Kisah Cinta Noura

Kisah Cinta Noura
SAMPAI DI MANSION ROBINSON


__ADS_3

Hari sudah berganti, pesawat yang ditumpanh oleh keluarga Robinson sudah sampai di negara I. Berderet mobil mewah sedang menunggu tuan besar mereka keluar dari bandara.


Nampak tiga mobil mewah yang masing-masing sudah ada sopirnya. Seorang pria yang usianya sekitaran empat puluhan nampak berdiri di depan pintu keluar bandara station dua yang khusus untuk kedatangan luar negeri


Menunggu sekitar sepuluh menit, keluarga yang ditunggu muncul juga, " Selamat datang tua dan nyonya. " sapa Ahmad, asisten sekaligus tangan kanan daddy Adeard.


" Kau melupakanku paman. " tegur Noura tersenyum melihat Ahmad.


" Maaf nona muda, selamat datang kembali. " sapa Ahmad menundukkan kepalanye membari hormat


Ahmad menunjukkan jalan pada keluarga Robinson menuju mobil yang sudah menunggu kedatangan mereka.


Tiga mobil, yang depan untuk tuan dan nyonya Robinson serta Ahmad. Mobil kedua untuk Noura dan Vinda, sedangkan mobil ketiga untuk pengawal pribadi yang mengawal keluarga Robinson agar aman dan lancar samping tiba ke mansion.


Empat puluh lima menit tepat, ketiga mobil yang mengantar keluarga Robinson sampai di kawasan yang merupakan letak mansion besar keluarga Robinson di kota J. Mobil memasuki halaman mansion keluarga Robinson. Mansion yang sangat mewah.



Mansion mewah dengan tiga lantai, bangunan dengan nuansa putih dan coklat muda itu terlihat sangat indah. Ditambah dengan pohon-pohon tinggi yang tumbuh di sekeliling mansion.


Mansion yang di design oleh Noura, mansion ini dibangun empat tahun yang lalu. Ini adalah rumah impian Noura.


Hari sudah hampir gelap saat mereka memasuki mansion besar itu. Di depan ada tangga langsung menuju lantai dua, tapi juga bisa lewat pintu yang ada di bawah balkon lantai dua.


Noura mengajak Vinda untuk ke lantai dua, karena di sanalah letak kamar-kamar. Lantai satu diisi dengan ruang tamu yang luas dan juga ruang bersantai. Lantai dua kamar dan ruang keluarga, ditambah dengan ruang belajar untuk Noura. Lantai tiga terletak ruangan gym, ruang kerja daddy.


" Vin, kamu mulai sekarang tinggal di rumah aku dan ini kamar kamu. Kalau butuh apapun tekan tombol hijau diatas nakas nanti akan ada maid yang datang. Kamar aku di ujung sana dekat balkon, kamu bisa ke sana aja kalau kesepian. " ujar Noura.


" Terima kasih banyak Nou, kamu mau menampung aku. " ucap tulus Vinda.


" Sama-sama sekarang kita saudara jadi jangan sungkan ya. " Noura pergi munuju ke kamarnya.


Sudah enam bulan Noura tidak merasakan nyamannya kamar miliknya di mansion Robinson. Noura membaringkan tubuhnya di ranjang besar miliknya.


" Baru satu hari aku sudah merindukanmu. " gumam Noura.



Kamar milik Noura di dominasi warna tosca dan dark green. Ada sofa berwarna putih, bahkan juga ada kursi tidur di dalam kamarnya.

__ADS_1


" Apa yang sedang kamu lakukan sayang. I miss you. " Noura tengkurap menutup wajahnya dengan bantal dan menangis. Dia merindukan Joaquin suaminya.


Terlalu lama menangis dan efek kelelahan perjalanan membuat Noura tertidur. Masih dengan posisi yang sama, wajahnya pun masih ada jejak tangisan nya tadi.


Matahari pagi hari ini memancarkan sinarnya dengan semangat yang tinggi. Nampak langit terlihat sangat cerah walau masih jam delapan pagi. Mansion besar milik keluarga Robinson sudah disibukkan dengan kulu kilir pelayan mansion. Pelayanan itu membagi tugas membersihkan rumah dan membuat sarapan untuk penghuni mansion.


" Good morning mom" sapa Noura saat tanpa sengaja bertemu di tangga menuju lantai pertama.


" Good morning sayang. " sapa balik mommy Rita.


