Kisah Cinta Noura

Kisah Cinta Noura
bab 103 S2


__ADS_3

Gaffi menatap tajam saudara tertuanya saat saudaranya itu mengatakan rahasia tentang pernikahannya. Seenteng itu kata-kata yang disimpan rapi oleh Gaffi, terlontar tanpa beban dari mulut saudaranya.


Galen sendiri mengabaikan tatapan tajam dari saudara nya itu. Dia tadi cukup merasa lucu jika dia harus mencontoh sikap hidup sehat Gaffi, padahal kenyataanya dia tahu bagaimana saudaranya itu bisa menikah dengan seorang wanita dan akhirnya punya anak.


" Mom, dad, ini nggak adil. Kenapa hanya aku yang dihukum tapi Galen tidak? " protes Gaffi saat menjalani hukumannya. Dia berdiri dengan kedua tangannya menyilang menyentuh telinganya.


" Kau iri pada ku? Kau itu sudah salah masih saja cari teman. " ledek Galen.


" Ck... Ini tidak adil.. " pekik Gaffi agar kedua orangtuanya yang ada di ruangan tak jauh dari tempatnya berdiri mendengar perkataannya.


" Gaffi, kau protes sekali lagi, berdiri selama dua jam!!! " teriak Noura dari ruangan tak jauh dari posisi Gaffi dan Galen berada.


Galen tersenyum penuh kemenangan di depan saudaranya itu. Sejujurnya ini cukup adil bagi Gaffi karena apa yang terjadi pada Galen hingga dia menduda, orangtuanya pun tahu tentang hal itu. Dan dia melakukan itu karena memiliki alasan. Joaquin dan Noura yang tahu mengenai alasan itu pun tidak banyak protes dan memahami kisah Galen meski harus ikhlas anaknya menduda di usia yang sangat muda.


" Galen.... Sini sayang!! " panggil Noura.


" Oke mom... Kau ikut dengan ku jika ingin tahu alasan kenapa hanya kau yang dihukum!! " ajak Galen pada Gaffi.


Gaffi yang sangat penasaran akhirnya ikut ke ruangan sebelah untuk mendengar alasan dari saudara tertuanya tentang ketidakadilan yang sedang dia ingin perjuangkan. Begitu sampai di ruangan itu, Noura mendelik tajam saat melihat anaknya yang dia hukum ikut datang ke ruangan itu. Hendak protes, tapi Galen mengatakan bahwa Gaffi harus tahu semuanya. Akhirnya Noura mengizinkan Gaffi berada di ruangan itu namun tetap dalam posisi menerima hukuman.


" Aku akan jelaskan pada kalian kenapa aku tidak dihukum, padahal aku juga menikah dan akhirnya sekarang bercerai. Status ki sekarang adalah duda. " Galen mengambil cemilan buatan mommy nya sebelum melanjutkan ceritanya.


" WHAT.... " pekik saudara Galen.

__ADS_1


" Kau duda? " ujar Geya tak percaya.


" Hem, sejak sebulan yang lalu status di tanda pengenal ku adalah duda. " ujar Galen terlihat begitu santai, dia nampak tidak risih sedikit pun dengan statusnya sendiri.


" Sejujurnya, lima tahun yang lalu, hanya kalian berempat yang menjalani kehidupan seperti keinginan kalian, aku tidak. Aku mendapatkan misi dari daddy untuk mengawasi Ad company karena pimpinan nya bukan lagi uncle Malik dan uncle Moses. Jadi aku kerja di sana dan tinggal di Indonesia. " cerita Galen. Memang dia lima tahun yang lalu pergi bukan untuk menjalani kehidupan seperti saudaranya yang lain, tapi karena menjalankan misi dari daddynya. Dan mommy mereka tahu hal itu.


" Lalu cerita kau jadi duda? " tanya Gaffi. Galen tersenyum sebelum menceritakan kisahnya.


" Waktu itu aku butuh alasan yang bisa menahan ku untuk tetap ada di sana. Dan alasan itu dagang sendirinya tanpa aku mencari. Seorang wanita menuduh ku menghamili nya dan meminta ku bertanggung jawab. Karena aku butuh wanita itu untuk membuat ku bisa tetap di sana, jadi ya aku nikahi saja. " saudara Galen lemas ketika mendengar ceritanya. Sungguh Galen sama sekali tidak terlihat terbebani dengan semua itu.


