Kisah Cinta Noura

Kisah Cinta Noura
LIBURAN BERAKHIR


__ADS_3

Liburan akhir pekan Joaquin dan Noura telah berakhir, mereka sekarang ini sudah kembali ke rutinitas mereka seperti biasa. Joaquin tengah dikejar deadline saat ini karena harus menyelesaikan semua pekerjaannya sebelum pesta pernikahannya dengan Noura dilangsungkan satu minggu lagi.


Hari ini adalah hari dimana perusahaan yang menyerahkan proposal kerjasama pada Ad company melaksanakan presentasi mereka. Joaquin hadir dalam rapat yang beragendakan presentasi perusahaan yang nantinya akan bekerjasama dengan perusahaan yang dipimpinnya.


Total ada lima perusahaan yang proposalnya sudah lolos seleksi awal. Tinggal nantinya siapa yang presentasinya sesuai dengan proyek milik Ad company lah yang akan terpilih. Joaquin sangat selektif saat ini karena kerjasama ini akan berlangsung untuk waktu yang cukup lama. Salah-salah bisa mengakibatkan perusahaan terancam akan goyah.


" Selamat pagi bapak dan ibu yang sekarang ini telah hadir dalam rapat kali ini. Semoga saja perusahaan yang terpilih nantinya akan memiliki kerjasama yang baik dengan perusahaan kami." ucap Moses.


" Saya perkenalkan ini CEO Ad company yang sekarang, tuan Joaquin de Niels. Beliau yang nantinya akan menangani semua yang berhubungan dengan perusahan kami. " ucap Malik memperkenalkan pimpinannya.


" Langsung saja dimulai presentasinya. " titah Joaquin to the point membuat semua yang hadir sedikit heran dengan CEO baru perusahaan Ad company. Tidak biasanya ada seorang CEO yang bersikap seperti Joaquin.


Satu persatu dari kelima perusahaan itu sudah melakukan presentasi mereka. Kesemuanya memiliki standar yang cukup baik menurut Joaquin. Tapi hanya satu yang bisa diajaknya bekerjasama, dan Joaquin harus memilih dengan cermat.


Suasana di ruangan rapat ini berubah menegangkan. Para peserta presentasi dibuat gugup oleh sikap Joaquin yang tetap diam dan melihat mereka satu per satu. Kesunyian ini membuat keringat dingin mereka keluar dari sekujur tubuh.


" Perusahaan..... Sunny Light selamat bekerjasama dengan kami. " ujar Joaquin.


Keputusan yang dibuat Joaquin membuat peserta presentasi lainnya dibuat tercengang. Setahun mereka perusahaan Sunny Light adalah perusahaan yang baru. Memang kinerjanya cukup baik tapi tetap saja itu adalah perusahaan baru.


" Tuan Joaquin, apa anda tak salah membuat keputusan ? " tanya Luizi ayah dari Robin.


" Apa anda meragukan keputusan saya tuan Luizi? " Joaquin balik bertanya.


" Tuan Adeard biasa menggunakan perusahaan saya sebagai rekan kerjanya. " protes Luizi.

__ADS_1


" Saya Joaquin tuan, bukan Adeard Robinson. " ujar Joaquin langsung membungkam mulut Luizi.


Bila ditanya apa alasan Joaquin memilih perusahaan Sunny Light dibandingkan perusahaan Luizi group adalah karena saat membaca laporan keuangan, biaya yang dikeluarkan perusahaan terlampau banyak dan hal itu tidak wajar.


Joaquin kemudian melihat PT. Sunny Light dan ternyata dengan kualitas sama dengan Luizi group tapi harga bahan matrial jauh dibawah Luizi group. Inilah alasan sesungguhnya dari Joaquin.


Suasana tegang di ruang rapat langsung mencair kalau seseorang tiba-tiba masuk ke dalam ruang rapat itu. Seseorang yang tak pernah disangka akan berada di dalam ruangan itu.


" Sayang aku pengen makan rujak buah, tapi musti kamu yang bikinin. " rengek Noura. Wanita yang sudah mencairkan suasana ruang rapat itu adalah nyonya de Niels.


" Sayang. Maaf aku sedang rapat, apa anak kita bisa menunggu sebentar lagi? " tanya Joaquin dengan nada yang lembut. Kesal sebenarnya saat Noura masuk ke dalam ruang rapat tidak sopan seperti itu. Tapi Joaquin juga memaklumi jika sangat istri ini sedang hamil dan berubah menjadi sedikit dibawah rata-rata kecerdasannya.


" Tapi aku dan anak kota pengen sekarang. Memangnya rapat ini membahas apa, aku yang akan gantikan kau. " rengek Noura. Joaquin menghela nafas frustasi.


