Kisah Cinta Noura

Kisah Cinta Noura
PERUM KRAM


__ADS_3

Suasana di lobby Ad Hotels masih tetap seperti sebelumnya. Robin masih tetap berteriak memanggil nama Noura. Dia juga semakin brutal saat ada pengawal dari keluarga Robinson menghalanginya. Daddy Adeard yang sudah geram langsung turun tangan.


" Hentikan Robin. " bentak daddy Adeard.


" Selama ini aku tidak menyentuh ku bukan berarti aku memaklumi semua perbuatanmu. Ini semua karena aku memandang ayahmu, karena itu aku melepaskanmu saat kau sudah mempermalukan keluarga ku saat kau membawa seorang wanita yang tengah hamil datang ke tempat kau akan menikahi putriku. " ujar daddy Adeard pelan tapi penuh dengan penekanan.


" Paman aku hanya ingin diberi kesempatan untuk bicara empat mata dengan Noura. Aku mohon paman. " Robin memelas.


Daddy Adeard nampak berpikir sejenak bagaimana baiknya. Jika dipertemukan dengan Noura apakah semuanya akan baik-baik saja atau justru semakin memburuk. Daddy Adeard akhirnya menghubungi Joaquin untuk mengatakan maksud Robin dan apakah Joaquin mengijinkan Noura untuk menemui Robin.


" Jo, apa kau mengizinkannya? " tanya daddy Adeard setelah menceritakan situasi sekarang.


" Aku akan bertanya pada Noura dulu dad. " ujar Joaquin dari seberang sana.


Noura mau menemui Robin untuk sekaligus mengucapkan perpisahan yang sebenarnya. Menghindari Robin tak akan menyelesaikan masalah justru pria itu akan semakin nekat.


Joaquin mengiyakan keinginan Noura tapi harus ada yang menemani dan mengawasi Noura saat berbincang dengan Robin. Salah satu pengawal bayangan Noura ikut serta untuk menemani Noura.


Noura memilih berbicara di restoran hotel milik keluarganya. Di tempat ramai setidaknya dia aman, Robin tak akan berani macam-macam. Kedua duduk saling berhadapan tanpa bicara sedikit pun sejak lima menit tadi. Keduanya sibuk merangkai kata yang akan mereka ucapkan nantinya.


" Nou.... Robin.... " keduanya berucap bersamaan. Robin mengalah, dia mempersilahkan Noura untuk bicara terlebih dahulu. Ladies first.

__ADS_1


" Robin, kau ingat aku pernah bercerita padamu tentang anak laki-laki yang dulu aku sukai sejak kecil. Suami ku adalah anak laki-laki itu, jadi menurutmu apa yang akan aku lakukan? " terang Noura.


" Bukankah katamu anak laki-laki itu sudah meninggal. Lalu bagaimana bisa dia suami mu? " tanya Robin terheran.


Noura menceritakan semuanya, kisah Joaquin yang bertahan hidup tanpa mengatakan Joaquin pernah cacat. Noura juga mengatakan dirinya kembali jatuh cinta pada pria yang sama meski dengan identitas yang berbeda. Jadi bisa dikatakan mereka adalah jodoh yang sudah ditakdirkan.


" Berhentilah berpikir aku akan meninggalkan Joaquin demi kau. Aku mendapatkan nya dan bersama nya dengan melewati berbagai cobaan hingga kini bisa bersatu. Tak akan aku tinggalkan Joaquin apa pun yang terjadi. " ucap Noura tegas.


" Nou, aku mencintaimu. Aku ingin kau kembali bersamaku. "


" Dan menjadi pelakor. Tak akan pernah aku melakukan hal tersebut. " suara Noura sedikit meninggi.


" Kau bukan pelakor Nou, Siska yang jahat sudah berusaha memisahkan kita. Jika yang harus jadi pelakor itu Siska bukan kau. " Robin juga ikut meninggikan suaranya.


Saat Joaquin datang Robin terlihat menggenggam erat tangan Noura. Sedangkan Noura berusaha untuk memberontak. Tak ingin banyak bicara Joaquin menodongkan pistol miliknya ke bagian belakang kepala Robin.


