Kisah Cinta Noura

Kisah Cinta Noura
bab 70


__ADS_3

Pagi ini entah mengapa langit di atas kota M tampak mendung. Beberapa orang yang tinggal di kota M jadi tidak bersemangat untuk melakukan aktifitas di luar rumah. Tapi tidak bagi Matheo de Niels, dia harus tetap beraktifitas di luar rumah karena dia sekarang ini mengurus perusahaan Niels ds corp. Perusahaan baru dibawah naungan JN corp. yang bergerak dibidang keamanan dan pertahanan.


Perusahaan ini didirikan oleh Joaquin dengan tujuan agar anggota mafia dari kelompoknya dan kelompok mendiang Joshua dapat berkerja secara legal untuk menutupi pergerakan mereka yang secara ilegal. Dengan begini, eksistensi kedua kelompok mafia akan tetap ada.


Matheo de Niels didapuk sebagai CEO dan Alexandros sebagai wakilnya. Alexandros adalah salah satu dari ketua tim yang ada di GoshtNight. Keduanya bekerja sama untuk membuat Niels da corp agar bisa bersaing dengan perusahaan yang bergerak di bidang yang sama.


" Love di luar hujan jadi jangan pakai motor ya pake mobil saja. " Vinda sedikit berteriak mengajak bicara suaminya yang ada di dalam kamar mandi.


" Sebentar Love aku sebentar lagi selesai. " sahut Theo dari dalam kamar mandi. Karena suara gemericik air dia jadi tak bisa mendengar dengan jelas apa yang diucapkan oleh istrinya.


" Maaf love kamu tadi bicara apa? aku nggak terlalu jelas. " tanya Theo yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Glek


Vinda menelan salivanya dengan susah patah. Dia selalu gagal fokus jika berhadapan dengan Theo yang hanya memakai handuk untuk menutupi bagian pinggul ke bawah dan bertelanjang dada dengan air yang masih menetes dari tubuhnya.


" Love.... " panggil Theo mengembalikan kesadaran Vinda.


" Oh..... Maaf aku tadi gagal fokus. " ujar Vinda. Theo tergelak mendengar ucapan istrinya.


" Hish...... Kamu pakai mobil saja diluar hujan. " Vinda berbicara ketus.


" Aku naik motor saja, kan ada jas hujan. Kalau naik mobil nanti macet sayang aku ada rapat penting pagi ini jadi harus datang tepat waktu. " terang Theo.


" Lalu sarapannya? "


" Kamu bekalkan saja ya. Aku makan di sana sambil mempelajari materi rapat hari ini. "

__ADS_1


" Kau ganti baju saja kalau begitu aku turun mempersiapkan bekal untuk mu... cup.. " Vinda mencium pipi kiri Theo.


" Menggemaskan sekali istri kecilku. " gumam Theo.


Satu jam kemudian Theo sudah berada di ruang rapat dengan Alex. Mereka berdua menunggu datangnya staf kerja lainnya yang akan melakukan presentasi pagi ini. Kalau tidak salah, perusahaan yang dipimpin Theo mendapat kepercayaan untuk menjaga keluarga dari pejabat di kota M selama satu minggu penuh. Dan beberapa proyek kerja lainnya.


Nama Joaquin de Niels sebagai pengusaha nomer satu di dunia sekarang ini membuat anak perusahaannya kebanjiran proyek. Theo ingin mengkoordinasi semua hal yang berhubungan dengan proyek mereka agar tak mengecewakan kolega mereka.


" Lex, apa kau sudah dapat kabar dari target kita? " tanya Theo memecah keheningan. Daripada bosan diam menunggu lebih baik berbincang saja.


" Mereka belum bergerak tuan. Tapi ada sedikit keanehan di sini. " jawab Alex.


" Apa itu? "


" Keluarga Robinson mulai bergerak tuan, entah apa yang mereka kerjakan. "


Theo terdiam sejenak memikirkan tentang keluarga Robinson. Mereka bergerak tapi untuk apa sedangkan target saja belum bergerak sama sekali. Mungkinkah mereka merencanakan sesuatu dan tidak melibatkan Joaquin.


Karena sibuk dengan pikirannya sendiri Theo sampai tak menyadari bahwa karyawannya sudah berdatangan masuk ke ruang rapat. Dan pada akhirnya rapat pun di mulai dengan Alex sebagai juru bicara Theo.