" Tidak apa-apa tuan Joaquin, istri yang mengidam harus secepatnya dituruti kalau tidak nanti keburu sudah berubah lagi malah semakin..... " wakil dari PT. Sunny Light memberikan saran.


Moses pun terpaksa ikut saat Joaquin mengatakan bahwa Moseslah yang harus mencarikan buah yang diinginkan istrinya. Betapa beruntungnya Moses saat tahu semua buah yang diinginkan oleh nyonya nya ada di cafetaria kantor. Segera saja Moses menghubungi Joaquin agar turun ke lantai 5 tempat cafetaria kantor berada.


Dengan sangat telaten Joaquin mengupas beberapa macam buah lalu memotongnya tipis-tipis sesuai arahan dari Noura. Joaquin juga membuat sendiri sambel kacang pedas dengan diulek di atas cobek. Karyawan cafetaria sampai ternganga saat mengetahui CEO baru mereka yang terkenal sangat dingin bisa berbuat semua itu demi istrinya. Tanpa sedikit pun merasa malu Joaquin membuat dua porsi rujak buah serta es lemon sebagai pendampingnya.


Joaquin membetulkan lengan bajunya yang tadi tdi ditekuk nya ke atas agar tak terkena cipratan sambal uang diuleknya. Kemudian Joaquin duduk di depan Noura dengan senyum yang mengembang di kedua sudut bibirnya menatap istrinya yang lahap memakan rujak buah buatannya.


Semua karyawan cafetaria berasa ingin pingsan melihat senyum milik CEO mereka yang tidak pernah dilihat oleh siapapun itu. Sangat tampan dan berkharisma adalah dua kata yang menggambarkan sosok Joaquin sekarang ini.


" Tuan, Malik mengatakan bahwa rapat telah usai. " ujar Moses menyampaikan pesan yang diucapkan Malik barusan saat menelfonnya.

__ADS_1


" Hem... Kau urus perusahaan Luizi group, aku tak ingin mereka mengacau. " titah Joaquin. Moses memberi hormat lalu berlalu dari sana.


" Luizi group? Bukankah itu milik paman Luizi. Memangnya ada apa? " tanya Noura sedikit tak jelas karena mulutnya penuh dengan buah.


" Aku mengganti mereka dengan perusahaan barru yang aku rasa lebih baik dari perusahaan Luizi group. " jawab Joaquin.


" Bagus kalau kau menggantinya. Perusahaan itu tak jujur sama sekali. Daddy hanya menguji mereka saja tapi malah semakin menjadi. " ujar Noura yang membuat Joaquin bingung.


" Daddy sudah tahu perusahaan itu mencari untung besar jadi mengubah harga metrial menjadi lebih mahal. Daddy mendiamkan karena dia juga menggunakan cara yang sama tapi melalui perusahaan lain. Sumber Matrial yang dijual Luizi group berasal dari perusahaan yang sebenarnya adalah milik daddy. " terang Noura saat melihat wajah Joaquin terlihat bingung.


" Jadi begitu, aku pikir karena saat itu anak dari Luizi adalah tunanganmu sampai-sampai daddy tak mau mempermasalahkan tentang harga itu. " ujar Joaquin.


" Jangan membahas itu lagi dong. " kesal Noura. Suaminya itu selalu saja menyinggung tentang pertunangannya dengan Robin dulu.


Perdebatan tak bermutu antara Joaquin dan Noura terus berlangsung. Sekali kali mereka tertawa bersama tapi juga saling melontarkan kata-kata yang mewakili kekesalan mereka. Setelahnya mereka berbaikan dan kembali pada aktifitas masing-masing.


Merasa malas untuk pulang, Noura memilih menunggu suaminya bekerja dengan tidur di kamar pribadi yang ada di ruangan CEO. Dia yang sudah banyak makan sejak tadi pagi jadi mengantuk karena kekenyangan.


Joaquin pun dengan segera menyelesaikan pekerjaannya agar tak sampai lembur demi sangat istri. Rencana mereka ingin nonton film terbaru di bioskop setelah Joaquin pulang kerja nanti.


****


Hai semau reader yang sudah selalu mendukung kisah cinta Noura, untuk beberapa hari ke depan mungkin author cuma bisa up 1 bab dulu, tapi kalau bisa ya author usahain lebih dari 1 bab.


Author lagi sakit pinggang, 😁😁😁 dibuat duduk atau baring agak sakit dan sesek jadi musti banyak istirahat dulu authornya.

__ADS_1


Jangan lupa untuk kasih hadiah, vote dan like sebanyak-banyaknya ya😉😉😉


__ADS_2