Mereka berdua berjalan beriringan menuruni tangga menuju ruang makan. Mommy Rita ingin melihat koki mereka akan membuat kan sarapan dengan menu apa. Sedangkan Noura ingin segara menyantap makan paginya.



Rumah makan di mansion keluarga Robinson didominasi warna coklat dan putih. Kursi yang empuk berwarna putih gading dipasangkan dengan meja panjang warna coklat menambah kesan mewah.


" Selamat pagi Nyonya dan nona muda. " sapa para pelayan yang ada di dapur dan ruang makan.


" Pagi, chef Ardi membuat menu apa untuk sarapan? " tanya mommy Rita mendekati dapur bersih.


" Saya membuat Torta Barrozi dan panino. Saya membuat Cappucino dan Expresso Machiato Nyonya. " jawab Chef Ardi.


" Iya Nyonya. "


Mommy Rita pamit pada Noura yang sedang bermain ponsel duduk di meja makan, mommy Rita ingin membantu daddy Adeaed bersiap untuk ke kantor.


" Pagi Nou. " sapa Vinda mendudukan pantatnya di kursi samping Noura.


" Pagi Vin, Kami pengen makan apa buat sarapan bilang aja sama chef. Biasanya kan hamil muda pasti ngidam. " tutur Noura.


" Boleh ya Nou? " tanya Vinda ragu. Pasalnya dia merasa sungkan dengan kebaikkan kuarga Robinson. Noura hanya menjawab dengan anggukkan saja.


" Maaf chef bisa tolong buatkan saya gado-gado. " pinta Vinda.


" Baik nona anda bisa menunggu sebentar. " Chef Ardi menanggapi.


Setengah jam semua menu sudah tersedia di meja makan. Khusus untuk Vinda chef memaksakan gado-gado dengan jus orange sebagai minumnya.


Semua menikmati dengan lahap dan tenang. Noura sangat merindukan masakan Chef Ardi.

__ADS_1


" Chef bisa kau membuatkan beberapa masaknya Jepang untuk makan siang nanti. " pinta Noura.


" Baik nona muda saya akan membuatkan untuk anda. " Chef Ardi tersenyum ramah.


Mommy Rita mengantarkan suami ke kantor sampai depan rumah. Sudah menjadi aktifitas rutin mommy Rita melakukan hal itu. Mommy Rita kemudian meminta seorang supir untuk menyiapkan mobil yang akan dipakainya pergi.


Rencana mommy Rita ingin mengandung Vinda ke dokter kandungan. Setelah perjalanan jauh dengan pasawat mommy Rita khawatir terjadi hal yang tidak diingkan.


" Nou, mommy mau antar Vinda cek kandungan kami mau ikut? " tanya mommy Rita saat tiba di ruang tamu.


" Enggak mom, aku ada janji hari ini. " tolak halus Noura.


" Oke, tapi kamu pergi harus pakai sopir ya. Itu pesan Joaquin lho. " ujar mommy.


" Oke mom. " ujar Noura singkat.


Noura ada janji temu bersama teman baiknya. Widi, teman baik Noura yang sudah berteman dengannya dari semenjak SMA sampai tamat kuliah. Widi yang mendapat kabar Noura kembali meminta uang tim bertemu.


Mereka janjian di salah satu cafe yang ada di Mall terbesar di ibukota. Widi sudah datang sekitar lima menit yang lalu, kemudian datanglah Noura menghampirinya.


" Widi, aku kangen. " pekik Noura langsung memeluk tubuh teman baiknya itu.


" Sama Nou gila kamu enam bulan nggak ada kabr kemana? " tanya Widi mengurai pelukan mereka.


" Aku ke tempat pamanku. Eh ya aku mau cerita. " seru Noura memperlihatkan jari manisnya yang sudah bertengger cincin pernikahannya.


" Apa itu? " seru Widi.


" Wid, kamu ingat aku pernah cerita soal dulu aku pernah jatuh cinta pas waktu masih kecil. "


" Inget. Cinta pertama kamu yang kamu bilang sudah meninggal itu kan. "


" Wid, dia masih hidup dan kami sudah menikah. "


" What... " pekik Widi.


" Sekarang aku sudah jadi istrinya. Kami sudah menikah. " ucap Noura bangga.


Widi tersenyum bahagia saat melihat wajah tman baiknya itu dipenuhi dengan kebahagiaan. " Semoga kamu akan terus bahagia seperti saat ini Nou. "

__ADS_1


__ADS_2