Ditempat yang berbeda tentunya beda waktu juga, Noura dan Joaquin sudah bersiap untuk melihat sunrise di taman Nasional Haleakala. Mereka memakai pakaian yang cukup tebal karena sedang berada dipuncak yang subur udaranya cukup dingin meski sedang musim panas.


Noura bahkan sudah menyiapkan kamera miliknya untuk mengabadikan momen dirinya melihat sunrise dari jarak yang terlihat cukup dekat. Detik demi detik begitu terasa mendebarkan baginya hal yang pertama kali dia lakukan dan bersama dengan pujaan hati juga.


" Wahhhhhh. it's amazing sayang. " Noura bersorak gembira melihat sunrise sudah di depan matanya.


Cekrik... Cekrik.... Cekrik.... Cekrik....

__ADS_1


Jari telunjuk Noura terus bergerak untuk dapat mengabadikan momen indah ini. Mulut dan jari tangannya tak berhenti menimbulkan suara hingga saat matahari sudah semakin tinggi barulah dia berhenti.


" Sayang ini sungguh luar biasa. " serunya gembira.


" Iya. Ini seperti memberi kita harapan baru untuk menjalani hidup kan. " Joaquin menyuarakan pendapatnya.


" Benar... Beban berat di hatiku seakan terangkat saat ini. Luar biasa sekali pagi ini. " Noura menambahkan.


Puas dengan tour Mountaintop Sunrise mereka berdua kembali turun ke dataran yang lebih rendah. Mereka berkeliling sebentar menggunakan mobil yang dikemudikan oleh Mad. Mereka akan segera ke bandara saat waktu sudah mendekati siang karena pesawat pribadi Joaquin mendapat izin lepas landas pada sore hari jam empat waktu Hawaii.


Mereka berhenti sebentar untuk mencari makan, karena mereka bertiga berangkat saat dini hari jadi belum sempat sarapan.


Waktu keberangkatan mereka telah tiba, pesawat pribadi milik Joaquin sudah stand by di landasan bandara internasional Honolulu. Tepat jam emaot sore pesawat pribadi milik Joaquin take off menuju ke negara Noura. Butuh waktu yang cukup panjang sembilan belas jam lebih, maka pesawat yang ditumpangi Noura dan Joaquin akan mendarat di bandara internasional di negara asal Noura.


Karena terlalu lelah dengan aktivitasnya selama baby moon, Noura langsung terlelap saat tubuhnya menempel dengan ranjang. Joaquin duduk dipinggir ranjang memandang wajah penuh ketenangan dari istrinya. Hatinya yang tadinya gundah berangsur-angsur membaik.


" Aku sangat tak ingin kembali ke rumah agar kau tak akan celaka Nou, tapi takdir di depan harus kita lalui agar semua teka-teki kejadian itu terpecahkan. Hanya aku berharap kau tak akan terluka baik fisik maupun mental" gumam Joaquin. Tangannya mengelus puncak kepala Noura yang tertidur pulas.


Joaquin pun ikut berbaring di samping Noura, sebenarnya dia tak mengantuk sama sekali tapi ingin saja berbaring dan memeluk Noura dari belakang lalu mengelus perut buncit milik Noura.


" Nak, jika kalian bisa mendengar daddy, tolong lindungi mommy kalian ya sayang. Daddy tak tahu harus bagaimana setelah ini. " ucap Joaquin dalam hati.


Sebelum keberangkatannya untuk kembali ke negara asal Noura, dia mengaktifkan ponselnya terlebih dahulu. Banyak pesan yang masuk tapi yang paling membuatnya penasaran adalah pesan dari Theo. Pesan itu mengatakan bahwa keluarga Robinson bergerak, tapi entah dengan tujuan apa.


Dari situ Joaquin tahu bahwa daddy Adeard sedang melakukan pencegahan untuk melindungi Noura. Joaquin juga tahu bila rencana itu dibuat tanpanya itu berarti daddy Adeard akan bertindak sesuai feelingnya. Joaquin takut jika sampai dia harus dipisahkan oleh Noura karena tak bisa melindungi putri tunggal keluarga Robinson.


" Tolong jangan pisahkan kami. Aku mohon. " Joaquin berkata lirih dengan berlinang air mata.

__ADS_1


__ADS_2