Kisah Cinta Noura

Kisah Cinta Noura
bab 93


__ADS_3

Joaquin mulai sangat sibuk akhir-akhir ini, terhitung sudah berkali-kali dia lembur setelah Noura kembali lagi ke mansion Robinson. Ada sesuatu hal yang sedang Joaquin kerjakan tanpa memberitahu Noura. Tentunya itu sebuah kejutan yang terlambat Joaquin berikan karena banyaknya masalah yang menerpa mereka.


Malik dan Moses pun berulang kalo keluar masuk perusahaan dalam satu hari saja. Sepertinya memang apa yang Joaquin perintahkan adalah sesuatu yang cukup untuk menguras tenaga. Joaquin pun tak ada kenal waktu terus berkutat di depan laptop dan juga berkas-berkas. Dia tidak ingin memiliki pekerjaan di saat hari yang dia tunggu dan persiapkan itu sudah datang.


" Majikan semua rapat yang harus saya hadiri dalam satu minggu ini. Pastikan semua rapat itu selesai dalam dua hari. " titah Joaquin pada Melly, sekretarisnya.


" Baik tuan akan saya atur ulang jadwal anda. Tapi untuk hari ini rapatnya tidak bisa ditunda tuan. " lapor Melly.


" Kalau hari ini biarkan saja, dengan tuan Narita dari HN group kan? " tanya Joaquin ingin memastikan.


" Benar tuan. Jam satu siang di restoran Berliana. " jawab Melly.


" Baik, siapkan semuanya. " perintah Joaquin.


Sesudah Melly keluar dari ruangannya, Joaquin kembali fokus pada berkas yang sedang dia baca. Joaquin meneliti dengan cermat setiap digit angka yang ada di berkas itu agar tak sampai terjadi halal yang tidak diinginkan hanya karena kesalahan membaca satu digit angka.


" Huft.... " helaan nafas dari Joaquin terdengar begitu berat.


" Semangat Jo, ini demi Noura. Aish.... Merencanakan kejutan itu kenapa menguras tenaga sekali. Aku kurang istirahat. " gumam Joaquin. Meski mulutnya mengeluh tapi pikirannya begitu semangat mengerjakan setiap pekerjaan itu.


" Tuan.. " sapa Moses.


" Ya Tuhan, apa kau hantu? Kau menggagetkanku. Sejak kapan kau masuk? " tanya Joaquin dengan tangannya yang mengusap dada miliknya untuk menetralkan jantungnya.


" Sejak anda bergumam tak jelas tadi tuan. " jawab Moses.


" Kenapa tak mengetuk pintu dulu kau? " tegur Joaquin.

__ADS_1


" Saya bahwa sudah lelah mengetuk pintu tuan, tapi tak kunjung juga anda bukakan. Akhirnya saya masuk dan melihat anda termenung. " Moses terlihat mengulum bibir bawahnya untuk menahan tawa melihat tingkah Joaquin sekarang seperti seorang yang ketahuan memikirkan hal mesum.


" Apa ada masalah? " tanya Joaquin menetralkan wajah malunya.


" Ini tentang gaun yang akan dipakai nyonya muda tuan, apa kita perlu mengukur bajunya? " tanya Moses.


" Kita ukur saja, tapi jangan sampai tahu baju seperti apa yang akan dia pakai. " jawab Joaquin.


" Pergilah, aku akan mengabari mu bila istriku siap untuk diukur. " terang Joaquin mengusir Moses untuk segera keluar dari ruangannya. Dia sudah tidak bisa lagi menahan wajahnya yang terlihat malu di depan asisten pribadinya itu.


" Baik laksanakan tuan. "


Setelah kepergian Moses, Joaquin masih saja berkutat dengan pekerjaannya. Hingga langit berubah warna menjadi gelap pun Joaquin tak menyadari karena saking seriusnya mengerjakan pekerjaan nya hari ini.


Di mansion Robinson, Noura yang duduk di sofa ruang tamu kembali menghela nafas gusar. Sudah seminggu ini suaminya terus-terusan lembur, Noura takut tubuh Joaquin tak akan tahan hingga pada akhirnya jatuh sakit.