Galen kembali bercerita bahwa dia tahu wanita itu berbohong padanya, tapi karena alasan kepentingannya dia bersedia bertanggung jawab. Galen sembari menyelidiki siapa sebenarnya yang menjadi pelaku pemerkosaan pada wanita itu. Setahun berlalu, barulah Galen tahu bahwa wanita itu tidak diperkosa, melainkan sebagai simpanan direktur Ad company.


Galen memanfaatkan pernikahan itu hingga berjalan selama tiga tahun. Dan beberapa bulan sebelum kepulangannya, dia menyaksikan sendiri istrinya itu bercinta dengan ayah kandung dari anak dari istrinya. Karena dia harus kembali ke Milan, dengan bukti perselingkuhan istrinya, Galen menggugat cerai dan sebulan lalu dia resmi mejadi duda.


" Tunggu, apa kau juga melakukan hubungan suami istri selama kau menikah? " tanya Gafar.


" Ya Tuhan, kau gila Galen... " olok Geya.


" Ge, rejeki itu tidak boleh ditolak. Ingat itu.. " Galen mengerlingkan matanya genit ke arah Geya. Tubuh Geya sampai merinding melihat tingkah saudara tertuanya.


" Sudah... sudah... Sekarang waktunya makan. Ngomong-ngomong Fi, dimana istri dan anak mu?" tanya Noura.


" Di penthouse milik ku mom. " jawab Gaffi seperti mendapat angin segar mommy mau bertanya. Semoga saja hukumannya dicabut.

__ADS_1


" Kau meninggalkan mereka sendiri di sana, kau keterlaluan. Hukuman mu mommy tambah jadi dua jam. " sentak Noura. " Galen, pinta asisten mu menjemput menanti dan cucu mommy. "


" Oke mom. "


Sesudah acara makan siang bersama, keluarga de Niels ini berkumpul di ruang keluarga untuk menonton acara di televisi dan juga mengobrol. Ghadi yang iba pada saudaranya yang mendapat hukuman itu akhirnya berjalan mendekati tempat Gaffi berdiri. Sekedar untuk mengajak bicara.


" Kenapa kau ke sini? Mau mengolok ku? " ketua Gaffi bertanya.


" Ck... Aku ini ingin menemani mu tapi lihat apa yang kau lakukan pada ku? " ujar Ghadi tersinggung.


" Oh sorry, aku kira kau akan berlaku seperti Galen, secara kalian sejak kecil nakal bersama. "


" Hahahahahahahaha... Kau benar, kami selalu nakal bersama. " Ghadi tersenyum mengingat kenangan masa kecilnya.


" Kau tahu, mommy selalu ingin merawat anak-anak hanya untuk menebus kesalahannya karena tidak bisa merawat kita saat itu, tapi kau yang punya anak malah tidak mengatakan apapun pada mommy, tentu dia pasti marah. Apalagi anak mu sudah bisa berjalan. " terang Ghadi memberi saudaranya itu pencerahan.


" Aku bingung saat semuanya terjadi, serba mendadak. Lagipula saat itu kota masih berada di luar tanpa membawa nama de Niels di belakang nama kita. " sanggah Gaffi tidak ingin disalahkan sepenuhnya.


" Lalu, siapa nama belakang anak mu? " tanya Ghadi.


" de Niels... " jawab Gaffi polos.


" Ck kau bilang kita tidak membawa nama keluarga dibelakang nama kita, lalu kenapa kau memberi nama keluarga kita dibelakang nama anakmu. Kau bodoh ya? " sarkas Ghadi kesal. Gaffi nyengir kuda karena menyadari kesalahannya.

__ADS_1


Di ruangan lain, dekat dengan ruangan keluarga, Galen berdiri memandang ke arah luar jendela dengan segelas wine di tangan nya. Galen mengingat kembali lima tahun perjalanannya sebagai orang biasa demi menjalani misi dari orang tuanya.


Galen sungguh tidak keberatan karena tidak bisa menjalani hidup sesuka hatinya seperti saudaranya saat itu. Karena baginya yang terpenting adalah kedua orang tuanya bahagia dan tenang. Galen menjalani hidup sebagai orang biasa, bekerja sebagai OB di Ad company. Hal itu tidak membuatnya malu tapi memberinya banyak pengalaman hidup. Bahwa hanya menjadi OB saja, Galen bisa bahagia karena banyak orang yang menyayanginya di kalangan para OB.


__ADS_2