
Pesawat pribadi milik keluarga Robinson pada akhirnya mendarat di bandara Hawaii. Dengan menggunakan alat transportasi lainnya, mereka langsung menuju ke pulau Maui. Dan bagian yang dituju adalah Hana.Kota yang menyajikan keindahan alam yang begitu indah.
Mimpi Noura akhirnya terwujud, bisa datang bersama kelima anaknya dan juga suami dan orang tuanya ke tempat ini. Ingatannya kembali mengingat saat dia melakukan baby moon ketika usia kandungannya mendekati usia lima bulan. Berulang kali Noura mengabadikan momen ini menggunakan kamera tercanggih miliknya.
" Kau senang?" tanya Joaquin. Sekarang ini mereka melakukan perjalanan dengan menggunakan mobil. Salah satu wisata yang dulu belum Noura dan joaquin rasakan karena takut akan berpengaruh pada kandungan Noura.
" Hem... Jangan ditanya lagi. Ini adalah kebahagiaan ku yang lain selain bisa menjadi pasangan mu." jawab Noura langsung membuat Joaquin meleleh.
" Sejak kau pulang dari pengobatan, kenapa jadi pandai sekali berkata manis? Sudah berapa kali kau membuat aku tersipu malu seperti ini?" ledek Joaquin.
" Aku sengaja belajar agar kau tidak akan meninggalkan ku." ujar Noura.
" Kenapa berpikiran seperti itu? Aku akan selalu di sampingmu hingga kita menua bersama. Melihat anak-anak kita tumbuh dan kita meminang cucu."
Keduanya kembali menikmati keindahan alam yang disajikan oleh kota Hana. Lautan yang dipertemukan dengan hutan, menjadi panorama indah yang begitu menyegarkan mata. Di mobil lainnya ada si kembar lima dan juga orang tua Noura. Mereka sengaja berpisah mobil untuk membuat Joaquin dan Noura memiliki waktu berduaan.
Si kembar terus bernyanyi-nyanyi lagu-lagu khas anak-anak. Tentu saja hal itu begitu membahagiakan untuk kedua orang tua Noura. Bisa melihat cucu mereka sehat dan pintar-pintar. Joaquin tak salah telah dipercaya untuk mendidik dan membesarkan si kembar lima ini. Betapa membanggakannya di usia yang baru genap empat tahun, kelima anak ini sudah memiliki kecerdasan setara dengan anak usia belasan tahun.
" Kalian bersenang-senang anak-anak?" tanya opa Adeard.
" Yes grandpa, ini sangat menyenangkan. Jarang sekali kami berlibur karena daddy selalu sibuk dengan urusan kantor." jawab Ghadi mewakili saudaranya.
" Kalian harus maklumi hal itu, daddy kalian pasti sangat kerepotan menghadapi kalian ini. Belum lagi mengurus masalah perusahaan. Jadi jangan menyalahkan daddy kalian mengerti?" oma Rita menasehati.
__ADS_1
" Kami mengerti grandny. Kami tidak pernah memaksakan apapun pada daddy. Toh daddy juga selalu menyediakan waktu khusus bersama kami walaupun hanya dengan bermain di mansion saja. Lagipula kami mengerti selama empat tahun ini daddy membesarkan kami sendiri karena mommy sakit,jadi sudah kewajiban kami mengerti daddy tanpa banyak menuntut." terang Galen.
" Bagus.. Itu baru cucu grandpa dan grandny yang terbaik." oma Rita langsung memeluk kelima cucunya.
Mereka pun sampai ke sebuah rumah yang tidak terlalu besar tapi sangat cukup jika dihuni oleh satu keluarga yang datang ini. Rumah mewah ini adalah milik Joaquin yang dibangun sejak Noura mengatakan ingin memiliki rumah di sini. Dan Joaquin mewujudkannya.
Mata Noura langsung berkaca-kaca karena menyadari bahwa ini adalah rumah impiannya. Kebahagiaannya hari ini benar-benar dilengkapi oleh banyaknya kejutan dari suaminya. Dan yang paling begitu membahagiakan adalah rumah impiannya sudah selesai dibangun.
" Maaf jika aku mendesainnya sendiri, saat itu kau sakit. jadi aku memutuskan desain ini dipergunakan untuk rumah impian mu." bisik Joaquin di telinga Noura. Posisi mereka saat ini adalah Joaquin yang sedang memeluk Noura dari belakang. Jangan ditanya kemana anak-anak, sehingga mereka bisa bermesraan. Jawabnya anak-anak mereka sudah lari duluan masuk ke rumah.