" Lepaskan dia, dan menjauhlah darinya jika kau tak ingin pistol ku ini mengenai kepalamu. " ancam Joaquin. Untuk saja restoran itu sudah dikosongkan jadi tak akan ada orang lain yang melihat Joaquin sudah menodongkan pistol ke arah Robin.


" Joaquin." panggil Noura terkejut saat Joaquin menodongkan pistol ke arah Robin.


" Pergi bawa nyonya kalian ke rooftap!!" titah Joaquin pada pengawal yang tadi menemani Noura.

__ADS_1


Pengawal tadi pun membawa Noura pergi dari sana. Hal ini agar Noura tak ketakutan dan mengakibatkan bayi dalam kandungannya bermasalah. Joaquin pasti akan menggunakan cara kasar bila Robin tak mau menuruti keinginannya.


" Jangan kau ganggu lagi kehidupan Noura, jika sampai aku melihatmu masih saja mengganggunya maka ucapkan selamat tinggal pada kemewahan yang kau miliki saat ini." ujar Joaquin.


Robin menelan salivanya, jika sampai apa yang dimilikinya tidak lagi dapat dia miliki bagaimana dia akan bisa menjalani hidup. Realistis semua orang selalu butuh uang untuk hidup. Di dunia sekarang ini siapa yang punya banyak uang akan menjadi orang yang berkuasa.


Robin pun pergi dari sana. Dia akan memikirkan kembali cara agar bisa membuat Noura datang sendiri kepdanya dan meninggalkan suaminya yang sekarang. Jika Noura yang meninggalkannya maka bisa apa Joaquin.


Setelah memastikan Robin pergi dari kawasan Hotel, Joaquin kembali naik ke rooftop untuk melihat kondisi istrinya. Namun saat dia berdiri di depan lift, pintu lift terbuka dengan Rein yang sedang menggendong Noura.


Joaquin melihat Noura nampak sangat kesakitan memegang perutnya. Tak ingin membuat Noura semakin terlambat ditangani jika dia terus bertanya, Joaquin memilih untuk berlari mengambil mobil lalu memarkirkan mobil itu di depan lobby. Dengan kecepatan penuh Joaquin mengendarai mobil itu menuju ke rumah sakit.


Setibanya di rumah kasih nampak beberapa dokter dan suster berdiri di depan IGD, sepertinya daddy Adeard sudah menghubungi pihak rumah sakit. Noura dibaringkan di atas brankar yang sudah disiapkan pihak rumah sakit. Dokter dan para suster dengan sigap mendorong brankar tersebut memasuki salah satu ruang tindakan yang ada di IGD.


Joaquin dan Rein menunggu di depan ruangan, tak lama kemudian daddy Adeard dan uncle Lucio bersama istri mereka datang ke rumah sakit. Mereka menunggu dengan perasaan khawatir.


Noura yang datang bersama dengan pengawal Joaquin tiba-tiba berteriak kesakitan karena perutnya kram. Langsung saja Rein mengangkat tubuh Noura dan membawanya ke bawah untuk segera dibawa ke rumah sakit.


Pintu ruang IGD terbuka, dua dokter keluar dan langsung dibrondongi pertanyaan dari keluarga Noura tentang bagaimana kondisi Noura sekarang.


" Tidak perlu khawatir, bagi seorang ibu hamil kram perut adalah hal yang wajar. Bila terlalu sering itu yang perlu mendapat penanganan serius. Kram perut pada pasien disebabkan oleh pikiran yang stress. Tolong diperhatikan agar pasien tak lagi memiliki pikiran yang banyak karena bisa berpengaruh pada kandungannya. "

__ADS_1


Setelah mengatakan untuk kedua dokter yang memeriksa Noura tadi meninggalkan keluarga Robinson. Dokter tadi juga mengatakan agar Noura dirawat selama semalam, karena bayi yang dikandungnya ada lima jadi perlu diawasi terlebih dahulu. Takut jika ada gejala lainnya.


Joaquin meminta pihak rumah sakit untuk menyiapkan kamar VVIP untuk Noura. Agar nyaman dan memudahkan keluarga untuk menemaninya. Para suster pun mendorong brankar Noura untuk dibawa ke ruangan inap untuk istri dari Joaquin itu.


__ADS_2