
Joaquin kini tengah berada di area lahan proyek perusahaan yang dipimpinnya bersama dengan CEO dari PT. Sunny Light, tuan Rizky Pratama. Letak lahan yang akan dibangun menjadi villa ini ada di pinggiran ibu kota. Suasana yang asri dengan pemandangan gunung dan sawah, menjadi bonus bagi peminatnya. Rencana Joaquin ingin membangun sepuluh villa dengan design yang berbeda namun luas yang sama.
Joaquin juga nantinya akan bekerja sama dengan anak perusahaan dari Ad company untuk memberikan keamanan yang berlapis untuk masing-masing dari vila itu nantinya. Anak cabang perusahaan yang dikelola oleh anak buah daddy Adeard, yang juga wakil ketua klan Robinson, Dimitri Roger.
Mobil milik Joaquin yang dikendarai oleh Moses sudah sampai di tempat tujuan. Sebuah pinggiran desa yang sangat asri karena tak pernah ada polusi sama sekali. Udaranya juga masih sangat segar di sana. Rencananya vila itu akan Joaquin bangun di daerah pinggir agat tak menganggu masyarakat di sana.
" Selamat siang tuan Rizky " sapa Joaquin menjabat tangan dari CEO PT Sunny Light.
" Selamat siang tuan Joaquin senang sekali pada akhirnya saya bisa bertemu dengan anda. Saya sangat kagum dengan sosok anda tuan Joaquin. " sapa balik Rizky sekaligus memuji Joaquin. Bukan untuk menjilat tapi memang dia sangat kagum dengan Joaquin yang dulunya membangun JN corp. menjadi perusahaan nomer satu hanya dalam kurun waktu kurang dari lima tahun.
" Mari tuan-tuan kita langsung saja melihat ke lokasi pembangunan. " ajak Moses mempersilahkan Joaquin dan Rizky untuk jalan di depan.
Tanah yang sangat luas, yang dibeli Ad company dengan harga yang melebihi standar harga tanah. Tujuan dilakukan seperti itu agar nantinya warga ikut mendukung pembangunan tersebut. Panorama yang dapat dilihat dari area villa itu nantinya ada pemandangan gunung, sawah, dan juga sungai yang masih bersih airnya.
Joaquin dan Rizky berjalan beriringan sembari sesekali mengobrol kan masalah mengenai pembangunan villa ini nantinya. Rizky terlihat nampak sangat antusias, hal itu membuat nilai plus dari Joaquin. Joaquin sendiri adalah tipe orang yang selalu memperhatikan sikap dari rekannya, bila tidak cocok dan kerja tak terlalu baik, maka dia tak akan ragu menghentikan kerja sama
" Saya senang sekali melihat panorama yang disajikan oleh alam yang ada disini. Villa ini nantinya pasti akan sangat cocok sekali digunakan sebagai tempat healing. " Rizky mengomentari.
" Anda benar tuan, tempat ini sangat indah. " ujar Joaquin menambahkan.
Sedang asyik melihat tuannya sedang berbincang dengan klien kerjanya, Moses dikagetkan dengan getaran ponselnya yang disimpannya di saku celana kain miliknya.
" Halo.. " sapa Moses.
"..... "
" Tuan masih di sini bersamaku. Apa ada masalah? " Moses mengernyitkan dahinya mendengar penuturan dari orang yang menelfonnya.
".... "
__ADS_1
" Apa maksud mu katakan dengan jelas. " sentak Moses yang langsung ditatap oleh Joaquin.
"..... ".
" Kami akan segera ke sana. Kau suruh orangmu untuk menuju ke sana lebih dahulu. " Moses langsung mematikan sambungan telfonnya sepihak.
Joaquin yang melihat asistennya itu nampak panik setelah mengangkat telfon, mulai merasakan perasaannya tak enak. Yang terbesit di pikirannya saat ini adalah istrinya Noura.
" Kenapa perasaanmu tiba-tiba tak enak begini. Apa hal buruk menimpa Noura? Aku mohon dia harus baik-baik saja. " batin Joaquin
" Tuan.... " kemudian Moses membisikan apa yang tadi dilaporkan oleh anak buah klan Robinson padanya. Mata Joaquin langsung terbelalak mendengar laporan dari Moses.
" Saya akan urus yang di sini tuan. Anda pergi lah ke sana. Untuk mempercepat waktu saya sudah meminta helikopter untuk menjemput anda. " ujar Moses.
" Thanks. " ujar Joaquin. Dia langsung berjalan menghampiri Rizky.
" Silahkan tuan. Melihat wajah khawatir Anda itu pasti sangat penting. Saya tidak apa-apa melanjutkan hal ini dengan pak Moses. " ujar Rizky memaklumi.
