Kisah Cinta Noura

Kisah Cinta Noura
Bertemu Mantan Calon Suami


__ADS_3

Noura dan Widi nampak menikmati kebersamaan mereka yang sudah terpisah selamat enam bulan itu. Widi sudah menganggap Noura saudara begitu pula sebaliknya. Hampir semua yang mereka sukai adalah sama hanya sifat yang berbeda. Jika Noura yang lemah lembut maka Widi adalah yang keras kepala.


Noura menceritakan semua yang dia alami di negara sangat suami tanpa ada yang ditutupinya. Termasuk cerita tentang keluarga Joaquin yang sudah tiada.


Widi menitikkan air matanya kalau mendengar penderitaan suami Noura untuk bertahan hidup. Mungkin jika orang lain yang melakukannya mereka sudah pasti menyerah.


" Nou, apa yang sudah kau lakukan adalah hal yang benar. Dengan adanya kau disisinya dia pasti akan memiliki semangat hidup lagi. " ujar Widi menghapus air matanya.


" Kau benar, aku akan selalu disisinya apapun yang terjadi. " Noura tersenyum manis.


Keduanya kini memutuskan untuk berbelanja di mall bagian supermarket. Widi ingin membeli beberapa sayur, daging dan buah untuk mengisi lemari es di apartemennya.


Noura berjalan di samping Widi yang mendorong troli. Noura juga mengambil beberapa cemilan yang menjadi favoritnya. Kini mereka tengah berada di bagian daging, Noura menunggu sambil melihat-lihat ikan bawal yang masih hidup sedang berenang.


" Noura. " ada suara yang memanggil Noura. Seketika Noura berbalik melihat ke arah seseorang yang memanggilnya.


Degh...


Jantung Noura berdetak dengan cepat bukan karena jatuh cinta, tapi karena melihat pria yang sudah mempermalukannya dan keluarganya.


Noura menatap sinis pria yang bernama Robin gan kini berdiri di hadapannya.


" Nou, kau dari mana saja? Aku mencari beberapa bulan ini. " tanya Robin.


" Kenapa kau mencariku? " tanya Noura santai.


" Aku ingin meminta maaf padamu atas apa yang terjadi pada hari itu. Aku tidak berniat menyakitimu dan mempermalukanmu. " ujar Robin tulus.


" Aku baik-baik saja, dan aku harusnya berterima kasih padamu. Karena kau meninggalkan aku di pesta pernikahan kita aku jadi bisa bertemu kembali dengan pria yang aku cintai sejak kecil. Dan akhirnya kami menikah. " Noura sengaja menunjukkan jari manis yang sudah tersemat cincin itu tepat di depan wajah Robin.


Robin merasa tubuhnya lemas tak bertenaga. Dirinya terhuyung ke belakang, kaget mendengar gadis yang sangat dia cintai itu sudah menikah dengan pria lain.


Robin selalu menyesali apa yang terjadi padanya satu tahun lebih itu. Dirinya dijebak oleh sahabatnya sendiri sehingga berakhir dengan malam panas bersama Siska.

__ADS_1


Robin awalnya menolak saat Siska memintanya untuk bertanggung jawab. Dirinya menganggap yang terjadi malam itu adalah sebuah kesenangan tanpa harus meninggalkan perasaan apa pun. Tapi dua hari sebelum pesta pernikahannya, Siska mendatangi mansion keluarga Luizi guna meminta pertanggung jawaban Robin yang sudah menodainya.


Akhirnya dengan terpaksa Robin kala itu mengatakan bahwa dirinya mencintai Siska, padahal yang sebenarnya tidak. Jika dia mengatakan mencintai Siska maka keluarga Robinson dan Noura pasti mengerti.


" Mas, kok kamu malah di sini. " panggil seorang wanita.


" Dek, lihat itu Noura dek. " ujar Robin pada wanita yang memanggilnya tadi.


" Hai, Sis. Ini anak kamu ya. Ganteng banget siapa namanya? " tanya Noura mendekati Siska.


" Namanya Romeo Putra Luizi, Nou. " jawab Siska. Dia tersenyum melihat bayi laki-laki uang ada di gendongannya tersenyum pada Noura.


" Ini dari Aunty ya ganteng. " Noura memberikan sesuatu ke tangan bayi Romeo.


" Nou kamu nggak usah ngasih apa-apa ke anak aku.Kita nggak pantes nerima itu semua. " ujar Siska.


