Kisah Cinta Noura

Kisah Cinta Noura
bab 94


__ADS_3

H - 2


Joaquin semakin sibuk akhir-akhir ini, waktu dari acara kejutan yang dia buat akan segera tiba. Pekerjaan yang tidak ada hentinya, harus menjadi makanan setiap hari bagi Joaquin. Meski begitu dia semangat karena apa yang dia nantikan akan segera terjadi.


Kebetulan hari ini adalah hari fitting baju untuk nya dan Noura. Jadwalnya kebetulan siang hari setelah jam makan siang. Tempatnya pun memilih di ruangan CEO di AD company, Joaquin sedang sibuk sehingga tidak bisa meninggalkan ruangannya.


Biarlah yang terpenting adalah Noura mau melakukan fitting baju ini dengan alasan pakaian yang akan mereka gunakan di ultah AD compang yang berlangsung dua hari lagi.


drrt... drrt.. drrt...


Ponsel milik Joaquin yang ada di atas meja kerjanya bergetar. Dari getarannya Joaquin tahu bahwa itu adalah sebuah pesan tapi untuk siapa pengirim pesan tersebut Joaquin belum tahu.


Joaquin meraih ponsel miliknya, dalam layar ponselnya nampak ada nama ' my love ' mengirim pesan. Senyum langsung terbit dari bibir milik Joaquin. Dia segera membuka pesan dari sang istri tercintanya.


* my love


Aku akan datang sebelum makan siang, karena aku sudah memasak makanan kesukaan mu.



* Joaquin


Kau membuat cacing dalam perut ku berdemo sayang. Lekas lah datang, aku tak sabar menikmati masakan mu!


* my love


Oke.. Aku OTW ya sayang... 🥰🥰😘😘🥰


Joaquin tersenyum melihat kelucuan sang istri, rasanya lama sekali dia tidak melihat Noura yang sangat menggemaskan seperti saat ini. Joaquin yakin saat mengirim pesan untuknya, wajah Noura pasti sangat imut.


Meski usia Noura sudah kepala tiga, tapi istri dari Joaquin dengan Niels ini masih terlihat muda, bahkan lebih muda dari wanita kebanyakan yang berusia diatas kepala tiga.


tok... tok... tok....


" Masuk! " seru Joaquin saat mendengar pintu ruangannya diketuk.

__ADS_1


" Tuan, rapat dengan tuan Narita dari HN group sepuluh menit lagi akan dimulai. " ujar Melly.


" Hem, kita siap-siap sekarang. Oh ya biar Moses saja yang ikut rapat dengan saya, kau tunggu di tempat mu karena sebentar lagi istriku akan datang. " pinta Joaquin.


" Baik tuan. Saya akan menyambut nyonya muda. "


Melly keluar dari ruangan Joaquin, dia akan segera menyiapkan berkas-berkas dan materi rapat. Ini merupakan rapat kedua setelah yang pertama berlangsung beberapa hari yang lalu.


Dengan di temani Moses di sampingnya, Joaquin memasuki ruangan rapat. Beruntung Bintang Narita atau Hoshi Narita belum tiba. Tidak enak juga jika membuat orang sebesar Narita menunggu.


Tak lama setelah Joaquin duduk di ruang rapat itu, pintu ruangan itu dibuka dari luar. Hoshi Narita bersama dengan asisten sekaligus sekretarisnya Ryo Kobuki nampak masuk ke ruangan itu.


Joaquin berjabat tangan dengan Hoshi, lalu mempersilahkan klien pentingnya itu untuk duduk satu meja dengannya. Joaquin meminta Moses untuk mempersiapkan minuman dan juga beberapa makanan ringan.


" Bagaimana kabar anda tuan Joaquin? " tanya Hoshi menyapa.


" Saya sesehat dan sebaik anda tuan Hoshi. " jawab Joaquin ramah.


" Oh ya, saya mengundang anda dan keluarga untuk datang ke pesta pernikahan saya dua hari lagi. " ujar Joaquin.


" Tolong jangan berprasangka buruk pada saya, ini pernikahan saya dengan istri yang sempat tertunda empat tahun yang lalu. Anda pasti sudah mendengarnya saat itu, masalah yang kami berdua alami. " Joaquin menjelaskan.


" Oh ternyata begitu, saya kira anda akan menikah lagi. Maafkan saya yang sudah berpikir negatif kak Jo. " Hoshi nyengir kuda.


