kelihatan kami seneng banget ya aku apes. " protes Theo.
" Hahahahahahaha,.... seharusnya kamu itu bersyukur bukan kamu yang nyungsep, kenapa sewot banget ponsel barumu berenang. " Gilbert kembali terpingkal.
Tak lama Daniel itu bergabung, mereka tertawa sama-sama melepas penat dan pusing selama satu minggu ini. Daniel merasa sedikit terhibur tapi ketika hari sudah semakin malam, dan Theo sudah menidurkan istrinya. Daniel tiba-tiba membuat usul kepada dia saudaranya.
" Yuk kita minum di bar. Aku butuh banget minum biar sakit kepalaku hilang.
__ADS_1