
Joaquin sedang memandang jalanan kota M lewat jendela perusahaan miliknya. Tubuhnya di sini tapi seluruh jiwanya terbang ke tempat sang istri berada. Demi masa depan yang lebih baik dia harus kuat menjalani hubungan jarak jauh ini. Tapi dalam hati dia berjanji setelah semua masalah selesai, dia tidak akan membiarkan Noura jauh dari dirinya.
Gilbert sudah mendapatkan petunjuk tentang teman seperjuangan dari daddy Joaquin dan Daniel. Malam ini juga dia akan langsung berangkat.
Dan, Theo, dan Gilbert hanya punya waktu kurang dari dua minggu untuk mengumpulkan Sekutu. Mereka juga harus hati-hati dengan adanya pengkhianat nantinya. Akan hancur semua rencana bila sampai ada pengkhianat di tim baru mereka nantinya. Rencana tim baru yang akan mereka bertiga bentuk di kota R akan dibawah kepemimpinan Joaquin.
" Aku akan berangkat sekarang, kau harus jaga diri. Bila terjadi sesuatu hubungi salah satu dari kami atau kau hubungi saja dokter Stevano. " pamit Gilbert.
" Aku tahu, Berhati-hatilah jangan sampai kau terluka. Aku menunggu kabar baik dari mu. " ujar Joaquin.
Malam ini, Joaquin seperti kembali ke pertama kali dia menginjakkan kaki di mansion ini. Kesepian itulah yang selalu dirasakannya kalau seorang diri di mansion tanpa saudara angkatnya. Joaquin hanya terus merenung di dalam kamarnya, tanpa berniat keluar dari kamar. Andai dia bisa menghubungi Noura maka dirinya tak akan kesepian sekarang ini.
" Apa yang sedang kau lakukan Nou, aku butuh kau sekarang di sisiku. " gumam Joaquin menatap bulan.
Huft....
Joaquin menghela nafas panjang, dia tidak pernah menyangka akan seberat ini jauh dari Noura. Tidak ingin terus terpuruk karena tidak sanggup menahan rindu pada sang istri, Joaquin akhirnya memilih untuk tidur.
Di ranjang yang besar ini dia hanya terbaring sendiri. Ingat dengan apa yang terjadi beberapa waktu yang lalu saat dirinya dan Noura bergumul bersama di ranjang ini membuat Joaquin tersenyum kalau mengingatnya.
Hingga tanpa sadar dirinya pun akhirnya terlelap juga. Masuk ke alam mimpi dengan harapan akan bisa bertemu dengan wanita yang sangat dicintainya itu.
Huft... Huft... Huft...
Seorang pria tengah mengatur nafasnya setelah berlari untuk menghindar dari kejaran seseorang. Pria itu bersembunyi di balik tumpukan sama oh yang sangat bau, tapi dengan itu orang yang sedang mengejarnya tak akan sampai di tempat itu.
" Please Nou, tunggu aku datang. " gumam pria itu tersisa mengawasi sekitar.
__ADS_1
Pria itu sengaja kabur dari kejaran seseorang untuk bisa menyelamatkan istri tercintanya. Saat ini istrinya tengah disandera oleh musuh dari pria itu.
Berusaha untuk lari dan terus menghindar dari kejaran anak buah musuhnya, pria itu sampai di sebuah gudang tua tempat istrinya disekap.
" Hai keponakan ku tersayang. Jika saat itu kau bisa melarikan diri dari malaikat maut, tapi sekarang kau akan melihat wanita yang aku cintai akan mengantikan mu menemui malaikat maut. " seringai seorang pria tua.
Dor... Dor... Dor...
" Tidak Noura. " teriak Joaquin yang langsung terbangun. Joaquin merasa sedikit lega ternyata itu semua hanya mimpi, tapi dirinya juga mengkhawatirkan Noura di sana.
" Syukurlah itu hanya mimpi, aku tidak akan sanggup kehilanganmu Nou. " gumam Joaquin yang masih mengatur nafasnya.
Pagi itu di mansion Robinson, nampak Noura sedang kedatangan tamu. Tamunya pagi ini adalah Robin dan kedua orang tuanya. Keluarga Luizi datang karena mendengar Noura sudah kembali ke negara ini.
