
Hari ini di hari terakhir berada di Hawaii, Joaquin berniat membawa istrinya untuk melihat matahari pagi besok di taman Nasional Haleakala. Tur Mountaintop Sunrise,adalah tur bagi wisatawan yang ingin melihat matahari terbit di taman Nasional Haleakala.
Pernah melihat sunrise di resort milik Joaquin kini Noura akan diajak untuk melihat sunrise di tempat lain yang akan terlihat lebih dekat. Baru Noura ketahui ternyata resort pribadi milik Joaquin ada di daerah sekitar Hana.
Joaquin dan Noura mengepak semua barang-barang mereka karena dari taman Nasional Haleakala nanti mereka langsung akan terbang kembali ke negara mereka. Jadwal liburan 1 minggu hanya tinggal hari ini dan esok.
" Jangan sampai ada yang ketinggalan ya Nou. " ujar Joaquin menutup koper besar milik mereka.
" Iya. " sahut Noura yang mengepak di koper kecil. Perutnya yang sudah besar membuatnya kesusahan jika harus melakukan kegiatan yang seperti ini jadi Joaquin meminta agar Noura tak usah ikut mengepak tapi Noura saja yang ngeyel ingin membantu.
" Sudah selesai. " seru Noura.
" Good, apa kamu lelah sayang? " tanya Joaquin. Dia duduk di samping Noura mengelus perut besar Noura.
" Hai anak daddy, kalian suka sekali ya kita liburan. Kalian tidak rewel sekali saat liburan beda jika di rumah. " ujar Joaquin mengajak bicara anak-anak dalam kandungan Noura.
" Iya daddy, kami sangat bahagia. " Noura menjawab dengan menirukan anak kecil bicara.
" Bulan depan sudah bisa dilihat jenis kelaminnya kan sayang? "
" Iya. Dokter bilang usia kandungan di atas lima bulan sudah bisa dilihat. Kamu ingin tahu sekali ya jenis kelaminnya? "
" Aku terserah saja laki atau perempuan. Aku hanya penasaran banyak yang mana. " ujar Joaquin. Noura yang gemas langsung saja mengecup pipi suaminya itu
__ADS_1
" Bisa saja kamu sayang. "
Joaquin kemudian mengajak Noura untuk turun ke lantai bawah dari hotel yang mereka tempati untuk menuju ke restoran. Joaquin akan mengajak Noura untuk sarapan. Niat hati check out setelah makan siang agar Noura tak sampai lapar ditengah jalan.
Mad yang beberapa hari lalu tak ikut tuannya ke Hana, hari ini pagi sekali sudah mengetuk pintu kamar Noura melaporkan kedatangannya. Joaquin mengatur semuanya sedemikian rupa agar tak ada kendala saat liburan, benar-benar suami yang siap dan siaga.
Memesan menu sarapan Thai, keduanya menikmati dengan lahap. Noura tak pernah tahu bahwa masakan Thai ternyata sangat enak. Tahu begini dia sudah ke Thailand tahun-tahun lalu agar bisa wisata kuliner di sana.
Selesai menikmati makan pagi mereka, Joaquin mengajak Noura untuk berjalan-jalan di sekitar hotel. Tujuannya agar makanan yang baru mereka makan bisa dicerna dengan baik di lambung. Apalagi untuk Noura yang perutnya sudah besar dan makannya yang banyak, memang dianjurkan dokter untuk jalan-jalan kecil sesudah makan.
" Sayang, kota duduk di sana yuk. " ajak Noura yang melihat bangku di taman hotel tersebut.
" Lihatlah! " tunjuk Noura ke depan. Dia sudah duduk bersama Joaquin di bangku tersebut lalu melihat pemandangan indah di depan mereka.
" Iya pasti. Akan menjamin anak-anak kita akan hidup bahagia Nou. " Joaquin terdiam. Dia mungkin bisa menjamin anaknya bahagia, tapi istrinya. Jelas di depan mereka nanti akan ada masalah yang akan mengguncang hidup mereka berdua.
" Nou, jika suatu hari kau tersakiti karena suatu hal. Tolong selalu ingatlah bahwa aku ada di samping dan selalu akan di sampingmu. " Joaquin menatap lekat wajah cantik istrinya. Menggenggam erat kedua tangan Noura. Memberi kekuatan satu sama lain. Joaquin lemah bukan karena dirinya yang lemah, tapi lemah karena tak bisa melindungi wanita yang dicintainya.