Sepuluh menit berselang, helikopter yang menjemput Joaquin sudah mendarat di tanah lapang tak jauh dari sana. Joaquin bergegas berlari menuju ke helikopter. Dan helikopter pun lepas landas menuju ke sebuah hotel yang ada di kota. Beruntung meski hotel bintang 3 tapi memiliki landasan mendarat helikopter di bagian rooftopnya.
Begitu helikopter yang membawa Joaquin mendarat, dirinya langsung bergegas turun ke lantai tempat kamar Noura berada. Menurut laporan orang Moses tadi saat ini hotel ini sudah dikepung oleh orang-orang dari klan Robinson.
" Tuan. " seru seorang pengawal yang masuk dalam jajaran petinggi di klan Robinson.
" Bart, bagaimana situasinya? " tanya Joaquin.
" Kami juga baru tiba tuan, tadi ada beberapa orang yang sempat menghalangi pengawal bayangan nona ketika mengikuti mobil yang membawa nyonya. " jawab Bart yang menjadi ketua divisi 1 di dalam klan Robinson.
" Kamar berapa Noura berada? " tanya Joaquin.
__ADS_1
" Kamar 503 tuan. " jawab Bart. Keduanya berjalan terburu-buru menuju menuju ke kamar 503 tempat Noura berada.
BRAKKK
Bart menendang pintu kamar 503 dengan kencang sampai pintu itu rusak. Gila sekali tenaganya sekali tendang pintu hotel yang tebal dan kuat itu langsung rusak. Semua mata tertuju pada sosok wanita yang tertidur di ranjang dengan kondisi tanpa pakaian sama sekali.
" SEMUANYA TUTUP MATA KALIAN DAN KELUAR.. " teriakan Joaquin menggema di kamar dan koridor lantai lima. Semua anak buah daddy Adeard yang datang langsung menuruti perintah Joaquin. Walau sejujurnya mereka sudah melihat sekilas tubuh milik nona muda mereka.
" Sialan... Siapa yang melakukan ini? " Joaquin mengepalkan kedua tangannya. Dia begitu murka melihat tubuh milik istrinya ditelanjangi oleh orang tak dikenal.
" Bart panggil dokter sekarang juga! Perketata penjagaan di hotel ini, jangan sampai ada orang yang meliput kejadian hari ini. Selidiki CCTV hotel ini juga. " titah Joaquin dengan suara yang sangat dingin sekali. Semua anak buah daddy Adeard sampai menelan ludahnya dengan kasar. Joaquin jauh lebih mengerikan dari Adeard Robinson, pimpinan tertinggi Klan Robinson.
Menunggu selama tiga puluh menit, pintu kamar 503 diketuk sari luar. Joaquin yang berada di dalam langsung memerintahkan orang yang diluar untuk masuk. Bart datang bersama seorang dokter wanita. Joaquin pun mempersilahkan dokter itu untuk memeriksa tubuh Noura. Sebelumnya dokter dan Bart tiba, Joaquin sudah lebih dulu memakaikan pakaian pada tubuh Noura. Kebetulan pakaian Noura berserakan di lantai.
" Periksa istriku dok. Dia tidak bangun-bangun dari tadi. Dan periksa apakah ada jejak pria bre***** ditubuhnya! " titah Joaquin. Dokter bernama Tasya itu mengangguk kan kepalanya.
Dilihatnya satu per satu setiap inci tubuh Noura, memeriksa apakah ada pelecehan seksual dialami oleh wanita yang dia ketahui adalah Noura Robinson. Dokter Tasya bahkan memeriksa bagian pangkal paha milik Noura karena bila ada cairan sp***** yang keluar dari bagian itu berarti sudah terjadi hubungan badan di sana.
" Syukurlah tuan tak ada jejak yang menunjukkan Nyonya mengalami pelecehan seksual. Saya pikir Nyonya sedang diberikan obat tidur dosis tinggi karena itu sampai sekarang belum bangun. " ujar dokter Tasya melaporkan hasil pemeriksaannya.
" Syukurlah, bila ada yang berani meletakkan tangan mereka di atas Noura aku pastikan mereka akan mati. Selidiki ini semua Bart. " titah Joaquin.
" Baik tuan. " Bart pun meninggalkan kamar itu dan mengantar dokter Tasya keluar dari hotel itu.
" Jangan sekali-kali anda membocorkan kejadian hari ini pada siapapun atau anda akan tahu akibatnya. " ujar Bart memperingati dokter Tasya.
Di kamar 503,Joaquin terduduk lesu di kursi samping ranjang yang ditiduri oleh Noura. Joaquin terus memandang wajah istrinya yang terlihat sangat tenang dalam tidurnya.
" Akan aku buat mereka menyesal karena telah melibatkan dirimu Nou, aku pasti membalas mereka. ".
__ADS_1