" No, ini untuk Romeo. Ambil dan berikan untuk anak kamu. Aku tahu anak kalian tidak akan kekurangan apapun tapi ini hadiah untuk kelahirannya. " terang Noura.


Tidak ada lagi rasa sakit seperti dulu, Noura nampak biasa saja seperti tidak terjadi apapun. Mungkin hatinya sudah terobati dan sudah diisi oleh Joaquin karenanya dia menjadi biasa saja bertemu Robin dan Siska yang notabene adalah orang yang pernah menyakitinya.


" Iya aku ke sana. " jawab Noura sedekit berteriak.


" Kami lagi ngomong sama siapa? " tanya Widi.


" Robin sama Siska. Anaknya lucu banget lo, mirip banget sama Robin. " jawab Noura tersenyum manis.


" Kamu nggak sakit hati atau apa gitu lihat mereka? " tanya Widi.


" Nggak, bahkan biasa aja. Aku juga udah nikah kalo Wid. " ujar Noura bangga.


Mereka berdua pun kembali berbelanja kebutuhan. Noura sebenarnya hanya menemani tapi dirinya juga tergiur melihat beberapa cemilan jadi membelinya.


Joaquin memandang hamparan pepohonan yang tersiram sinar rembulan. Beberapa kali menghela nafas entah kegundahan apa yang dirasakannya.

__ADS_1


" Nou, aku merindukanmu. " gumamnya.


Joaquin tidak punya pilihan, untuk melindungi Noura dirinya bahkan memutuskan komunikasi mereka. Hanya dapat melihat bayangannya saja, yang sudah tertanam di pikirannya.


" Tuan saya mau melaporkan tentang........ " Den menghentikan ucapannya.


Joaquin berbalik menatap Dan, " Katakan saja. " ucapnya.


" Nyonya saat ini sedang pergi ke mall, dan bertemu dengan...... mantan calon suaminya tuan. " ucap Dan lirih.


" Apa.!! " pekik Joaquin. Dirinya langsung berdiri tanpa memperdulikan kakinya.


" Tenang tuan, nyonya tidak menanggapi pria itu. Pria itu juga sudah menikah dan punya anak. " terang Dan. Dan kemudian membantu Joaquin kembali duduk di kursi rodanya.


" Anda harus fokus pada misi kita kali ini tuan, percayalah nyonya di sana pasti akan menjaga hatinya. " Dan berusaha menenangkan tuannya.


" Untung aku sudah menikahinya Dan, kalau tidak aku akan semakin susah mendapatkan nya. " Joaquin tertunduk lesu.


Meski terpisah jarak dan waktu bukan berarti Joaquin membiarkan Noura begitu saja tanpa pengawasan. Joaquin mengirim beberapa bodyguard wanita untuk menjaga Noura dari jarak aman. Tentu saja suruhannya itu bukan salah satu dari anggota GhostNight. Bisa gawat kalau begitu, Noura akan ketahuan.


" Berapa orang yang kau letakkan di sisiNya? " tanya Joaquin.


" Sepuluh orang tuan. Lima orang dari jarak sepuluh meter di luar mansion dan lima orang berjarak 50meter." jawab Dan. Dan dan Theo menyeleksi sendiri ke sepuluh wanita suruhan mereka untuk menjaga nyonya de Niels.


Theo juga mengetes ketangkasan dan gerak refleks sepuluh wanita itu. Mereka bahkan sudah berangkat sehari sebelum Noura kembali ke negaranya. Agar lebih bisa mengkondisikan sekitar untuk Nyonya mereka. Noura tentu tidak tahu mengenai hal itu, bisa-bisa dia akan marah besar kepada Joaquin.


" Tambahkan orang lagi bila kita sudah mulai menjalankan rencana kita. Tapi pria saja, dengan jarak yang tidak terlalu dekat tapi tidak terlalu jauh. " titah Joaquin.


" Baik tuan. " tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh, oh tuanku ternyata anda juga bisa cemburu juga. Dan terkekeh dalam hati.


Joaquin kembali masuk ke kamarnya untuk mengistirahatkan tubuhnya. Dalam waktu satu minggu dirinya dan seluruh anak buahnya akan memulai misi terakhir mereka semua.


Yuk yang penasaran kelanjutan jangan lupa untuk terus ikuti cerita author ya

__ADS_1


__ADS_2