" Kau... " Joaquin geleng-geleng kepala.


Bahasa formal. yang sering mereka ucapkan saat sedang membahas malasah pekerjaan itu hanyalah formalitas saja. Mereka sebenarnya sudah saling kenal sejak dua tahun yang lalu.


Pertemuan mereka kalau itu bukanlah sebuah pertemuan bisnis, tapi tanpa sengaja Bintang membantu Joaquin yang saat itu kerepotan dengan kelima anaknya. Sejak itu mereka kenal dan merasakan banyak kecocokan sehingga memulai pertemanan mereka.


Bintang sering sekali meminta saran pada Joaquin karena menurutnya Joaquin adalah sosok pebisnis yang sangat piawai. Banyak perusahaan krisis yang ingin jika akuisisi oleh JN corp. Hal itu dikarenakan kepandaian Joaquin dalam menebak alur jalannya sebuah bisnis hingga kembali membuat perusahaan itu bisa bangkit kembali dari keterpurukan.


" Kak, boleh kah setelah rapat ini aku meminta bantuan mu? " tanya Bintang. Matanya menunjukkan binar yang sudah pasti tak bisa ditolak Joaquin.


" Apa? " tanya Joaquin akhirnya menyerah setelah Bintang mengeluarkan puppy eyes nya. Bukan tak ingin membantu, tapi kali terakhir Joaquin menyanggupi permintaan tolong dari Bintang, hasilnya adalah dia harus menyabotase CCTV sebuah club yang didatangi oleh adik sepupu Bintang.

__ADS_1


" Tidak akan seperti yang kemarin, aku jamin itu. " ujar Bintang seolah tahu penyebab keengganan Joaquin membantunya.


" Lalu apa? " tanya Joaquin tak sabaran.


" Bantu aku mengerjai seorang pria yang berani jatuh cinta pada istriku. " terang Bintang.


" Orang itu gila kah? Bisa-bisanya dia mencari gara-gara dengan kau. "


Bintang pun menceritakan seperti apa pada mulanya sampai pada akhirnya dia memulai pertempuran itu. Joaquin awalnya semakin tidak mau untuk ikut campur, tapi saat Bintang mengatakan nama dari pria dan juga kakek dari pria itu, Joaquin bukannya takut tapi justru tertawa terbahak.


" Kau kan kenal kakeknya, kenapa tak kau laporkan saja pada kakeknya? " tanya Joaquin disela tawanya. Perutnya sampai sakit karena terlalu banyak tertawa.


" Menurutku mereka berdua sama gilanya, tak mungkin itu si kakek tak tahu tentang istriku. " sewot Bintang. Bukannya dibantu malah ditertawakan.


" Lalu kau ingin aku melakukan apa? Ini kan pertarungan kalian berdua. " tanya Joaquin. Akhirnya dia bisa berhenti tertawa.


" Bantu aku untuk menahan bantuan dari kakek pri itu. Aku akan menghadapi pria itu. " jawab Bintang.


" Kau yakin hanya itu? "


" Seratus persen yakin. "


Rapat tertunda mereka berdua pun dimulai setelah masalah pribadi mereka teratasi. Bintang mengatakan ingin membuat sebuah kondominium. Bintang ingin membangun kondominium itu di tanah yang menjadi hak milik Bulan, tapi nantinya bangunan yang berdiri di atas tanah itu adalah miliknya.


" Kau ingin bayar sewa setiap tahunnya pada pemilik tanah? Kenapa tidak apartemen atau lainnya? " tanya Joaquin. Ada-ada saja niatan temannya satu ini.


" Kami membangunnya di Bali, kak Jo. Bagaimana? " tanya Bintang.


" Baik, rancangan dan semuanya akan aku kirimkan lewat email mu. Kau lihat sendiri nantinya seperti apa kondominium yang sesuai dengan selera mu. "


" Oke... Aku tunggu. ' ujar Bintang.


Joaquin pun menawarkan Bintang untuk makan bersama dengannya dan juga istrinya, tapi Bintang menolak dengan alasan dia tak membawa pasangan. Bintang tak mau dia nggak belok ketika bertemu istri Joaquin tapi justru membawa Ryo bersamanya.


Dasar Bintang aja yang somplak, mana mungkin Noura mengatakan dirinya belok. Kan mereka sedang mendiskusikan bisnis, kenapa bisa juga Noura berpikiran seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2