
Senyum indah yang dirindukan nya selama hampir lebih dari empat tahun, kini terlihat tepar di hadapannya. Wajah ceria yang selalu cantik itu selama empat tahun belakangan ini tak lagi Joaquin bisa lihat. Tangan Joaquin terulur untuk bisa menyentuh sosok yang dia rindukan selama ini. Dia ingin menyakinkan dirinya bahwa benar apa yang di hadapan ini adalah wanita yang dia cintai dan selalu rindukan.
Noura sudah pulang, dia begitu merindukan suaminya yang selalu dia cintai dan sayangi itu. Rasanya sudah sangat amat lama sekali Noura tak melihat dan dekat dengan suaminya itu. Noura selalu hanya bisa mendengar setiap. kata yang keluar dari mulut Joaquin tanpa mampu untuk membalasnya.
" Ini benar kau Nou, kau sudah kembali. Terima kasih sayang kau akhirnya kembali. Terima kasih. " Joaquin menghamburkan dirinya pada Noura. Dia memeluk erat wanita yang dia cintai itu seperti tidak ingin kehilangan dan berpisah lagi.
" Iya ini aku... Maafkan aku... maaf..... sungguh aku sangat menyesal telah membuatmu berjuang selama empat tahun ini demi anak-anak kita. Maafkan aku... maafkan aku. " Noura langsung menangis memeluk tubuh sang suami yang bergetar hebat.
Keduanya sama-sama menumpahkan kerinduan mereka yang selama empat tahun ini tak bisa tersalurkan. Meski Joaquin sering menjenguk Noura, tapi tentu saja berbeda saat istrinya masih koma dengan sekarang ini sudah sadar.
Melihat senyum dan juga wajah Noura, sebuah bayaran yang sepadan dengan apa yang selama ini ditahannya. Sabar dan terus berusaha melakukan yang terbaik agar ketika sangat istri sadar, Joaquin bisa terlihat baik-baik saja.
" Daddy... Bisakah kau mengizinkan kami memeluk mommy, kami juga merindukan mommy. " Gafar menarik ujung kemeja Joaquin. Kelima anak Joaquin dan Noura ternyata sudah berada di dekat mereka, mengelilingi orang tuanya.
" Sorry, kalian bisa memeluk mommy. " Joaquin mundur dua langkah ke belakang untuk memberi kesempatan pada Noura agar bisa dekat dengan anak-anak mereka.
__ADS_1
" Maafkan mommy sayang, mommy tidak ada di setiap perkembangan kalian sejak kalian masih bayi. " Noura berucap penuh dengan sesal.
" It's okay mom. Kami tahu alasannya dan kami menerimanya. " ujat Galen, putra Joaquin dan Noura yang selalu bersikap dewasa.
" Mommy love you all." Noura mencium kening kelima anaknya satu per satu.
Ketika Joaquin berada di umur ke tiga puluh empat tahun, pesta perayaan ulang tahunnya pada tahun ini yang paling indah dan berkesan. Seperti dia baru saja melewati badai dan muncul pelangi sekarang ini. Pesta ulang tahunnya tahun ini akan selalu diingatnya sampai akhir dari nafasnya nanti.
Ketika malam telah tiba, acara garden party anniversary Joaquin ke tiga puluh empat pun dimulai. Hidangan yang menjadi favorit dari semua anggota keluarga ini tersaji di meja yang ada di depan mereka. daddy Adeard dan mommy Rita pun juga ikut merasakan kebahagiaan dari keluarga kecil putrinya ini.
Joaquin mengajak Noura untuk duduk di salah satu bangku yang ada di halaman belakang mansion Robinson ini. Banyak yang ingin dia ceritakan dan juga banyak yang ingin dia dengar. Kelima anak Joaquin seolah tahu, dan memberi waktu kedua orang tuanya untuk bisa menghabiskan waktu berdua. Kelima anak itu memilih bermain bersama granny dan grandpa mereka.
