
Malam semakin larut, tapi tetap tak bisa membuat seorang gadis memejamkan matanya. Mimpi buruk yang baru saja dialaminya membuatnya enggan untuk terlelap lagi. Takut jelas pasti, karena yang baru saja dimimpikannya adalah suaminya yang tertembak oleh musuhnya saat hendak menyelamatkan dirinya.
Noura masih betah untuk terjaga meski jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Perasaannya saat ini sangat kacau, tidak bisa mengetahui kabar dari sang suami ditambah lagi dengan mimpi buruk semakin mengacaukan hatinya.
" Semoga kau baik-baik saja. " gumamnya.
" Oh ya kenapa aku bisa lupa kan uncle Lucio bisa aku hubungi. Siapa tahu uncle dapat kabar dari Joaquin. "
Noura langsung mengambil ponselnya yang ada di atas nakas samping ranjangnya. Dia segera menghubungi nomer uncle nya. Setahun ya di negara tempat tinggal uncle nya hari masih pagi.
" Halo uncle. " sapa Noura.
" Ada apa Nou,? "
" Uncle ini tentang suamiku, apa semuanya baik-baik saja? " tanya Noura.
" Jangan khawatir, kami yang disini juga mengawasinya dari jarak aman. Jika hal buruk terjadi kami akan langsung terjun membantu. "
" Syukurlah kalau begitu. Terima kasih paman. " ucap tulis Noura.
" Jangan banyak pikiran, yang terpenting kau harus bisa menjaga dirimu sendiri. "
" Ya uncle. Kalau begitu aku tutup telefonnya."
Setelah menelfon uncle Lucio, Noura sedikit bisa bernafas lega. Setidaknya ada Orang-orang yang juga mengawasi dan menjaga Joaquin dari jauh. Harapan Noura ahmgar semua ini cepat berakhir dan semua kembali damai.
Pagi harinya Noura sudah siap turun untuk sarapan bersama keluarganya. Dia menuruni satu per satu anak tangga dengan anggun, bak seorang putri kerajaan. Vinda yang sudah ada di bawah dibuat terpukau dengan penampilan Noura.
" Kau cantik sekali Nou, Apa kau akan keluar hari ini? " tanya Vinda yang mensejajarkan dirinya dengan Noura.
__ADS_1
" Aku nggak ke mana-mana Vin. Nanti teman baikku akan main ke sini. Kau juga harus berkenalan dengannya, dia orang yang baik. " jawab Noura.
" Baik. Apa perlu kita minta chef Ardi untuk membuat beberapa makanan ringan untuk kita nantinya. " usul Vinda.
" Goog idea. Nanti kita bilang chef Ardi sama-sama. "
Keduanya kini sudah berada di meja makan bersama tuan dan nyonya Robinson. Pagi ini chef Ardi memasak hidangan sederhana. Omelet telur isi sayur dengan saus tomat pedas.
Semua nampak lahap menyantap makanan mereka. Tidak ada suara semuanya dengan tenang menyantap sarapan mereka. Vinda sampai nambah dua kali saking enaknya. Apalagi sekarang dia sedang berbadan dua.
" Nou mommy harus ikut daddy ke kantor. Jika butuh sesuai bilang pada kepala pelayan, jangan keluar rumah tanpa penjagaan mengerti. " Mommy Rita berniat ikut dengan sang suami ke kantor. Dia berpamitan pada putri tunggalnya juga sekaligus berpesan agar sang putri tidak keluar mansion tanpa pengawalan.
" Ok mom. Aku tidak ingin keluar tapi nanti Widi akan main ke sini. " ucap Noura.
Mommy Rita tersenyum, lalu mencium pipi Noura kanan dan kiri bergantian. Vinda pun juga mendapat perlakuan yang sama. Mommy langsung pergi dari sana kala mobil yang akan mengantar daddy dan mommy sudah siap di depan mansion.
Lama mereka berdua menunggu akhirnya yang ditunggu datang juga setelah satu jam lamanya. Noura memperkenalkan Widi pada Vinda sebagai adik iparnya. Widi terlihat menyambut dengan baik Vinda untuk menjadi salah satu temannya. Vinda juga sangat senang bisa memiliki teman baru di negara yang baru pula.
