
Keesokan harinya, semua anggota keluarga de Niels berkumpul di mansion utama untuk merayakan kehadiran dari kelima anak Joaquin dan Noura. Ketiga saudara Joaquin hadir dengan semua anak dan istrinya. Rencananya mereka akan mengadakan acara barbeque bersama sore menjelang malam nanti.
Siang hari semuanya sudah berkumpul bersama di mansion utama. Mereka saling berpelukan, saling melepas rasa rindu karena tidak bertemu selama lima tahun. Bagaimanapun hubungan anak-anak Joaquin dan juga anak dari ketiga saudara angkatnya terbilang sangat baik sejak masih kecil. Keluarga memang menanamkan rasa persaudaraan yang sangat tinggi pada mereka semua.
Yang paling banyak mendapat perhatian di acara kali adalah Gaffi, kemudian Galen di nomor dua. Sama-sama sudah menikah, namun mengusung status yang berbeda. Yang satu sudah menjadi seorang daddy, dan yang satu lagi menjadi duda. Tidak ada yang percaya status Galen, karena Galen bukan seorang yang seperti itu. Menikah muda dan bercerai, bukan seperti sifat dan sikap Galen selama ini.
Ada seorang gadis yang patah hati saat mendengar bahwa pria yang dia cintai sudah pernah menikah dan sekarang berstatus duda. Gadis ini bernama Lucena De Niels, putri pertama dari Daniel dan Whitney. Luce, nama panggilannya, sudah jatuh cinta pada pesona Galen de Niels sejak mereka berdua masih remaja. Tapi dasarnya Galen saja yang tidak suka memiliki hubungan semacam pacaran membuat dia tidak menanggapi perasaan dari sepupunya itu.
" Galen... " Lucena mendekat ke arah pria yang telah merajai hatinya sejak dulu itu. Mereka berdua duduk di gazebo dekat dengan kolam ikan.
" Hm? " Galen hanya menjawab dengan deheman saja.
" Kau ingat janji mu dulu padaku? " tanya Lucena to the point.
" Tentu saja. Aku bukan tipe pria yang suka melupakan janji yang aku buat. Memangnya kenapa? " Galen balik bertanya.
" Apa mantan istri mu sudah mendapatkan cinta mu? Apa kau sudah memiliki wanita yang menguasai hati dan hidup mu? " cerca Lucena.
" Belum. Aku dan mantan istri ku bersama juga karena sama-sama saling diuntungkan. Tidak ada cinta sama sekali. Kenapa kau bertanya seperti itu? " tanya Galen.
" Tidak... Hanya saja... aku ingin.... ingin.... "
" Ingin menagih janji ku padamu dulu? " ujar Galen memotong ucapan Lucena. Dia tahu apa yang ingin dikatakan oleh sepupunya itu.
__ADS_1
" Baik... Aku tepati janji ku dulu. " ujar Galen memutuskan.
" Benarkah? Berarti sekarang ini kau adalah kekasih ku? "
" Hm.. "
" Tapi Luce, jika kau memaksa ku untuk memberikan hati dan cinta ku pada mu, dengan sangat berat hati aku katakan maaf, aku belum bisa memberikan itu untuk mu. Perasaan ku pada mu masih sama seperti dulu. " ujar Galen. Dia tidak ingin sepupunya itu bergantung dan juga mengharapkan terlalu lebih padanya.
" Iya, aku tahu. Tapi tidak menutup kemungkinan suatu hari nanti kau akan memberikan itu pada ku. " ujar Lucena menanggapi ucapan Galen.
Selain dengan Geya, satu lagi saudara perempuan yang begitu diperhatikan oleh Galen adalah Lucena. Sejak kecil, sepupunya yang satu itu selalu minder dengan saudara perempuan lainnya. Entah apa yang membuatnya begitu, tapi hal tersebut berhasil menarik perhatian Galen. Sejak saat itu, Lucena mulai bergantung pada Galen. Hingga berakhir jatuh cinta pada pria yang seharusnya tidak dia cintai itu.
