
Matahari sore nampak menyorot ke sebuah hunian sederhana namun nampak mewah. Dalam hunian itu tinggal seorang gadis yang berusia 21 tahun. Gadis ini baru saja sembuh dari penyakit mental yang selama ini dideritanya. Gadis bernama Daniella nampak sangat cantik meski tubuhnya terlihat sangat kurus.
Gadis itu baru saja terbangun dari tidur siangnya. Dia melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi yang berada di dalam kamarnya. Gadis itu ingin bersiap untuk melakukan kegiatannya yang biasa dilakukannya di malam hari.
Tok... Tok... Tok...
"Nona, saya sudah siap. " seru seorang pria bertubuh kekar.
" Ok aku juga sudah siap. " Daniella langsung membuka pintu dan nampak dari penampilannya dia sudah siap.
" Oh ya New, apa kau tahu kabar dari kakak ku? " tanya Daniella pada pria yang berada di dekatnya.
" Tuan mengurus perusahaan tuan muda di kota R nona. " jawab New dengan kepala yang tertunduk hormat
" Dari dulu dia tak pernah punya waktu untuk ku. Sebenarnya aku ini adiknya atau bukan. " kesal Daniella.
Sejak peristiwa lima tahun yang lalu kakak Daniella tak pernah sekalipun berkunjung untuk menemuinya. Bahkan saat Daniella dirawat karena penyakit mentalnya, hanya New yang setia berada di sampingnya. New adalah bodyguard pribadi Daniella, New sendiri adalah anak laki-laki yang di besarkan oleh ayah dari Daniella.
Mendengar ucapan nonanya, New menunduk sejenak. Sebenarnya dia tahu alasan dari kakak Daniella tak ingin melihat Daniella sama sekali. Tapi New lebih memilih memendam sendiri karena tak ingin Daniella terluka hatinya. Dalam kasus Daniella ini New yakin betul penyakit mental Daniella lah yang membuat orang terdekatnya menjaga jarak.
" Kita akan kemana nona? " tanya New. Sekarang ini mereka sudah berada di jalanan.
" Kita ke mall saja. Aku ingin membeli beberapa pakaian, sebentar lagi aku akan bisa bertemu dengannya jadi aku harus mempersiapkan semuanya " jawab Daniella.
__ADS_1
" Baik nona. " sahut New.
Dalam diam New terus berpikir, bagaimana ke depannya nanti dia bersikap pada Daniella. New tahu bahwa sekarang ini tindakan mereka salah tapi karena rasa cinta dan sayangnya pada Daniella dia rela melakukan apapun. Benar, sejak pertama kalo melihat Daniella dia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama padahal saat itu usianya baru dua belas tahu.
Jika di tempatnya Daniella sedang bersenang-senang seperti tak memiliki beban lain dengan Daniel yang dipusingkan dengan masalah yang dibuat seorang gadis yang dia anggap gila dan menyebalkan. Dia yang terus menyelidiki masalah yang terjadi pada istri tuannya semakin mengarahkannya untuk membuat kesimpulan bahwa gadis itulah pelakunya.
Daniel berusaha mengumpulkan bukti walaupun sangat sulit karena gadis menyebalkan itu melakukan semuanya dengan sangat bersih tapi tetap pasti akan ada celah jika dia berusaha untuk menyelidikinya. Daniel tak sendiri karena Gilbert dan Theo juga ikut menyelidiki masalah ini. Semoga saja mereka tak akan terlambat.
" Tuan, saat ini gadis itu sedang bersenang-senang dengan pengawalnya. " Roy melaporkan apa yang tadi dilaporkan anak buahnya yang mengawasi target mereka.
" Bagus..... Dia bersenang-senang tapi selalu aku yang mendapat susahnya. Sampai kapan dia akan selalu membuatku merasa bersalah. " geram Daniel. yang tak habis pikir dengan gadis yang dia selidiki itu.
" Kau tetap perintahkan anak buahmu untuk mengawasi selama 24 jam target kita. Bila perlu pasang saja CCTV di setiap sudut rumahnya agar kita bisa mengawasi aktivitasnya di dalam rumah. " titah Daniel.