" Iya. Jika sesuatu terjadi padaku, berjanjilah kamu tak akan pernah meninggalkan anak-anak dan akan selalu melindungi mereka. Jo, kau mendengarku kan. " Joaquin membeku ditempat. Ini yang paling tidak bisa dia atasi. Tanpa Noura akan seperti apa hidupnya saat ini.
" Akan aku pastikan kalian baik-baik saja Nou. " ucap Joaquin akhirnya.
Keduanya menangis dalam diam, terluka dalam diam. Bukan karena satu sama lain tapi karena masalah yang ada di depan mereka, karena seseorang yang berusaha memisahkan mereka dan Joaquin yang paling sakit karena tak bisa melindungi Noura.
__ADS_1
Di sebuah mansion yang sangat luas sekali, seorang pria paruh baya duduk di kursi kebenarannya di dalam ruang kerja miliknya. Pria patuh baya ini sedang membaca laporan yang baru saja dikirim via email olek Malik asisten pribadinya.
Pria paruh baya ini adalah Adeard Robinson. Dia sedang mempelajari kasus penculikan anaknya, dan motif di dalamnya. Sama hal nya seperti Noura dan Joaquin, Adeard tahu masalah yang akan membuat kacau hidup putrinya akan segera terjadi. Sebisa mungkin Adeard harus menjamin keselamatan putrinya.
Adeard tak menyalahkan Joaquin karena dia tahu menantunya itu sudah bertindak dengan semaksimal mungkin. Buktinya tidak sampai terjadi hal yang tak diinginkan terjadi pada Noura. Meski ditemukan dengan kondisi seperti itu, Noura tak sampai tersentuh oleh pria baj****** itu.
" Jadi begitu cerita yang sebenarnya. Baik lah kita akan lihat seberapa pintar dirimu jika melawan aku yang licik ini. " Adeard menyeringai tajam. Yang tidak mengenal Adeard dengan baik pasti akan kabur terkencing melihat wajah Adeard yang sangat menyeramkan itu.
Adeard mengetik pesan untuk Malik, yang intinya meminta Malik mempersiapkan semuanya seperti yang pernah dia katakan beberapa hari yang lalu. Adeard akan membuat orang yang menyakiti anaknya akan mendapatkan hukuman yang setimpal tak peduli siapa saja orang itu.
" Lihatlah ini baru dimulai. Semoga kau bisa bertahan sampai akhir Jo. Bukan aku ingin mengujimu tapi ini adalah caraku melindungi putri kesayanganku. "
Adeard berjalan keluar dari ruang kerjanya untuk masuk ke kamar pribadi miliknya. Istrinya itu pasti sudah menunggu dia melanjutkan aksi mereka yang tertunda tadi. Meski sudah berusia setengah abad, tapi Adeard tak pernah kendor jika menyangkut urusan ranjang. 😄😄😄
" Kenapa lama sekali sih. " protes mommy Rita saat melihat suaminya itu baru masuk ke kamar setelah satu jam meninggalkan nya.
" Kenapa? apa kau tak sabar untuk nunggang kuda? " Adeard menggoda suaminya.
" Eh.... bukan nunggang kuda sayang. Kota mau naik naik ke puncak nirwana. " Rita menggoda suaminya dengan pose yang sangat seksi.
" Sayang, apa nantinya Jo akan baik-baik saja jika kau melakukan ini semua? Aku takut dia akan terluka lagi seperti dulu. " Mommy Rita bertanya pada suaminya tentang rencana yang akan suaminya laksanakan. Mereka saat ini masih dalam keadaan terbaring lelah karena baru saja melakukan sesi panas di malam hari.
" Jo akan tahu nantinya maksud dari apa yang aku rencanakan saat ini. Lagipula kita tak akan tahu apa yang akan dilakukan penjahat itu pada putri kota jika aku sampai membatalkan rencana ini. " jawab Adeard.
__ADS_1
" Semoga saja semua lancar dan semuanya tak akan ada yang terluka. Ini semoga saja menjadi jalan yang terbaik. "