Perbedaan sifat dan sikap keduanya sangat lah jauh sekali. Sifat mereka berbanding terbalik, dimana Lucena adalah straight women, sedangkan Galen tipe pria yang bebas tidak pernah terkekang dengan sebuah peraturan. Karena alasan inilah Galen tidak bisa memberikan hatinya pada Lucena, karena sepupunya itu pasti akan selalu mengekangnya dalam sebuah hubungan dan tidak memberikan kebebasan padanya untuk bergerak.
Karena Geya pernah dalam asuhan dari kedua orang tua Rose, membuat hubungan anak Theo ini lebih akrab dengan anak Joaquin. Rasanya dia tidak rela jika masa depan Galen di buang sia-sia hanya demi menyenangkan gadis menyebalkan macam Lucena.
" Ros, kalau dilihat-lihat, sepertinya kau jatuh cinta pada Galen. " sarkas Gadhi.
" Huek... " respon Rose mendengar tutur kata dari Ghadi.
" Cih munafik.... " ledek Ghadi.
" Kau sok tahu. Bagi ku Galen adalah saudara ku melebihi Rouge. Kau tahu kan alasannya karena apa. Dan melihat dia dekat dengan Luce, terus terang aku tidak suka. Kau tahu sendiri bagaimana sikap Luce itu. Dia bisa membuat masa-masa Galen hanya dipenuhi dengan keterpaksaan. " ujar Rose menunjukkan ketidaksukaannya pada hubungan Galen dan Lucena.
__ADS_1
" Jika orang yang tidak tahu hubungan mu dengan saudara kembar ku itu, mereka pasti mengira kau cemburu. " Ghadi terkekeh.
" Galen lebih cocok menjadi saudara ku dibandingkan Oge. Karena Galen yang selalu ada untuk ku, tidak seperti kembaran ku yang menyebalkan itu. " ujar Rose.
Perbincangan keduanya semakin asyik karena berpusat pada kehidupan Lucena de Niels. Roseline begitu tidak menyukai Lucena yang sangat naif itu. Hidup hanya untuk Galen, padahal banyak pria diluaran sana yang baik bahkan bisa jadi lebih baik dari Galen. Tapi selalu saja Lucena menolak dekat dengan pria lain dan hanya membebani Galen yang adalah sepupunya.
Rose tahu betul bagaimana Galen itu karena mereka sangat dekat sejak kecil. Lucena hanya memanfaatkan kebaikan hati dari seorang Galen untuk bisa memuaskan keinginannya. Dan Rose membenci sifat yang seperti itu. Alhasil kedua gadis ini tidak pernah akur dalam setiap kesempatan mereka.
Di sisi lain, Gaffi dan keluarga kecilnya menjadi pusat perhatian para orang dewasa. Mereka begitu menyayangkan keputusan Gaffi yang menikah tanpa adanya keluarga. Mendapat dukungan dari keluarga, Noura menjadi tambah uring-uringan pada Gaffi karena menikah tanpa dia dan suaminya.
Noura bahkan sampai menjewer telinga Gaffi dengan keras meluapkan kekesalannya. Bellvania, istri dari Gaffi sampai terkejut melihat interaksi suaminya dengan keluarganya itu.
" Mommy nggak mau tahu, kalian harus mengadakan pesta pernikahan lagi. Mommy kesal sekali sekalinya anak menikah tapi tidak diinginkan kehadirannya oleh anak. " sindir Noura.
" Mom, bukan begitu ceritanya, memangnya mommy nggak tanya sama Galen. Itu anak tahu mom, masalah yang sebenarnya. " ujar Gaffi berusaha menenangkan singa betina yang sedang mengamuk itu.
" Oh maksud kamu cerita kalau kamu sudah merusak hidup Bells sehingga dinikahkan secara paksa oleh pihak keluarga Bells. Sampai dipanggil kan polisi begitu? " sindir Noura lagi.
" Sssttttt.... Mommy jangan bongkar rahasia Gaffi dong. Iya deh iya, aku bakalan bikin pesta pernikahan lagi di sini. Mommy puaskan. " ujar Gaffi mengalah akhirnya.
" Good, tapi biaya pesta pernikahan kamu tangghu g sendiri. " ujar Noura.
" What....... " pekik Gaffi.
__ADS_1