Noura terlihat biasa saja, tidak ada ekspresi sedih, kecewa maupun tertekan. Keluarga Luizi dapat lihat Noura seperi seseorang yang tidak memiliki masalah.
" Nou baik tante. " jawab Noura tersenyum.
" Di mana daddy mu kenapa belum juga turun? " tanya tuan Luizi.
" Daddy sedang bersiap dia akan datang sebentar lagi. Ehm, maaf om tante, dan Robin. Nou harus ke dalam dulu. " pamit Noura pergi meninggalkan ruang tamu.
Saat hendak kembali ke kamarnya Noura tak sengaja berpapasan dengan Vinda yang hendak turun ke lantai satu. Vinda teringat percakapan nya semalam dengan Sherly bahwa dia harus menyampaikan pesan dari pihak Joaquin pada Noura.
" Nou, tunggu. Aku punya kabar dari sana. " ujar Vinda. Noura yang sudah berada di depan pintu kamarnya langsung berbalik menatap Vinda.
" Suamimu sekarang sudah mulai melaksanakan setiap rencananya. Jadi mereka berharap kau akan baik-baik saja sampai suamimu datang menjemput mu. " ucap Vinda.
__ADS_1
" Vin, kau tahu apa yang paling membuatku tak bisa meninggalkan Joaquin. Kau tahu meski dalam bahaya seperti apapun dia akan selalu menjamin keselamatan ku. " ujar Noura pelan. Noura langsung saja masuk ke dalam kamarnya.
Noura sebenarnya selalu gelisah sejak semalam, kini dia tahu arti dari kegelisahannya itu pasti karena Joaquin yang sedang menghadapi bahaya. Andai bisa bersama, tapi Noura juga tahu jika Joaquin tak akan mengajaknya berhadapan langsung dengan bahaya.
" Semoga kau baik-baik saja sayang. " gumam Noura mengusap foto Joaquin.
Noura tetap berdiam diri di kamar, dia juga tidak ikut sarapan juga menjamu keluarga Luizi. Saat ini dia sedang dalam mood yang kacau. Noura begitu khawatir jika Joaquin akan terluka lagi seperti dulu tapi dia juga tahu ini adalah hal yang memang harus dilakukan suaminya itu agar bisa hidup damai di masa depan.
Di siang hari pun Noura masih memilih mengiring diri di kamar. Meski tadi salah satu maid sempat mengantarkan makan siangnya ke kamar tapi Noura juga enggan untuk memakannya. Hanya Joaquin uang sedang ia pikirkan.
" Look, aku benar-benar gila saat ini hanya karenamu. " Noura mulai terisak.
Siapa yang tidak khawatir jika suami kita harus menghadapi dewa maut. Semua pasti akan takut apalagi Noura tahu bahwa Joaquin lah yang mendatangi dewa maut tersebut.
Tak henti-hentinya dirinya mengucap doa agar suaminya itu selalu dilindungi dan tidak akan terluka. Noura juga tek henti-hentinya mondar mandir di dalam kamarnya. Noura seperti kehilangan arah tujuannya saat ini.
Pikirannya yang sedang kalut membuatnya tak menyadari bahwa langit sudah berubah menjadi gelap. Dirinya pun akhirnya mau turun untuk makan setelah dipaksa oleh mommy nya dan jiga Vinda.
Setelah makan, Noura langsung kembali ke kamar dan langsung memaksakan dirinya untuk tidur. Tak ada hentinya jika dia terus bangun dan memikirkan keselamatan Joaquin.
" Lepaskan dia aku mohon, jangan sakiti dia. " pinta seorang wanita kala melihat suaminya sedang dihajar oleh beberapa pria bertubuh kekar.
" Oh... Maafkan aku nona cantik. Aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu. Suamimu itu telah mengusik ketenangan ku. Jadi sudah sepantasnya dia mendapatkan siksaan ini. " seringai tajam muncul diwajah pria yang menjadi bos dari beberapa pria bertubuh kekar.
Dor.... Dor.... Dor....
" Nou, aku mencintai mu. " ucap pria yang dihajar tadi diakhir hembisan nafasnya.
__ADS_1
" Tidak..... Tidak.... Joaquin.... Tidak....... "