" Lebih baik begitu saja. Ide bagus. " Galen tersenyum penuh bangga. Dia berjalan mendekati tempat Noura duduk.


" Mom, bagaimana kalau kota menjemput daddy dan makan malam di luar. " celetuk Galen memberikan ide.


" Oh my.... Sayang kamu pinter banget, mommy kok nggak sampai mikir ke sana ya. Kalau begitu katakan pada saudara mu untuk bersiap sekarang ya. " ujat Noura girang.


Galen tersenyum, dia juga meninggalkan ruang tamu menuju ke markasnya dan saudaranya yang lain, ruang belajar dan bermain mereka. Galen ingin menginformasikan bahwa mereka akan makan malam di rumah. Jadilah sorak sorai menggema di ruangan itu karena semua yang ada di dalamnya begitu senang.


Sepuluh menit, semuanya sudah berkumpul di teras mansion, menunggu mobil yang akan mengantar mereka. Bergegas mereka masuk ke dalam mobil saat mobil yang dikendarai sopir sudah terparkir di depan mereka semua.


Setibanya di kantor AD company, nampak terlihat sangat sepi. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, dan pasti semua karyawan sudah pulang sejak jam empat sore tadi. Hanya CEO nya saja yang workaholic, sehingga sampai terus-terusan lembur.

__ADS_1


Menggunakan lift khusus CEO, Noura dan kelima anaknya menuju ke ruangan CEO di lantai paling atas. Mereka yakin, Joaquin masih berada di ruangannya.


" Daddy...... " seru kelima anaknya mengagetkan Joaquin yang masih fokus pada pekerjaannya.


Saat mendongak kan kepalanya, dia melihat sang istri tercinta berkacak pinggang di depannya. Joaquin juga melihat kelima anaknya berlari kecil ke arahnya.


" Sampai kapak kau akan kerja? Apa jika kau pulang awal perusahaan ini akan bangkrut? " cerca Noura dengan beberapa pertanyaan sekaligus.


" Bukan begitu sayang, aku kan sudah bilang ingin mengajak kalian semua liburan. Jadi aku harus menyelesaikan semua pekerjaan ku agar aku tak meninggalkan terlalu banyak pekerjaan untuk Moses dan Malik. " jawab Joaquin panjang kali lebar.


" Baik kalau kau menggunakan alasan itu, tapi sekarang hentikan pekerjaanmu, kita makan di luar bersama. " titah Noura.


" Baiklah ratu ku. " tak ingin berdebat, Joaquin pun menurut apa kata sang istri.


Joaquin membereskan berkas-berkas yang berserakan di atas meja kerjanya, mematikan laptop lalu mengambil tas kerja dan juga jasnya. Joaquin langsung menggandeng tangan Noura dan menuntun sang istri keluar dari ruangannya diikuti kelima anak mereka dari belakang.


Kelimanya menaiki mobil yang mengantar Noura dan anak-anak nya tadi. Joaquin meninggalkan mobilnya di parkiran perusahaan, biar besok saja dia ambil. Malam ini biarlah tetap di sana karena tak ingin merepotkan dia asistennya itu.


Mobil itu membawa keluarga de Niels ke sebuah hotel yang memiliki restoran di rooftop nya. Restoran dengan view pemandangan ibukota dan juga terkenal dengan masakannya yang lezat dan dari bahan-bahan yang terjamin kualitasnya.


Restoran di rooftop ini adalah salah satu restoran milik Joaquin di negara ini. Joaquin sudah membangun setidaknya sepuluh restoran yang ada di Rooftop hotel berbintang lima yang tersebar di negara ini. Mimpi yang Noura buat saat dia masih kecil.


" Sayang.... Ini.... Ini... Bagaimana bisa ada restoran di hotel AD hotels? " tanya Noura yang speechless melihat restoran di rooftop tersebut.


" Your dream. Aku memujudkan mimpi mu sayang. " jawab Joaquin yang langsung membuat Noura meleleh..


" Terima kasih... Ini sangat indah sekali. " mata Noura berkaca-kaca.

__ADS_1


" Asalkan aku bisa menebus kesalahanku dahulu dengan kebahagiaan yang bisa aku janjikan pada mu. Aku akan melakukan apa pun untuk menepati janji ku. "


__ADS_2