" maafkan aku sayang. karena aku, kau harus mengalami kejadian yang buruk selama empat tahun ini. Aku memang lelaki yang lemah sehingga nyawamu dan anak-anak kita jadi taruhannya waktu itu." ujar Joaquin setelah lama sekali berusaha merangkai kata agar bisa menunjukkan betapa dia sangat menyesal selama ini.
" Ini sudah menjadi suratan takdir, memang kita harus mengenal arti kata perpisahan agar bisa bersama untuk waktu yang lama. Jangan diungkit lagi ya." Noura berusaha menyikapi takdir hidupnya ini dengan bijak.
__ADS_1
" Aku ingin mengatakan sesuatu yang penting padamu, tapi berjanjilah jangan marah dan meninggalkan ku." Joaquin mengangguk antusias, dia penasaran yang cerita yang akan Noura ceritakan.
Noura pun memulai cerita saat dia awal pertama kali tersadar dan itu saat tepat satu tahun dia koma. Alasan Noura tetap berpura-pura koma disetiap kunjungan Joaquin agar dia bisa menutupi sakit parah yang dideritanya. Noura divonis menderita kanker rahim stadium tiga saat dia melakukan pemeriksaan saat sudah terbangun dari komanya.
Hati Noura seketika hancur saat mengetahui bahwa dia sedang mengidap penyakit yang sangat serius. Dia harus berbesar hati menunda keinginannya untuk segera pulang dan berkumpul dengan anak dan suaminya.
" Lalu setelah satu tahun vonis penyakit itu, aku harus melakukan operasi pengangkatan rahim karena hanya itu satu-satunya cara agar akku bisa melanjutkan hidupku. Setelah itu sampai kemarin aku melakukan masa pemulihan dan dokter mengatakan akku baik-baik saja kemarin. Karenanya aku memutuskan untuk pulang semalam." Noura menghela nafas lega saat semua beban beratnya yang dia pikul selama tiga tahn terakhir bisa dia ungkapkan.
" Kenapa kau tak mengatakan apapun padaku?" tanya Joaquin heran.
"Aku ingin kau merawat anak-anak kita tanpa penyesalan yang berkepanjangan. Apalagi penyebab aku harus menderita penyakit itu adalah karena obat yang akhirnya membuat aku pendarahan dan koma." jawab Noura.
" Sekarang aku sudah baik-bak saja. Kita juga ke depannya akan baik-baik saja. Yang berada di masa lalu biarlah menjadi pengingat kita agar lebih bisa menjaga diri sendiri. Mari kita sambut masa depan dengan semangat baru." ujar Noura menyemangati Joaquin. Dia merasa Joaquin akan kembali hidup dalam penyesalan jika dia tak mengatakan sesuatu yang bisa membangkitkan semangat Joaquin.
" Baik. Kita sambut masa depan, kita bertujuh mari hidup bahagia selamanya."
__ADS_1
Keduanya tertawa bersama setelah saling menyemangati satu sama lain. Dari kejauhan daddy Adeard melihat kejadian itu. Betapa leg dan bahagianya dia bisa melihat anak perempuan satu-satunya itu bisa kembali bahagia. Senyum Noura inilah yang dinantikan oleh daddy Adeard.
" Syukurlah jika kau bisa bahagia putriku. Aku memang kecewa pada Joaquin karena tak mampu menjagamu. Tapi selama empat tahun ini Joaquin membuktikan bahwa dia layak untuk diberi kesempatan kedua. Bukan hanya perusahaan yang semakin maju tapi kelima cucuku juga tumbuh dan berkembang dengan sangat baik. Joaquin tidak lupa menanamkan sopan santun pada anak-anak kalian. Daddy ikut bahagia jika kau bahagia." monolog daddy Adeard di dalam hatinya. Senang karena ujian terberat dalam pernikahan putrinya akhirnya bisa dilalui dengan baik meski banyak pengorbanan yang harus mereka berdua lakukan.