" Sialan benar gadis gila itu. " Daniel mengepalkan kedua tangannya.
Daniel selalu membenci gadis yang dia bilang gila dan menyebalkan itu. Alasannya sangat gampang, gadis itu tak pernah berhenti memberinya masalah sejak ayah Daniel meninggal dunia. Bila boleh memilih rasanya Daniel ingin tak mengenal gadis itu agar hidupnya bisa tenang. Lima tahun ini dia bisa bernafas lega tapi sekarang rasanya dia sangat muak sekali karena gadis itu mulai berulah.
Sama halnya dengan Daniel, Gilbert dan Theo juga berusaha menyelidiki masalah kakak tertua mereka. Semakin cepat mendapat bukti semakin aman kakak ipar mereka. Setiap hari mereka berdua berpikir apa yang akan dilakukan oleh pelaku yang menculik kakak ipar mereka itu dengan foto-foto kakak ipar mereka tanpa busana.
Sebenarnya bisa ditebak pastilah pelaku itu akan menyebarkan foto-foto itu, tapi sudah hampir tiga bulan berlalu tapi masih tak ada pergerakkan. Mereka tak habis pikir kenapa pelaku menahan untuk tak langsung menyerang, apa yang sebenarnya ditunggu oleh pelaku tersebut.
" Aku lelah. " ujar Theo yang baru saja pulang dari kantor. Dia menghempaskan tubuhnya di sofa.
__ADS_1
" Apa pekerjaan mu sangat banyak? " tanya Vinda yang membantu Theo membuka jas dan juga melepas sepatu suaminya.
" Lelah ku bukan karena pekerjaan Love tapi karena menyelidiki masalah kakak ipar. " jawab Theo yang langsung cemberut.
" Jangan pasang wajah begitu nanti anakmu ingin kamu jenguk lho. " Vinda menggoda suaminya.
" Kamu bisa saja Love. Sudah hampir tiga bulan tapi kami tak mendapat apa-apa. " Theo curhat pada istrinya. Dia merengkuh tubuh seksi Vinda ke dalam dekapannya.
" Pintar sekali pelakunya menyembunyikan kejahatannya. "
" Iya love, Gilbert bahkan sampai jarang kencan dengan Sherly semenjak mengurus hal ini. "
" Untung saja kita sudah menikah ya Love, kalau tidak aku akan kesepian seperti Sherly. "
Inilah yang selalu Theo lakukan sepulang kerja. Dia selalu mengajak istrinya untuk mengobrol tentang apa yang dia lakukan selama satu hari berada di luar rumah. Satu hal pun tak ada yang disembunyikan Theo. Vinda yang tahu tentang penculikan Noura begitu sangat prihatin tapi suaminya melarang untuk membicarakan itu pada Noura karena teman sekaligus kakak iparnya itu tak mengingat apapun.
Sherly pun juga ikut sedih atas apa yang menimpa Noura, dia juga kasihan pada Noura bila sampai hal buruk benar terjadi karena peristiwa penculikan itu. Sherly tak hentinya mengucap doa agar Noura selalu baik-baik saja.
" Love, apa yang akan terjadi pada Noura bila hal buruk yang kita semua takutkan itu terjadi? " tanya Vinda.
" Aku harap kakak ipar bisa kuat sayang. Jika sampai sesuatu buruk terjadi mungkin kak Joaquin yang akan paling menderita. " jawab Theo.
Matheo adalah adik angkat Joaquin yang selalu menjadi tempat kakak tertuanya itu menceritakan isi hatinya. Dengan Gilbert dan Daniel pun Joaquin hampir tak pernah menceritakan tentang masalah hati. Theo ingat betul saat Noura sudah kembali ke negaranya setelah menikah dengan Joaquin, kakak tertuanya itu pernah bilang sesuatu hal penting padanya.
__ADS_1
" Bagiku dia adalah hidupku The, jika sampai dia terluka atau menderita karena ku jelas sebahagia apapun aku akan tetap menderitanya. Jika bisa ditukar biar aku yang terluka atau sakit tapi jangan dia. Bila sesuatu terjadi padanya sampai aku harus kehilangan dia maka aku juga akan mengakhiri semua karena tanpa dia, duniaku juga tak ada. "