
Tiga tahun telah berlalu, Joaquin masih terus dengan sabar menanti kembalinya sang istri dari tidur panjangnya. Joaquin kini tak lagi dibantu oleh saudara angkatnya dalam merawat kelima anaknya. Semakin bertambahnya umur, semakin anak Joaquin tahu bahwa daddy mereka sendiri tidak bersama sang mommy, sehingga muncul rasa pengertian dan membuat ke lima anak itu tidak pernah membuat daddy mereka kewalahan.
Hari ini adalah hari ulang tahun Joaquin. Sesungguhnya dia sudah lama sekali tidak merayakan dan tidak ingin sekarang ini merayakan ulang tahunnya. Tapi kelima anaknya benar-benar Memaksanya untuk membuat garden party untuk pesta ulang tahunnya.
Pelayan di mansion Robinson nampak mulai sibuk ke sana kemari untuk mempersiapkan garden party nanti malam. Para pelayan begitu bersemangat karena sudah sekitar empat tahun lebih todak ada pesta di mansion Robinson ini. Terakhir kali saat pesta pernikahan nona muda mereka dengan tuan mereka saat ini.
" Uncle, apa persiapannya lancar? " tanya Gaffi.
" Tuan muda tidak perlu khawatir. Uncle sudah mempersiapkan semuanya dengan baik. " jawab uncle Dilan, kepala pelayan di mansion Robinson.
" Thanks uncle. " Gaffi pun berlalu dari sana. Usia kembar lima anak dari Joaquin dan Noura sekarang ini sudah berumur empat tahun.
Gaffi berjalan memasuki mansion, di menuju ke ruang bermain dan belajar yang ada di lantai satu mansion. Di ruangan itu biasa semua anak Joaquin bermain dan belajar. Mereka berempat tahu batasan jam berapa saja mereka boleh bermain.
Tanpa adanya mommy mereka diwaktu mereka tumbuh dan berkembang membuat kelima anak itu menjadi lebih mandiri dan dewasa dibandingkan anak seusia mereka. Seperti makan sendiri pun mereka sudah bisa sejak usia mereka tiga tahun.
" Kau dari mana saja? " tanya Gafar sesaat setelah Gaffi memasuki ruangan itu.
" Melihat persiapan di belakang. " jawabnya, langsung menegak jus buah miliknya.
" Cih... Sok dewasa kau... " ledek Ghadi.
" Memangnya kalian tidak.... " balas Gaffi.
" Stop it.... " tegur Galen. Jika Galen sudah menegur maka keempat adik kembarnya itu akan menghentikan apapun yang sedang mereka lakukan. Baik itu perdebatan seperti sekarang ini atau ulah usil dari mereka semua.
__ADS_1
Galen tumbuh dengan sifat dan sikap yang sangat berbeda dibandingkan dengan keempat adik. kembarnya. Galen lebih dewasa, lebih pendiam, lebih pandai dalam segala hal, dan lebih buruk sifat buruknya dibandingkan yang lain.
Galen tipe pendendam, meski dia dendam bukan dengan saudara-saudaranya tapi dia selalu ingat perbuatan tak baik yang orang lain lakukan pada saudara nya dan dia akan membalas itu.
" Len, apa kau tidak lapar? Ayo kita pergi makan, aku sudah lapar sekali." rengek Gege.
" Kau ke sana saja dulu. Kalian berempat temani Gege makan dulu, aku akan menyusul." titah Galen.
" Oke." sahutan serempak dari ketiga anak laki-laki Joaquin.
Bagi keempat putra Joaquin dan Noura, Geya adik bungsu mereka adalah harta berharga yang harus dijaga dan disayangi. Pernah ketika di sekolah Geya dibully oleh teman sekelasnya, keempat kakak laki-lakinya itu maju untuk membela Geya sampai joaquin harus dipanggil pihak sekolahan karena hal ini.
Joaquin saat itu sangat marah karena ada yang berani membully putrinya yang paling dia sayangi. Joaquin langsung membawa kelima anaknya itu untuk pergi dari sekolahan itu. Joaquin bahkan langsung mencabut donasinya pada sekolahan itu karena tak mampu mendidik murid-muridnya dengan baik.
" Biarkan saja si jenius itu melakukan apapun yang dia ingin lakukan. Otak kita tidak kan sanggup untuk memahami isi dari otaknya." ujar Gafar.