" Ini sudah lebih dari sekedar indah sayang. Aku sangat amat menyukai rumah ini. Ini akan menjadi rumah untuk kita healing dan menikmati masa tua bersama." ujar Noura. Sungguh dia benar menyukai rumah ini.
" Kalau begitu mari kita lihat bagaimana desain yang ada di dalam." ajak joaquin yang langsung menggandeng tangan sang istri mengajaknya masuk ke dalam rumah.
Sampai di kamar utama yang nantinya akan di tempati oleh Noura dan Joaquin, semakin membuat keduanya berdecak kagum. Sebuah kamar yang didesain epik membuat pemilik kamar ini merasa damai dan nyaman. Kamar dengan warna dinding putih yang dicampur dengan warna biru terang, sungguh berkesan seperti sedang tidur di atas awan.
Di kamar itu juga terdapat balkon yang mengarah ke arah laut di samping kanannya dan hutan di samping kirinya. Membuat siapa saja yang berada di balkon ini betah, karena panorama dua dunia di kedua sisinya.
" Suka? " Joaquin memeluk sang istri dari belakang. Menghirup aroma ceruk sang istri yang selama empat tahun ini telah samar menghilang.
" Sangat. Indah sekali rumah ini, pemandangannya juga indah. " Noura memejamkan matanya saat merasakan hembusan nafas Joaquin mengenai tengkuknya.
" Hem... Sepertinya kita benar-benar akan menghabiskan masa tua kita di sini. " ujar Joaquin.
__ADS_1
" Tentu saja, aku tidak rela jika rumah yang indah ini tidak ditinggali. " Noura membenarkan kata-kata Joaquin.
Keduanya mengobrol ringan membicarakan tentang rumah baru mereka, meski dihuni hanya sementara. Mereka berdua juga membayangkan bersama ketika tua nanti tiba untuk mereka, bagaimana mereka akan tinggal di tempat ini. Melihat anak-anak tumbuh dewasa, menikah dan memliki anak, lalu menua bersama. Sungguh bayangan yang begitu indah.
Keduanya sama-sama berdoa semoga jalan untuk kelima anaknya selalu dipermudah, baik itu jodoh maupun kesehatan mereka. Biarlah mereka menua dengan kelima anak yang masih lengkap dan cucu yang lengkap. Tidak ingin kehilangan anak saat mereka berdua masih sama-sama bernafas.
Mari kita lupakan masa lalu kita, masa lalu yang pernah sempat kelam karena kita harus berpisah. Tapi mari sekarang ini kita mulai dari awal, hingga kita bisa saling menjaga dan bersama hingga kita tua nantinya. Maukah kau bersamaku hingga kita menua bersama Joaquin de Niels? " Noura mengungkapkan isi hatinya.
" Seharusnya aku yang mengucapkan hal itu, kenapa kau mengambil posisi ku? " canda Joaquin.
Melihat wajah sang istri yang ditekuk, Joaquin kemudian tersenyum dan berucap, " Maukah kau menua bersama ku Noura de Niels? Mari kita mulai dan buat kenangan yang indah mulai dari sekarang. Tidak akan ada kenangan yang kelam maupun sedih, semuanya hanya akan ada kebahagiaan, canda dan tawa kita dan keturunan kita. " Joaquin berlutut dengan satu kaki yang dia gunakan untuk menopang tubuhnya. Dia mengeluarkan sebuah cincin dari saku jasnya.
" Mari kita mulai dari awal lagi Noura. Menjadi istriku, ibu dari anak-anak ku, cinta pertama dan terakhir ku. " Noura mengangguk dengan air mata bahagia yang berjatuhan tanpa bisa dicegah lagi.
Joaquin mengenakan cincin dengan permata batu safir itu ke jari manis Noura. Mencium tangan itu, lalu langsung melekatkan bibirnya dengan bibir basah milik sang istri yang basah karena linangan air mata bahagia.
Keduanya saling menyambut ciuman itu, ciuman penuh kasih sayang dari keduanya. Memulai kembali dari awal cinta mereka dan akan di akhiri dengan kebahagiaan hingga keduanya menutup mata....
...************ TAMAT **************...
Hai semua pembaca setia Noura dan Joaquin. Karya author yang ini sudah sampai pada akhir ceritanya alias tamat. Ending yang bahagia untuk keluarga Noura dan Joaquin ya.
Bagi yang merasa kurang puas dengan novel ini bisa mampir dikarya aouthor lainnya. Semoga Kisah Cinta Noura berbekas dihati para pembaca ya!!!!!
__ADS_1
Salam hangat dari aku untuk kalian semua