Ketiganya mengobrol seru sambil ditemani camilan dan juga es jus buah. Tertawa bersama saling menggoda dan juga saling menceritakan tentang diri sendiri. Widi sampai menangis kalau mendengar cerita hidup Vinda, tapi di juga terharu kalau mendengar bahwa Vinda menikah dengan seorang pria yang mau menerima anak yang ada di kandungan Vinda.
Widi juga banyak bercerita kejadian yang terjadi setelah Noura berangkat ke negara tempat uncle Lucio tinggal. Widi juga menceritakan pernikahan Robin dan Siska yang pada awalnya sempat ditolak oleh orang tua Robin. Latar belakang Siska terlalu biasa u. tuk disandingkan dengan keluarga Luizi. Tapi setelah anak Robin yang dikandung oleh Siska lahir orang tua dan kelurga Luizi akhirnya menerima Siska sebagai menantu.
" Semua orang tua pasti akan luluh bila sudah dihadapkan dengan cucu. " ujar Vinda menanggapi.
" Kau benar, setiap orang tua yang putra atau putrinya sudah dewasa pasti akan terus membicarakan tentang pernikahan dengan alasan ingin cepat punya cucu. " Widi menimpali.
Noura memilih diam tidak ikut menanggapi, entah kenapa dirinya menjadi gelisah sejak tadi. Mungkin kah terjadi sesuatu dengan Joaquin. Noura langsung saja pergi ke kamar untuk mengambil ponselnya setelah berpamitan pada Vinda dan Widi untuk kembali ke kamar sebentar.
__ADS_1
Noura sedikit heran, ada nomer baru yang mengiriminya sebuah SMS. Tanpa curiga sedikit pun Noura membuka SMS itu.
Degh...
Jantung Noura seakan berhenti berdetak kalau membaca SMS itu. Beberapa detik kemudian, kedua sudut bibinya tertarik ke atas. Bibir merah cherry itu tengah tersenyum.
*Aku sangat merindukanmu. Rasanya diri ini hampir meledak tak mampu lagi menahan kerinduan padamu. I love you my wife.
Tolong jangan simpan nomer ini, aku pun akan langsung membuang nomer ini agar nantinya tak akan dapat dilacak.
Berjanjilah kau akan selalu baik-baik saja. Bila ada kesempatan aku akan menghubungimu. Jangan khawatir aku akan pulang dengan selamat, karena aku tak rela jika tidak lagi bisa menikmati semua yang ada pada dirimu.
your husband JdN*.
Air mata Noura langsung jatuh membasahi pipinya. Walaupun tak bisa mendengar suara sang suami tercinta, tapi Noura sudah senang karena mendapat pesan dari Joaquin.
" Syukurlah kau baik-baik saja sayang. Aku akan menunggumu. " gumam Noura.
Dirinya kemudian kembali lagi turun ke bawah untuk bercengkrama dengan Vinda dan Widi. Nampak di mata Noura kedua wanita di depannya itu sedang tergelak entah karena hal lucu apa yang dibicarakan.
Mendapat pesan dari suami tercinta merupakan suntikan semangat pada Noura untuk menjalani hari-harinya. Dia pun ikut ke dalam pembicaraan yang tak berfaedah itu.
Tak ingin bosan hanya mengobrol saja, ketiga wanita cantik itu menuju dapur untuk membuat beberapa hidangan untuk makan siang. Widi ingin Vinda mencicipi masakan dari negara tempat tinggal Widi.
Pecel lele dengan lalapan dan sambal tomat pedas level 10 menjadi pilihan Widi untuk dimasak. Dia juga membuat gado-gado dan es buah. Sudah bisa dipastikan yang menyantapnya akan sangat kekenyangan.
Noura juga ikut membantu dengan cara membuat sambal untuk pecel lele dan juga sambal kacang untuk gado-gado nantinya. Vinda yang tak tahu cara memasaknya hanya membantu memotong bahan saja.
Terima kasih sayang, pesanmu tadi membangkitkan semangat ku lagi. Aku pasti akan menunggumu sampai kita bisa kembali bersama.
__ADS_1