" Lagian aneh juga, kita kembar lima, kenapa cuma si Galen yang lebih dari kita segala-galanya. Dia sangat jenius dan pandai dalam segala hal." Ghadi tersenyum miris.
" Dia kan keluar paling awal,jadi daftar bakatnya juga di awal. Aku yang dapat sisa saja tidak banyak bicara, tapi kalian yang hanya beda sedikit darinya sudah banyak protes." sarkas Geya.
Mereka pun tertawa bersama. Inilah yang begitu membanggakan dari kelima anak Joaquin dan Noura.Mereka berlima begitu dewasa, apa bahan pembicaraan mereka juga terkesan lebih dewasa dari anak seusia mereka. Meski terkadang bagi Joaquin ini terlalu miris, karena bagaimanapun usia anak-anaknya baru empat tahun.
Sore hatinya Joaquin sudah pulang, dia pulang lebih awal dari biasanya karena ada janji dengan kelima anaknya untuk garden party bersama mereka semua. Joaquin tadi juga sudah mendapatkan foto halaman belakang yang sudah disulap menjadi tempat untuk berpesta.
Saat memasuki rumahnya, satu pun anaknya tidak terlihat. Biasanya mereka berlima akan menyambut kedatangan Joaquin. Mungkin mereka sedang ingin membuat kejutan dan Joaquin mengetahui hal itu. Sedewasa apapun anak umur empat tahun, namun mereka tetaplah anak-anak dan Joaquin begitu paham dengan cara berpikir anak-anak nya.
__ADS_1
" Anda sudah kembali tuan." sapa kepala pelayanan mansion Robinson ini.
" Iya Dilan. Di mana anak-anak? " Joaquin pura-pura bertanya.
" Mereka bersembunyi di setiap sudut lantai satu ini tuan. " jawab Dilan berbisik. Dia sudah janji akan merahasiakan keberadaan dari tuan dan nona mudanya.
Joaquin tersenyum, lalu berlanjut berjalan menaiki tangga untuk menuju kamar pribadinya yang dulu adalah kamar milik Noura. Joaquin secara tidak sengaja melihat Gaffi berada dibalik guci besar di samping kanan tangga. Berusaha menahan senyumnya agar jangan sampai anak-anak nya itu mengetahui bahwa Joaquin tahu mereka bersembunyi.
" Hah..... Setidaknya tahun ini anak-anak sudah paham tentang arti kebersamaan. Aku tak perlu kesepian lagi, meski sampai kapanpun aku tetap merindukan Noura. " gumam Joaquin.
Joaquin masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya dari keringat yang sudah setengah hari ini menempel di badannya. Dia harus terlihat segar saat garden party nanti.
Setelah selesai membersihkan tubuhnya, Joaquin turun ke bawah untuk mencari anak-anak nya. Mulai dari Gaffi, Joaquin berhasil menangkap nya. Lalu dia mulai berjalan menuju ke dapur dan ruang makan, dia sangat yakin anaknya yang satu ini berada di sana. Dan benar Geya sedang duduk di bawah pantry dan memakan snack, Joaquin dapat melihat beberapa bungkus snack.
Selang beberapa menit, dia mulai menemukan Gadar di dekat pintu ke halaman belakang. Menemukan Galen di dalam ruangan belajar mereka dan terakhir menemukan Ghadi di garasi mobil mewah milik Joaquin.
Mereka berjalan menuju ke halaman belakang, tempat nantinya akan diadakan garden party khusus keluarga. Kaki Joaquin terhenti saat tepat dia berdiri di depan pintu yang menghubungkan rumah dengan halaman belakang.
Degh.. degh.. degh
Debaran jantung Joaquin menunjukkan berapa dia sangat terkejut melihat sosok yang berdiri di halaman belakang membawa bunga di kedua tangannya. Sosok itu tersenyum begitu manis menatap Joaquin.
Selangkah demi selangkah Joaquin berjalan keluar dari rumah menuju ke tempat sosok itu berada. Sosok yang sangat dia rindukan, sosok yang selama ini telah menguasai hati dan hidupnya. Begitu sudah dekat dengan sosok itu, Joaquin langsung berlari memeluk sosok tersebut.
" Aku merindukanmu. Sangat merindu kan mu. "
__ADS_1